Menurut legenda, Baba Yaga sang penyihir tinggal sendirian di hutan, dia sangat iri pada nenek-nenek di desa yang memiliki cucu, dia benar-benar ingin menggendong anak kecil di lengannya, menjadi nenek anak tersebut. Kemudian, Baba Yaga akhirnya memikirkan cara yang baik: Dia mencukur kulitnya yang berbulu, memotong kuku, menyisir rambutnya, mengenakan pakaian manusia, hal yang paling penting adalah dia menutupi sepasang telinga panjangnya dengan syal.

Ketika dia berjalan ke desa, ia bertemu dengan seorang anak bernama Vicky. Anak ini yatim piatu dan hidup sebatang kara di rumah peninggalan orangtuanya. Baba Yaga menawarkan diri menjadi nenek Vicky, menemani Vicky membersihkan rumah bersama-sama, berjalan bersama-sama, juga menyanyi bersama-sama, bercerita dogeng kepada Vicky. Baba Yaga seperti nenek yang lain mencinta Vicky, Vicky juga mencintanya. Baba Yaga sangat puas dengan kehidupan barunya, dia merasa diberkati.

Namun, hari tenang seperti ini tidak bertahan lama. Suatu hari, ketika Baba Yaga dan nenek-nenek di desa berkumpul saat arisan dan ketika bercerita sampai ke legenda Baba Yaga. Semua orang mengatakan “Dia suka makan anak-anak”, “Dia bisa terbang ke batang pohon, dia juga selalu mengutuk orang “, “Dia jelek, setan, menjengkelkan” ── semua nenek telah mencaci makinya, mengatakan Baba Yaga adalah seorang nenek sihir yang tak terampuni dosanya, tentu saja semua perkataan nenek-nenek tersebut sangat melukai hati Baba Yaga.

Malam itu, Baba Yaga memutuskan untuk meninggalkan desa tersebut sebelum Vicky mengetahui kebenarannya, dia meninggalkan sebuah catatan, dengan sedih kembali ke hutan.

Vicky yang kehilangan nenek sangat sedih, dia mengembara ke hutan setiap hari untuk mencari, berharap akan melihat nenek tersayangnya muncul. Namun, yang muncul dari hutan, bukan nenek yang ramah, tetapi sekelompok serigala ganas, Vicky lari ke kampung menyelamatkan diri, gerombolan serigala terus mengejar. Situasi sangat mendesak, Vicky terlihat segera akan diserbu serigala, warga desa ingin menolong namun juga juga tak ada yang berani maju. Akhirnya dari dalam hutan Baba Yaga muncul, serigala segera kabur. Baba Yaga memeluk Vicky, rasa akrab dan kehangatan yang sama membuat Vicky segera mengetahui Baba Yaga adalah neneknya.

Seluruh penduduk desa mengadakan pesta menyambut Baba Yaga, dengan sambutan hangat. Seorang nenek berdiri di depan Baba Yaga, mengatakan: “Orang yang menggunakan mata, telinga untuk menghakimi orang lain, yang lebih parah lagi mempercayai desas-desus, tapi tidak dengan hati yang murni memahami orang , benar-benar adalah orang bodoh!” Selesai mengucapakn kalimat ini, semua orang bersorak dengan gembira. Sejak itu, penduduk desa dengan sepenuhnya menghapus pikiran buruknya, menerima Baba Yaga di tengah mereka dan menyebutnya”Nenek Baba Yaga yang baik.”

 

Share
Kategori: Uncategorized

Video Popular