Para ilmuwan telah menemukan bahwa di masa lalu pernah ada alam semesta lain sebelum adanya alam semesta tempat hunian kita sekarang, atau lebih tepatnya adalah “fase kosmologikal.”

Menurut argument penulis penelitian ini, “Pola itu menyiratkan bahwa ekspansi alam semesta akan berhenti, kemudian diikuti oleh fase kontraksi lain. Ini adalah tahap di mana alam semesta akan mulai berkembang lagi.

Para ahli yakin bahwa mereka telah menemukan sesuatu yang eksis sebelum Big Bang. Menurut para ahli Kanada dan Mesir, alam semesta kita memiliki empat siklus yang berbeda, dan akan melalui empat tahap ini.

Dari hitungan matematika terkait para ilmuwan dapat menyimpulkan, bahwa pernah ada fase kosmologikal lain sebelum Big Bang. Dengan kata lain, ini adalah bentuk lain dari alam semesta. Meskipun kita percaya alam semesta akan terus berkembang, tapi menurut teori mekanika kuantum yang baru, satu perubahan akan menghentikan ekspansi ini, artinya alam semesta akan menyusut dulu jika ingin kembali berkembang lagi.

Untuk mencapai kesimpulan ini, para ahli menggunakan pendekatan yang disebut modified GUP menggabungkan mekanika kuantum dan kosmologi.

Menurut salah satu peneliti, Profesor Faizal, “Dalam model kosmologi kami alam semesta kita tidak dimulai dengan big bang, tapi ada fase transisi dari satu fase alam semesta ke yang lain.”

Makalah yang disebut “Non-singular and Cyclic Universe from the Modified GUP”, yang ditulis oleh Maha Salah, Faycal Hammad, Mir Faizal, dan Ahmed Farag Ali memang super kompleks.

Menurut profesor Faizal dan timnya, bahwa ada fase sebelum big bang dalam model kosmologis ini, dan untuk tahu tentang fase alam semesta itu, para ahli mempelajari fisika fase alam semesta kita saat ini.

Seperti yang dijelaskan oleh Profesor Faizal, “alam semesta model kami ini tidak dimulai dari Big Bang, tapi transisi dari satu tahap ke tahap lainnya.”

Hal ini dimungkinkan karena alam semesta bisa eksis dalam empat fase yang berbeda, seperti air biasa bisa eksis dalam tiga fase yang berbeda. Sama seperti kita dapat mengetahui tentang sifat-sifat es, dengan mempelajari air yang terbentuk dari itu, kita bisa tahu tentang kosmologi pra big bang dengan mempelajari fisika alam semesta ini.

Dalam model mereka, para ilmuwan telah mampu mempelajari keadaan pra Big Bang alam semesta. Persamaan dalam model mereka memprediksi bahwa ekspansi alam semesta akan berhenti dan kemudian akan segera diikuti oleh fase kontraksi. Ketika persamaan diekstrapolasi melampaui tingkat maksimum kontraksi, akan ada siklus pemandangan alam semesta. Sementara itu, kosmolog lainnya juga mengemukakan tentang keadaan kontraksi dan Big Bang, tetapi itu semua merupakan model singularitas.

Singularitas buruk dalam fisika karena mereka menunjukkan tempat di mana hukum fisika dipatahkan. Sementara model kosmologi baru ini jauh dari singularitas tersebut. Oleh karena itu, kita dapat mempelajari alam semesta menggunakan prinsip ketidakpastian-GUP, dengan dengan demikian singularitas big bang dapat dihindari dengan dimodifikasi menggunakan koreksi-GUP untuk kosmologi tersebut. (Secretchina/Chen Gang/joni/rmat)

Share

Video Popular