Dari sisi keunggulan maupun keburukan prestasi siswa di sekolah, di samping kurikulum dan kualitas kualitas pendidik, suasana sekolah secara keseluruhan juga sangat penting.

Sebuah studi bersama antara Amerika dan Israel menyebutkan, bahwa sekolah yang dapat menciptakan suasana yang menyenangkan, dapat meningkatkan performa akademik siswa, dan ini tidak ada hubungannya dengan status ekonomi sosial sekolah, demikian juga dengan sekolah di wilayah berpenghasilan rendah dapat menciptakan sekolah yang menyenangkan, sehingga memberi dampak positif pada prestasi siswa.

Dari sisi suasana  sekolah yang menyenangkan, contoh ril dari laporan National Public Radio Amerika-NPR mengatakan, di sebuah Sekolah Dasar di Arkansas, selalu diadakan pertemuan akbar antara guru dan murid setiap pagi, mereka bernyanyi bersama, belajar tentang hal-hal yang berhubungan dengan seniman, musisi dan pengetahuan mingguan tentang kota-kota internasional.

Pertemuan ini juga mencakup kegiatan hari perayaan dan memilih seorang “siswa harian” (Student of the Day). Pertemuan seperti ini dan kebijakan lain yang diadopsi oleh sekolah bersangkutan, menciptakan nuansa kebersamaan dan kebahagiaan, yang merupakan bagian dari apa yang disebut sebagai suasana sekolah oleh para ahli.

Dalam studi ini, peneliti menganalisis 78 studi antara kurun tahun 2000 dan 2015 terkait suasana sekolah, dengan maksud menganalisis hubungan antara iklim sekolah, faktor ekonomi dan sosial dan kinerja akademik. Suasana sekolah mengandung karakteristik sekolah, termasuk tingkat kerjasama antara siswa, guru dan pengurus (sekolah).

Studi ini menemukan, bahwa iklim sekolah yang positif (yaitu antara siswa, orang tua, staf sekolah yang saling menghormati satu sama lain dan dukungan dari orang lain, serta memiliki tujuan pendidikan yang sama) memang dapat meningkatkan performa siswa, dan ini tidak hanya terbatas pada wilayah dengan kondisi ekonomi yang lebih baik.

Sekolah yang menawarkan kelas yoga dari perumahan elite di Beverly Hills, California, mungkin memiliki suasana yang positif, namun, sebagian besar siswa yang bisa mendapatkan makan siang gratis di sekolah umum juga memiliki suasana seperti itu. Studi ini menyebutkan, bahwa sekolah yang memiliki lingkungan yang lebih positif cenderung memberi dampak negatif pada performa siswa dalam kondisi ekonomi sosial yang relatif lebih rendah.

Sayangnya, ditilik dari sudut pandang ilmiah, sulit mendefisinisikan faktor yang membangun suasana positif di sekolah, jadi studi ini sangat sulit untuk membantu sekolah secara konkret menuju ke arah ini. Namun, mereka yang bergelut di bidang pendidikan seharusnya memahami, bahwa secara pencapaian performa akademis, menciptakan suasana yang menyenangkan bagi siswa untuk belajar, sama pentingnya dengan revisi kurikulum. (Epochtimes/Jhn/Yant)

Share

Video Popular