Manusia Raksasa, Makhluk yang Rapuh

Tidak seperti dalam mitos tentang manusia raksasa yang perkasa, ternyata mereka adalah makhluk yang rapuh. Byrne misalnya meninggal pada usia 22 tahun.

Sementara itu, mereka yang memiliki gen namun tidak meraksasa memang tidak pernah menghadapi masalah kesehatan. Tetapi, para raksasa itu bisa mati dari karena jantung atau perdarahan. Para ilmuwan berharap pekerjaan mereka akan membantu menemukan mereka yang berisiko dengan gen tersebut.

Tidak ada yang tahu dari mana sebenanya kemunculan para manusia raksasa ini, tapi memang ada banyak manusia raksasa yang di tempatkan di ruangan rahasia dan tersebar di seluruh dunia.

Penderita tubuh raksasa paling terkenal adalah Charles Byrne, dari Drumullan, County Tyrone, yang membuat sensasi di London pada 1782 silam. Dia menjadi bintang di pertunjukan orang aneh. Tapi ia meninggal pada usia 22 tahun karena menjadi pecandu minuman keras akut, hanya setahun setelah kedatangannya di London.

Tampak pada gambar diatas sebuah kerangka dengan tinggi 7 kaki 7 inchi atau 2,31 meter, pemilik dari kerangka itu adalah Charles Byrne, yang dilestarikan oleh seoang adalah kolektor. Peneliti mengumpulkan DNA dari giginya. (Sumber : ALAMY).
Tampak pada gambar diatas sebuah kerangka dengan tinggi 7 kaki 7 inchi atau 2,31 meter, pemilik dari kerangka itu adalah Charles Byrne, yang dilestarikan oleh seoang adalah kolektor. Peneliti mengumpulkan DNA dari giginya. (Sumber : ALAMY).

Byrne yang memiliki nama panggung OBrien ini lahir di Littlebridge, Irlandia Utara, pada 1761. Setelah meninggal dunia, tubuhnya dibeli oleh ahli bedah John Hunter. Tulang Byrne saat ini tersimpan di Hunterian Museum.

Ilmuwan Inggris dan Jerman melakukan penelitian dari ekstraksi DNA Byrne yang dicocokkan dengan empat keluarga di Irlandia Utara. Mereka menemukan sebuah versi mutan dari gen protein aryl hydrocarbon-interacting protein (AIP) yang sama.

Variasi gen tersebut memicu pertumbuhan tumor pada kelenjar pituitari di dasar otak. Diantara banyak fungsi, kelenjar itu juga melepaskan hormon yang mengatur pertumbuhan. Hingga saat ini, ilmuwan mengklaim mutasi gen tersebut juga diderita 200 hingga 300 manusia di seluruh dunia.

“Awalnya kami merasa ragu, namun berdasarkan pertumbuhan data dan identifikasi keluarga yang terinfeksi gen ini, kami menemukan bahwa memang benar bahwa gen ini terus berlanjut di masyarakat sekarang,” kata Profesor Marta Korbonits dari London School of Medicine and Dentistry.

Dalam hal pengungkapan secara keseluruhan, banyak temuan fakta yang saya pikir tidak masuk akal, hanya orang bodoh yang akan mencari faktanya dengan penipu. Untuk mengetahui kebenaran dari kasus terkait itu adalah berasal dari pengungkapan pribadi untuk menemukan pemahamannya.

Pengungkapan dari sumber pemerintah, militer, atau agama, hanya akan memberitahu kita tentang proses mereka, bukan dari kasus itu sendiri.

Setiap kali membahas masalah ini, master hipnotis / hypnotherapist dan psikoterapi Barbara Lamb akan mengatakan, “kita sendiri adalah pengungkap itu.”  (Secretchina/Chen Gang/joni/rmat)

TAMAT

Share

Video Popular