Dalam standar penilaian siswa berbakat dan gangguan dalam belajar secara fisik dan mental, sang siswa didefinisikan sebagai : Kelainan pada fungsi neuropsikologis yang menunjukkan koordinasi dari tindakan perceptual atau persepsi, penyampaian, penalaran, pemahaman, memori, perhatian dan kemampuannya menunjukkan masalah yang serius, sehingga menyebabkan kesulitan secara pendengaran, bicara, membaca, menulis, menghitung dan studi. Gangguan mereka bukan akibat langsung secara indera, kecerdasan, emosional dan gangguan lainnya atau kurangnya stimulasi budaya, pembelajaran yang tidak benar atau akibat langsung dari faktor lingkungan.

Ketidakmampuan belajar biasanya memiliki karakteristik sebagai berikut:

Disfungsi atau kelainan neuropsikologi : Pemahaman sebagian orang terhadap ketidakmampuan atau gangguan belajar, sebagian besar menebak dari arti harfiah, mereka pikir gangguan belajar adalah kesulitan dalam belajar, prestasi belajar yang buruk. Sebenarnya anak-anak yang memiliki gangguan belajar itu bukan karena keterbelakangan mental atau karena kemalasan dan tidak serius, yang menyebabkan kesulitan dalam belajar, namun, hal itu disebabkan tidak samanya jalur belajar pada otak, sehingga mereka harus belajar dengan pola yang tidak biasa dengan orang-orang pada umumnya. Saat ini, menurut pandangan para sarjana dan ahli tentang penyebab gangguan dalam belajar itu, bahwa hal tersebut dikarenakan gangguan pada struktur bagian dari lapisan korteks otak, sehingga koordinasi dari tindakan perceptual atau persepsi, penyampaian, penalaran, pemahaman, memori, perhatian dan kemampuan lainnya menunjukkan masalah yang serius.

Jenis gangguan dalam belajar : Perbedaan dari gangguan dalam belajar itu bervariasi, ada berbagai jenis gangguan belajar. Seperti gangguan aritmatika, disleksia (Contoh : Tom Cruise, Lee Kuan Yew), atau gangguan dalam menuklis (misalnya : Anderson) dan sejenisnya. Kemampuan baca-tulis orang-orang yang disebutkan ini relatif lemah, bagi mereka sangat sulit dan lamban dalam membaca simbol teks. Selain itu, ada juga sebagian dari gangguan belajar secara koordinasi motorik secara perceptual atau persepsi itu menunjukkan masalah yang serius. Misalnya: Kerap menjatuhkan barang, saat membungkuk untuk mengambil penghapus, kemudian benda lainnya seperti penggaris yang jatuh. Guru meminta mereka untuk menyalin pertanyaan ketiga di papan tulis, tapi mereka justru selalu menyalin pertanyaan kedua.

Perbedaan internal : Dibandingkan dengan keterbelakangan mental, cacad (hambatan) fisik, gangguan pandangan, visual, hambatan belajar dipandang sebagai suatu gangguan yang sangat sulit dideteksi, secara fisik mereka terlihat normal, bahkan ada yang superaktif dan lincah, sangat populer, secara umum sangat sulit diketahui secara fisik. Namun, jika diamati secara seksama, akan terlihat banyak “perbedaan internal”. Sebagai contoh: Ada anak yang pandai dalam hal teka-teki (game-menyusun potongan gambar), tetapi menjelaskan kosakata yang sederhana terpatah-patah tidak jelas.

Mengembangkan bakat : Gangguan dalam belajar bukan penyakit, melalui pendidikan yang sesuai, pemahaman secara empati dan dukungan serta penerimaan lingkungan, memungkinkan mereka melompati rintangan mereka sendiri dan mencapai keberhasilan. Jika mendapatkan bantuan individu yang tepat bersama dengan metode pengganti, dapat mengembangkan potensi bakat mereka, hingga mencapai keberhasilan itu. Contoh misalnya : Tom Cruise, Lee Kuan Yew, dan Churchill seperti yang disebutkan di atas dan tokoh lainnya itu merupakan tokoh-tokoh yang terkenal mengalami gangguan belajar tapi sukses dalam karier mereka masing-masing. (Epochtimes/Jhn/Yant)

Share
Tag: Kategori: KELUARGA

Video Popular