Donald Trump menjadi orang Amerika pertama yang menjadi presiden tanpa memiliki pengalaman di bidang politik. Dan istrinya Melania menjadi wanita pertama AS yang lahir di negara asing setelah berselang 190 tahun lamanya.  Dengan masuknya Trump ke Gedung Putih, Melania juga akan menjadi pusat perhatian masyarakat.

Central News Agency memberitakan, setelah Donald Trump terpilih menjadi presiden, keluarganya yang mirip keluarga bintang film juga memiliki kesempatan untuk tinggal di Gedung Putih. Politik Washington nantinya akan berubah, namun yang menjadi pusat perhatian sekarang adalah istrinya Melania Trump, masyarakat sudah mulai berspekulasi tentang siapa ini sebenarnya wanita yang nantinya akan menjadi wanita pertama AS ini ?

Melania yang sekarang berusia 46 tahun berasal dari Republik Slovenia. Pada 1996 ia datang ke New York untuk mengembangkan karir di bidang modeling. Pada 2005 ia menjadi istri ketiga dari Trump dan pada tahun berikutnya lahirnya anaknya yang diberi nama Barron Trump dan ia pun resmi berstatus sebagai warga negara AS.

Melania (bergaun putih) akan menjadi wanita pertama AS. (Mark Wilson/Getty Images)
Melania (bergaun putih) akan menjadi wanita pertama AS. (Mark Wilson/Getty Images)

Di pertemuan Republican National Committee, Melania mulai menjadi perhatian umum saat ia untuk pertama kalinya muncul dalam memberikan dukungan kepada suaminya yang ikut mencalonkan diri sebagai presiden.

Selama masa kampanye, ia pun terus berprofil rendah, namun ia muncul mendampingi Trump saat media televisi mengadakan wawancara khusus soal ucapan Trump yang dianggap merendahkan martabat kaum wanita. Mendukung dan membantu Trump keluar dari kepungan dan beberapa kali muncul dalam kampanye Trump di hari-hari menjelang pemilu.

Opini publik menilai bahwa citra diri Melania yang lembut menjadi nilai tambah bagi Trump yang berjiwa keras. Ia rela menjadi ‘bamper’ bagi kepentingan suaminya menunjukkan bahwa ia akan mampu  untuk mengemban predikat wanita pertama AS.

Melania Trump akan menjadi perhatian publik. (Chip Somodevilla/Getty Images)
Melania Trump akan menjadi perhatian publik. (Chip Somodevilla/Getty Images)

Melania pada 3 November 2016 di depan para pendukung suaminya mengatakan, “Jika saya berkesempatan untuk menjadi wanita pertama, kita akan berusaha untuk menemukan cara yang lebih efektif dalam memberi penghargaan dan mendukung anak-anak kita agar mereka memiliki moral-moral dasar yang bagus. Putra atau putri yang berusia 12 tahun sudah belajar mengejek, mengintimidasi dan menyerang lawan membuat kita tidak dapat menerimanya. Apalagi itu terjadi di tempat-tempat bermain, itu lebih buruk dampaknya. Melakukan intimidasi melalui internet bahkan menyembunyikan nama pelaku lebih-lebih tidak dapat diterima oleh kita semua”.

Melania akan menduduki wanita pertama AS, publik tidak bisa tidak ingin juga membandingkannya dengan kedua First Lady AS sebelumnya, Michaelle Obama dan Laura Bush.

Bagaimana bangunan di bagian timur Gedung Putih nantinya setelah diisi Melania yang pernah menjadi selebriti model, memancing rasa penasaran. Tetapi penilaiannya terhadap rasa dan gaya dalam berpakaian yang ia miliki mungkin juga bisa menjadi perhatian baru dari Gedung Putih.

Kota kecil Sevnica di Slovenia yang dihuni oleh sekitar 5.000 penduduk merupakan kampung halaman Melania. Kota itu lebih terkenal dengan industri pakaian dalam wanita dan alat-alat keperluan kaum wanita, serta sebuah benteng tua yang sudah berusia 900 tahun.

Sebuah kafe yang terletak di pusat kota pada 9 November pukul 04 EST sudah mulai beroperasi.

Bangunan kecil yang terletak tidak jauh dari stasiun KA itu sudah dipadati oleh penduduk yang bersorak sorai menyambut perhitungan suara. Bahkan suara sumbat botol sampanye yang sedang dicabut, tepuk tangan dan suara tawa lebih keras terdengar begitu siaran televisi menunjukkan Trump sedang unggul atas Hillary.

Setelah Trump ditetapkan sebagai pemenang, seorang pria di sana mengatakan,“Trump sudah menang”.

Lalu 3 orang wanita yang duduk di depan meja kasir ikut menyahut, “Hebat, hebat sekali !”, dan beberapa orang lainnya dalam suasana gembira meneriakkan, “Hebat ! Kita semua ikut menang !” (sinatra/rmat)

Share

Video Popular