Tahun ajaran baru musim gugur tahun ini, sebuah pelajaran yang khusus memperkenalkan Falun Gong telah dimasukkan dalam program pengajaran pada College of Lifelong Education di South Carolina University Aiken, Profesor Frank Xie Tian yang merupakan dosen dari Fakultas Ekonomi perturuan tinggi tersebut ditunjuk sebagai pengajar mata kuliah ini.

Yang menggembirakan bagi Profesor Frank, tidak hanya mahasiswa yang mendaftar dalam kelas itu jauh melampaui skala yang ditetapkan sebelumnya, bahkan para dosen pengajar lain, termasuk rektor, dokter setempat, pengajar yoga dan para staf perguruan tinggi itu pun ikut mendaftar untuk mengikuti kelas tersebut. Tanggal 7 September, sebanyak 29 orang mahasiswa mulai mengikuti pelajaran. Menurut informasi, ini adalah pertama kalinya perguruan tinggi AS membuka pelajaran Falun Gong.

Di ruang kelas, Profesor Frank memperkenalkan Falun Gong yang menyebarluas di dataran Tiongkok hingga tahun 1999 serta kebudayaan kultivasi di Tiongkok, juga kondisi penindasan yang dialami para praktisi Falun Gong di RRT, kemudian profesor mengajarkan metode latihan kepada para mahasiswa (lihat foto).

Menurut penjelasan Profesor Frank, jumlah mahasiswa yang mendaftar untuk mengikuti kelas pelajaran Falun Gong jauh melampaui skala yang direncanakan semula, sehingga pihak perguruan tinggi terpaksa memindahkan lokasi kelas ke gedung olahraga milik perguruan tinggi tersebut.

Profesor Frank mengatakan, “Awalnya yang mendaftar hanya 12 orang, kemudian bertambah menjadi 29 orang, kami terpaksa pindah ke gedung olahraga.” Mantan rektor South Carolina University Aiken bernama Thomas Holman juga mengikuti pelajaran ini. Thomas berkata, “Ini adalah pertama kalinya saya mengikuti pelajaran seperti ini, saya sangat senang mempelajari bagaimana menstabilkan mental saya, serta melakukan apa saja dengan penuh rasa tanggung jawab.”

Kelly Moshina menyatakan, berlatih Falun Gong membuatnya merasakan sangat rileks, dan turut merasa sedih atas penindasan yang dialami oleh para praktisi Falun Gong di Tiongkok.

Kelly berkata, “Saya merasa berlatih Falun Gong sangat bermanfaat untuk menghilangkan stres, pelajaran ini sangat menarik, dan informasinya sangat berbobot, berlatih di kelas ini telah membuat saya berhasil meredakan kesedihan saya ketika mendengar bahwa para praktisi (di Tiongkok) yang berlatih metode Gong yang murni ini ditindas hingga meninggal dunia, serta dirampas organ tubuhnya dalam keadaan hidup-hidup.”

Linda Soyars adalah salah seorang penanggung jawab di College of Lifelong Education, dia sangat berharap para mahasiswa dapat terus berlatih Falun Gong setelah kelas ini berakhir.

Linda berkata, “Saya telah merasakan telapak tangan saya menghangat, saya merasa mempelajari sejarah dan prinsip dasar Falun Gong memberikan makna yang sangat besar. Jika para mahasiswa dapat terus berlatih  setelah kelas berakhir, maka akan sangat bermanfaat bagi mereka semua. Menurut saya, keseluruhan pelajaran ini sangat penting untuk memahami latar belakang kebudayaan dan pemahaman sejarah Tiongkok.”

Kelly sendiri telah memutuskan untuk berpanutan pada prinsip “Sejati-Baik-Sabar” dan berkata, “Saya ingin menerapkan prinsip ajaran yang saya peroleh dari pelajaran Falun Gong ini di dalam kehidupan saya, dan menampilkannya dalam setiap hal yang saya perbuat, serta memperlihatkan ‘sabar’ dan ‘baik’ semaksimal mungkin.” (NTDTV/Sud/Yant)

Share

Video Popular