bayi-prematur-5

Pada hari Senin, tanggal 3 Oktober, ibu muda ini dilarikan ke rumah sakit persalinan yang telah mereka pilih untuk melahirkan Scarlett, yang berjarak 45 menit dari rumahnya.

Alyssa menulis, “Ketika kami tiba di rumah sakit, perawat yang baik itu memastikan saya nyaman … Setelah aku tenang, dokter kandungan datang untuk melakukan pemeriksaan.

Dia mengatakan kepada kami bahwa saya mungkin menderita rahim lemah atau tubuh saya mencoba untuk menggugurkan bayi perempuan kami yang cantik. “

Dia mengatakan bahwa dengan rahim lemah, mereka biasanya bisa melakukan prosedur untuk membuat jahitan agar leher rahim tertutup, tapi dalam kasus Alyssa itu tidak akan membuat perbedaan, dan itu mungkin akan membuat dia tidak akan hamil lagi.

Dia menambahkan, “Dia melakukan USG untuk memastikan Scarlett baik-baik saja, dan dia memang sehat. Dia adalah bayi yang sehat, bayi cantik. “

Staf medis memberi Alyssa magnesium dalam upaya untuk menjaga rahimnya tidak melebar lebih jauh dan agar dia dapat tidur, berharap bahwa tindakan tersebut akan cukup.

Sang kecil Scarlett masih menunjukkan tanda-tanda yang sehat dan normal, tapi hanya saja dia terlalu besar bagi leher rahim Alyssa untuk mendukungnya.

Inkompetensi serviks (satu kondisi dimana mulut rahim (serviks) mengalami pembukaan dan penipisan sebelum waktunya, sehingga tidak bisa menahan janin, dan mengakibatkan terjadinya keguguran atau kelahiran prematur) adalah kondisi umum yang mempengaruhi 1 dari setiap 100 wanita.

Hal ini sulit untuk diketahui lebih awal, tapi mungkin telah terdeteksi sebelumnya oleh tim medis Alyssa, karena dari awal ia dianggap kehamilan risiko tinggi.

Sayangnya, meskipun dengan magnesium,pada hari berikutnya leher rahim Alyssa terus melebar.

bayi-prematur-6

Dia menulis, “Saya tidak begitu ingat kapan waktunya mereka datang untuk memeriksa saya, tapi saya tahu itu di pagi hari. USG menunjukkan bahwa rahim saya melebar 5 cm dan pada dasarnya Scarlett dalam perjalanan untuk menemui kami … Saya merasa seperti saya telah gagal.

Saya merasa seperti saya telah gagal demi suami saya dan putri kami. Semua yang bisa saya keluarkan adalah “Maafkan saya, maafkan saya. Saya sangat menyesal. “

Saya harus mengulanginya terus belasan kali. Kami berdua menangis dan berdoa, berdoa dan menangis. Kami memberitahu keluarga kami dan teman-teman dekat kami tentang berita ini.

Kami mengatakan kepada mereka bahwa akan lebih baik untuk datang ke rumah sakit.

Kami dikelilingi oleh begitu banyak cinta hari itu.

Begitu banyak yang berdoa, dan begitu banyak cinta yang memenuhi kamar rumah sakit. “

Hanya 20 minggu dan 5 hari, bayi Scarlett masih terlalu muda untuk bertahan hidup; bayi prematur termuda yang pernah didokumentasikan dan bertahan hidup adalah James Elgin Gill, lahir pada usia 21 minggu dan 5 hari.

Alyssa dan Justin tahu akan bahwa bayi perempuan mereka tidak akan bertahan terlalu lama setelah persalinan, sehingga mereka memastikan keluarga dan teman-teman (digambarkan di atas) yang ada di ruang bersalin untuk mengatakan halo dan selamat tinggal buat sang kecil mereka.

Namun, mereka tetap berdoa untuk mukjizat.

Dia menulis, “Saat saya memeluknya, dia terengah-engah.

Saya mengatakan kepadanya bahwa saya sangat menyesal.

Saya bilang saya mencintainya.

Saya bilang tidak apa-apa saya rela dia pergi.

Melihat anak Anda sekarat dan mengetahui bahwa tidak ada yang dapat Anda lakukan untuk menyelamatkannya, itu adalah perasaan yang mengerikan.

Kau tak berdaya. Semua orang bergantian, mereka memeluknya.

Semua orang mencintainya. Yang pernah dia alami adalah cinta. “

Scarlett hanya dapat bertahan selama dua jam, tapi dalam dua jam tersebut, dia dipeluk dan dicintai serta dikunjungi oleh seluruh keluarganya, dan dipeluk serta di sayangi oleh ibunya sepanjang waktu.

Waktu singkat dia di dunia telah dibuat serangkaian foto-foto kelahiran yang indah oleh neneknya sendiri, yang sudah diberi sebuah “nama nenek.” Dia berencana untuk pergi dengan “Haha”, sehingga semua foto nya ditulis “Scarlett Haha “.

Bayi Scarlett tidak mendapatkan kesempatan untuk berkumpul lebih dari dua jam dengan keluarganya, tapi Alyssa memberikan bayi perempuannya sebuah tujuan yang kuat.

Dia mendorong sesama ibu untuk berbicara tentang keguguran dan bayi meninggal sesudah lahir, dan membuka diri tentang inkompetensi serviks.

Harapannya adalah bahwa dengan meningkatkan kesadaran, banyak ibu-ibu yang akan melakukan diagnosis lebih dini, dan akan lebih sedikit kehilangan bayi sehat.(NTDTV/Lim/Yant)

Share

Video Popular