Seseorang akan menjadi sangat bingung dan frustasi jika ia mendengar bahwa tidak ada lagi makanan yang baik untuknya. Maka saatnya untuk mengakhiri kebingungan dan memahami mengapa makanan dapat membuat Anda sakit, dan bagaimana cara anda mengatasinya.

Kondisi tanah

Untuk makan makanan yang mengandung kadar vitamin, mineral, probiotik, dan enzim yang tinggi, maka harus ada profil hara tanah yang kuat untuk mendukung produksi makanan berkualitas tinggi. Ini adalah masalah besar pada sebagian besar perkebunan saat ini.

Sejak ‘Big Agriculture’ (perkebunan secara besar-besaran) menjadi hal yang normal dan dibutuhkan untuk memenuhi makan penduduk dunia, kondisi tanah di seluruh dunia telah memburuk dengan cepat akibat memusatkan perhatian untuk mendapatkan jumlah hasil panen yang optimal namun bukan kualitas hasil panen yang optimal.

Apa yang dilakukan petani untuk mengoptimalkan jumlah hasil panen?

• Terus-menerus menanam supaya lebih banyak panen

• Memberi pupuk sintetis supaya tanaman menjadi lebih besar

• Memberi herbisida sebelum menanam, dan pada tahap awal perkembangan tanaman untuk
‘membasmi tanaman lain yang tidak diinginkan’

• Memberi pestisida pada tahap akhir untuk membunuh serangga yang memakan hasil panen

Semua proses ini dapat meningkatkan jumlah hasil panen, namun melemahkan profil hara tanah sehingga menghasilkan produk berkualitas rendah dan rasa yang kurang enak. Hal ini akan mengurangi zat gizi yang Anda butuhkan, dan Anda menimbun residu kimia di dalam tubuh Anda.

Jika Anda ingin menghindari bahan pangan yang tumbuh di kondisi tanah yang buruk, maka mulailah berkebun organik sendiri untuk memenuhi kebutuhan anggota keluarga Anda, atau Anda mendukung petani lokal bermodal kecil yang tidak melakukan salah satu praktik tersebut di atas berkaitan dengan perlakuan tanah.

Rekayasa genetik

Apa itu rekayasa genetik?:

“Rekayasa genetik adalah hasil proses laboratorium di mana gen DNA satu spesies diekstrak dan secara artifisial dipaksakan ke gen tanaman atau hewan yang tidak berhubungan. Gen asing dapat berasal dari bakteri, virus, serangga, hewan atau bahkan manusia. Karena melibatkan transfer gen, rekayasa genetik juga dikenal sebagai organisme “transgenik”.

” Rekayasa genetik saat ini dilakukan di sebagian besar makanan olahan di Amerika Serikat, bahkan FDA atau (BPOM Amerika Serikat) tidak memberi label transgenik di daftar bahan makanan. Bahan makanan hasil rekayasa genetik dilarang beredar di Eropa dan tempat lain. Jika Anda membeli makanan dari restoran biasa atau supermarket di tempat yang tidak ada larangan tersebut, mungkin saja Anda makan makanan hasil rekayasa genetika”.

Apakah rekayasa genetik berbahaya? Menurut Academy of Environmental Medicine:

“Beberapa penelitian pada hewan menunjukkan bahwa bahan pangan hasil rekayasa genetik mengakibatkan risiko kesehatan yang serius, seperti ketidaksuburan (infertilitas), masalah kekebalan tubuh, mempercepat proses penuaan, rusaknya pengaturan insulin, dan perubahan organ utama dan sistem pencernaan”.

Rekayasa genetik adalah sebuah eksperimen sosial yang besar dengan akibat yang mengerikan bagi pasokan makanan kita.

Jika Anda tidak ingin menjadi korban, maka Anda harus mencari tahu apa itu rekayasa genetik dan carilah label makanan yang bukan hasil rekayasa genetik atau cari petani penghasil pangan yang bukan hasil rekayasa genetik yang dapat Anda percaya untuk membatasi paparan terhadap bahan pangan rekayasa genetik.

Herbisida, pestisida, dan pupuk

Apakah Anda ingin saya semprotkan zat kimia di seluruh tubuh Anda? Apakah Anda pikir zat kimia itu akan membuat Anda ‘sakit’, dan mengakibatkan keracunan dan kerusakan zat gizi yang penting di dalam tubuh Anda?

Sekarang Anda paham apa yang dirasakan oleh tanaman ketika tanaman disemprot oleh zat kimia.

Dasar pemikiran bahayanya zat kimia yang terkandung di dalam bahan makanan adalah menyuntikkan zat kimia (pupuk sintetis) ke dalam tanah, kemudian menaburkan herbisida di atas tanah (pemberian herbisida sebelum menanam), memberi herbisida pada awal menanam (pemberian herbisida setelah menanam), dan memberi pestisida pada tahap akhir, dengan demikian bukankah tanaman menjadi banyak terpapar dengan zat kimia yang berbahaya?

Kita kemudian makan makanan yang menyerap zat kimia ini yang sudah pasti akan meningkatkan kadar racun di dalam tubuh kita.

Jika Anda tidak ingin menjadi korban, maka tanamlah sendiri tanaman penghasil bahan pangan yang Anda inginkan, atau carilah label makanan yang bukan hasil rekayasa genetik atau carilah petani penghasil bahan pangan yang bukan hasil rekayasa genetik dan memastikan yang dihasilkannya itu adalah bahan pangan yang bersih dan organik (bebas dari produk zat kimia).

Antibiotik dan hormon

Bagaimana dengan hewan ternak yang makan tanaman hasil rekayasa genetik dan terpapar zat kimia yang berbahaya serta disuntik antibiotik dan hormon?

Inilah kenyataan yang ada bagaimana makanan membuat Anda sakit akibat proses yang terjadi sebelum hadir di dalam piring Anda.

Ketika mempertimbangkan makan protein hewani, Anda harus menyadari bahwa sebagian besar hewan ternak diberi makan biji-bijian hasil rekayasa genetik, dan disuntik antibiotik dan hormon. Hal ini akan meruntuhkan ekologi dan sistem pencernaan di dalam tubuh ketika Anda makan, dan juga akan memengaruhi hormon sehingga menyebabkan banyak kondisi yang tidak diinginkan.

Jika Anda ingin makan daging hewan yang baik, maka pilihlah daging sapi atau ayam organik yang makan pakan organik dari pemasok yang anda kenal dan percaya.

Proses pengolahan

Sebagian besar makanan yang dijual adalah dalam bentuk biji-bijian dan daging yang sudah tidak mengandung zat gizi dan disuntik dengan peningkat rasa, pengawet, dan stabilisator. Akibatnya, makanan itu menjadi makanan yang beracun dan tidak mengandung zat gizi akibat proses pengolahan.

Proses pengolahan juga mengubah struktur beberapa bahan pangan dengan cara yang membuatnya tidak memberi manfaat apa pun untuk fisiologi manusia.

Contohnya susu sapi. Setelah dipasteurisasi, zat gizi yang terkandung di dalam susu sapi seperti enzim dan bakteri baik telah hilang semuanya, dan juga mengubah struktur molekul lemak susu sapi sehingga menjadi terlalu besar untuk diserap oleh saluran usus manusia sehingga tidak bermanfaat bagi Anda dan malahan akan menghasilkan racun dalam usus Anda.

Solusinya: Hindari makanan yang mengalami proses pengolahan. Gunakan waktu untuk menghasilkan makanan sendiri.

Anda harus memiliki pilihan

Anda perlu memahami bahwa tidak ada yang mencoba untuk mengambil ‘makanan’ Anda. Individu yang akrab dengan industri makanan dan zat gizi yang tepat hanya mencoba untuk melindungi Anda dari pilihan buruk untuk Anda atau keluarga yang memperburuk kesehatan. Individu tersebut ingin Anda menjadi mandiri dan “cerdas dalam memelihara kesehatan”.

Jika Anda berpikir pasokan makanan tidak menyebabkan masalah, maka pikirkan bahwa Anda harus menelan obat resep akibat pilihan makanan yang buruk untuk mengatasi nyeri atau masalah kesehatannya dibandingkan dengan seseorang yang tidak pernah menyentuh obat.

Ini saatnya untuk mulai berpikir mengenai kata-kata taman, alami, organik, diproses, dan tidak berubah. Memahami bahan makanan yang Anda harus menghindari.(Epochtimes/Vivi/Yant)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular