Dengan menganalisis miliaran data, kecerdasan buatan yang telah matang secara bertahap telah terintegrasi ke dalam banyak produk teknologi, seperti robot, layanan suara, layanan kognitif dan sebagainya.

Namun, terkait kecerdasan buatan ini apakah kelak akan mempengaruhi kehidupan manusia?

Wakil presiden senior Microsoft dan Dekan Research Asia, Dr. Hsiao-Wuen Hon mengatakan, bahwa kecerdasan buatan memang akan membawa perubahan pada kehidupan manusia, tetapi sama halnya seperti ponsel cerdas, akan membuat hidup lebih praktis dan nyaman, tidak akan berdampak negatif.

Dr. Hsiao-Wuen Hon mengatakan, bahwa seiring dengan peningkatan teknologi hardware, sejumlah besar data yang tidak bisa digali dengan kemampuan manusia di masa lalu, sekarang bisa diselesaikan dalam waktu singkat dengan bantuan mesin.

Cepatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan bahkan mampu melakukan pengenalan gambar dan analisis hingga pada tingkat pixel.

Menurut Dr. Hsiao-Wuen Hon, kecerdasan buatan memang dapat mengubah cara interaksi dan pola prilaku manusia, sekaligus juga membawa kehidupan yang lebih praktis dan nyaman, tapi manusia tetap tak tergantikan.

Microsoft menekankan, bahwa dalam bidang kecerdasan buatan, Microsoft berharap kecerdasan buatan bisa demokratisasi, dan menjadi aplikasi seperti dalam bidang otomotif, keuangan, enabler dalam industri medis, agents, aplikasi, layanan dan infrastruktur dan lainnya, sehingga kecerdasan buatan lebih familiar dan dapat digunakan oleh semua orang adalah tujuan kami. (Epochtimes/Lǚ Mei-qi/joni/rmat)

Share

Video Popular