JAKARTA –  Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pada Agustus 2016, jumlah angkatan kerja mencapai sebesar 125,44 juta orang naik sebanyak 3,06 juta orang dibandingkan Agustus 2015. Angka ini menunjukan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun 530 ribu orang menjadi 7,03 juta orang di periode Agustus 2016.

“Jumlah penduduk bekerja meningkat sebanyak 3,59 juta orang, jumlah penganggur turun sebanyak 530 ribu orang,” demikian dalam laporan BPS yang dirilis oleh Kepala BPS, Suhariyanto pada Konferensi Pers Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III-2016 di kantor BPS, Jakarta, Senin (7/11/2016).

Data BPS menunjukan Tingkat Partisipasi  Angkatan Kerja (TPAK) menggambarkan persentase usia kerja (15 tahun ke atas) yang berpartisipasi aktif di pasar kerja. TPAK pada Agustus 2016 mencapai 66,34 persen diartikan bahwa 100 penduduk usia kerja maka 66 orang diantaranya sebagai pekerja.

Sedangkan TPAK berdasarkan gender masih menunjukan adanya kesenjangan antara pekerja lelaki dan wanita. Data BPS menunjukan pada Agustus 2016, TPAK lelaki-lelaki mencapai 81,97 persen dan wanita hanya 50,77 persen. Dibandingkan pada tahun  lalu, TPAK lelaki mengalami penurunan 0,74 poin dibandingkan dengan TPAK wanita mengalami kenaikan 1,90 persen.

Adapun angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2016 sebesar 5,61 persen yang berarti terdiri 100 angkatan kerja terdapat sekitar 5 atau 6 orang pengangguran. Jika dibandingkan kondisi setahun lalu Agustus 2015, TPT mengalami penurunan sebesar 0,57 poin.

Pola yang ada pada saat ini TPT pada kota lebih tinggi dari pedesaan. Pada Agustus 2016 TPT pada perkotaan 6,60 persen dan pedesaan 4,51 persen. Pada setahun terakhir TPT perkotaan dan pedesaan mengalami penurunan masing-masing 0,71 persen poin dan 0,42 persen poin.

TPT untuk pendidikan SMK menunjukan angka tertinggi 11,24 persen, disusul SMA 8,73 persen, SMP 5,75 persen, Diploma I/II/III 6.04 persen, Universitas 4,87 persen dan SD 2,88 persen. Lalu mengapa angka penggangguran SD terkecil? Ini dikarenakan mereka yang tamatan SD mau menerima pekerjaaan apapun, sedangkan mereka yang berpendidikan tinggi lebih memilih pekerjaan yang seusai.

Adapun sektor pekerjaan yang menjadi favorit masih pada bidang sektor pertanian, perdagangan, jasa kemasyarakatan dan sektor industri menjadi penyumbang angka yang terbesar. Hampir semua sektor mengalami kenaikan penyerapan tenaga kerja, kecuali Sektor Konstruksi turun sebanyak 230 ribu orang (2,80 persen).

Kenaikan jumlah tenaga kerja terutama di Sektor Jasa Kemasyarakatan sebanyak 1,52 juta orang (8,47 persen), Sektor Perdagangan sebanyak 1,01 juta orang (3,93 persen), dan Sektor Transportasi, Pergudangan, dan Komunikasi sebanyak 500 ribu orang (9,78 persen). Sektor yang masih tertinggi adalah pertanian menyerap sebanyak 37,77 juta jiwa pada Agustus 2016 dibandingkan pada Agustus 2015 mencapai 37,75 juta jiwa.

TPT berdasarkan Provinsi, angka tertinggi Provinsi Banten 8,92 persen pada Agustus 2016 dibandingkan pada Agustus 2015 9,55 persen. Disusul Provinsi Jawa Barat 8,89 persen pada Agustus 2016 dibandingkan pada Agustus 2015 8,72 persen. Berikutnya Kalimantan Timur 7,95 persen pada Agustus 2016 dibandingkan pada Agustus 2015 mencapai 7,50 persen. Kemudian Kepulauan Riau 7,69 persen pada Agustus 2016 dibandingkan pada Agustus 2015 mencapai 6,20 persen.

TPT terendah berdasarkan Provinsi dicatat oleh Povinsi Bali pada Agustus 2016 1,89 persen dibandingkan pada Agustus 2015 1,99 persen. Disusul Bangka Belitung 2,60 persen pada Agustus 2016 dibandingkan pada Agustus 2015 mencapai 6,29 persen. DI Yogyakarta 2,72 persen pada Agustus 2016 dibandingkan pada Agustus 2015 4,07 persen. Selanjutnya Sulawesi Tenggara 2,72 persen pada Agustus 2016 dibandingkan pada Agustus 2015 5,55 persen. (asr)

Share

Video Popular