Adu program dalam kampanye pemilihan presiden AS berlangsung sengit dan mendapat perhatian dunia. Siapa pun akhirnya yang keluar sebagai pemenang, apakah itu kandidat dari Partai Demokrat Hillary Clinton atau kandidat dari Partai Republik Donald Trump, 6 buah rekor di bawah ini akan terukir dalam sejarah.

BBC memberitakan bahwa baik Hillary Clinton atau Donald Trump yang terpilih nanti, keenam buah rekor akan terukir dalam sejarah pemilu presiden AS.

1. Presiden berusia senja

Meskipun Barack Obama waktu untuk pertama kalinya terpilih sebagai presiden AS pada tahun 2009 baru berusia 47 tahun dan tercatat sebagai presiden AS termuda kelima, tetapi penerus beliau nanti akan berusia jauh di atasnya.

Donald Trump pada 14 Juni lalu baru merayakan ultahnya yang ke 70. Bila ia yang terpilih, maka ia akan menjadi presiden tertua dalam sejarah AS.

Sedangkan bagi Hillary Clinton,  2 pekan sebelum tanggal pemilihan presiden (8 November) ia telah memasuki usia ke 69. Jadi jika ia yang terpilih maka ia akan menjadi presiden tertua kedua dalam sejarah AS.

2. New Yorker yang berkuasa

‘Pertempuran’ untuk merebut kursi presiden AS antar sesama New Yorker adalah terjadi pada pemilu 1944, yaitu antara Gubernur New York saat itu Thomas E. Dewey melawan Franklin D. Roosevelt yang masih menjabat sebagai presiden.

Jadi, siapa pun yang terpilih, Hillary atau Trump yang sama-sama berasal dari New York, salah satu dari New Yorker tersebut pada tahun depan nanti akan kembali menduduki Gedung Putih setelah berselang 71 tahun  lamanya.

(Catatan : Hillary lahir di Chicago, tetapi ia menjadi senat federal di New York dan sekarang masih tinggal di New York)

3. Dana kampanye

Jika Trump yang memenangkan pemilu, maka kita akan disuguhi sebuah kenyataan yaitu Trump menjadi warga  AS pertama yang berhasil melalui kampanye untuk memenangkan kursi presiden dengan mengeluarkan uang paling sedikit.

Catatan Komisi Pemilihan Umum Federal (Federal Election Commission) AS menunjukkan bahwa hingga 22 Juli 2016, Trump baru menghabiskan dananya yang berjumlah USD 91 juta untuk kegiatan kampanye pemilu. Konon, USD 50 juta di antaranya merupakan dana pribadinya.

Sejak Al Gore pada 2000 yang mencatatkan pengeluaran dana untuk kampanye pemilu presiden AS yang berjumlah sekitar 126 juta, masih belum ada kandidat lain kecuali Trump yang mengeluarkan dana paling sedikit guna kampanye. Sedangkan Hillary Clinton pada 22 Juli sudah mencatatkan pengeluaran dananya yang berjumlah USD 275 juta.

4. Pengalaman

Jika saja Donald Trump yang terpilih, maka ia akan mengukirkan sesuatu yang unik dalam sejarah pemilu AS yakni, ia adalah penguasa Gedung Putih yang belum pernah menjadi gubernur atau anggota kongres dalam lebih dari 60 tahun terakhir.

Meskipun mantan Presiden AS Dwight Eisenhower juga tidak memiliki latar belakang politik. Namun sebelum ikut berpartisipasi dalam pemilu 1953, ia pernah menjabat sebagai Panglima Tertinggi Tentara Sekutu pada Perang Dunia Kedua.

Disamping itu, belum pernah ada seorang pun presiden AS yang memiliki jaringan usaha perhotelan dan perjudian.

5. Presiden wanita pertama AS

Untuk waktu yang lama Hillary mondar-mandir di pusat pemerintahan Washington, mudah membuat orang lupa terhadap suatu kenyataan, bahwa kalau ia yang terpilih, maka ia akan menjadi wanita  pertama yang menjabat sebagai presiden AS. Bahkan ia sekarang sudah berada pada posisi   dikandidatkan oleh partai-partai politik utama AS sebagai presiden wanita AS pertama.

6. Estafet tongkat kepemimpinan kepada sesama Partai Demokrat

Dalam sejarah AS, hanya pernah terjadi sekali pengestafetan tongkat kepemimpinan kepada sesama Partai Demoktrat, yakni pada 1857 – 1861 era Presiden James Buchanan.

Adapun Harry Truman dan Lyndon Johnson, kedua anggota Partai Demokrat AS itu naik menjadi presiden karena kematian presiden. Tetapi mereka juga sama-sama terlibat dalam pemilu berikutnya dan terpilih.

Dengan kata lain, jika Hillary yang terpilih nanti, maka bobot Partai Demokrat akan lebih mantap. (Central News Agency/sinatra/rmat)

Share

Video Popular