JAKARTA – Presiden Joko Widodo mendatangi dan bertemu dengan pengurus PBNU di kantor pusat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya Nomor 104, Jakarta Pusat, Senin (7/11/2016) sore.

Pada pertemuan itu Presiden Joko Widodo didampingi Mensesneg Pratikno bersua dengan KH. Ma’ruf Amin (Rais Am PBNU), KH. Masdar Farid Mas’udi (Rais Syuriyah PBNU), KH. Said Aqil Siroj (Ketua Umum PBNU), dan Ir. H. A. Helmy Faishal Zaini (Sekretaris Jenderal PBNU).

Pada kunjungannya, Jokowi mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus NU dari pusat hingga daerah yang telah memberikan pernyataan mendinginkan dan menyejukan suasana sehingga pada saat demo 4 November lalu yang lalu hingga sore berlangsung dengan damai.

Pada kesempatan itu, Jokowi menuturkan bahwa NU adalah penyangga utama dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), penyangga utama Pancasila, keberagaman, dan kerukunan antar umat beragama.

Menurut Jokowi, pada pertemuan dibahas banyak hal yang perlu diselesaikan secara bersama-sama antara pemerintah dengan NU di lapangan. Terutama yang berkaitan dengan ekonomi keumatan dan radikalisme. “Saya kira banyak hal yang nanti bisa kita lakukan bersama NU dan pemerintah,” kata Presiden.

Tak hanya sowan ke PBNU, Presiden Joko Widodo bertemu dengan pengurus Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Namun dikarenakan Ketum PP Muhammadiyah Haidar Nashir masih di Ambon, maka pertemuan digelar pada Selasa 8 November 2016. (asr)

Share

Video Popular