Dahulu ada seorang laki-laki yang bertemu dengan seorang teman lama yang telah meninggal, sekarang menjadi pejabat di akhirat. Dia mengambil kesempatan bertanya kepada sahabatnya ini: “Saya mendengar nasib orang sudah ditakdirkan sebelum kematiannya, apakah hal ini benar?”

Pejabat ini mengatakan: “Ya benar, tapi hanya terhadap kehidupan miskin atau kaya, umur panjang atau pendek, Jika seperti yang digambarkan dalam legenda Tiongkok, dapat memprediksi hari ini akan makan apa, ini hanya benar-benar permainan trik peramal nasib saja. Jika dapat meramalkan nyawa orang yang begitu rumit dengan tepat, saya rasa harus menggunakan bumi ini sebagai rak buku, juga tidak dapat memuat buku-buku tersebut. “

Dia bertanya lagi: “Nasib orang sudah ditakdirkan, apakah dapat diubah?”

Pejabat tersebut menjawab: “Dapat , hanya dengan giat berbuat kebaikan dan beramal maka nasib bisa berubah; membuat kejahatan besar juga bisa berubah ..”

Dia bertanya lagi: “Kesempatan yang mengubah takdir ini siapa yang memutuskan dan siapa yang akan merubahnya?”

Pejabat menjawab: “Ini benar-benar ditentukan oleh mereka sendiri, diri sendiri yang mengubah, dewa dan hantu tidak berhak ikut campur.”

Dia bertanya: “Mengapa karma kadang-kadang menjadi kenyataan, kadang-kadang tidak terwujud?”

Pejabat menjawab: “Di dunia ini biasanya hanya ditentukan berdasarkan perbuatan baik dan jahat dalam kehidupannya, menderita nasib buruk dan baik juga ditentukan berdasarkan kehidupannya. Sedangkan di neraka, menentukan perbuatan baik dan jahatnya akan memperhitungkan perbuatan baik dan jahat pada masa hidupnya. Sedangkan memperhitungkan keberuntungan dan kemalangannya harus melibatkan keberuntungannya dan kerugiaannya saat reinkarnasi, jadi kadang-kadang menjadi kenyataan, tetapi terkadang tidak terwujud”..

Dia bertanya lagi: “Melakukan hal baik dan jahat yang sama, mengapa menderita karma sering berbeda?”

Pejabat mengatakan: “Ini berdasarkan ditentukan takdirnya. Seperti naik pangkat, ada orang yang naik pangkat menjadi perdana menteri, ada orang yang naik pangkat hanya menjadi kepala bagian saja. Sehingga dapat disimpulkan hal yang sama dan dapat menghasilkan hasil yang berbeda. “

Dia bertanya: “Jadi perjalanan retribusi karma baik mendapat keberuntungan dan karma jahat menderita, mengapa tidak membiarkan orang terlebih dahulu tahu?”

Pejabat mengatakan: “Situasi tidak memungkinkan, jika orang tersebut terlebih dahulu mengetahuinya, dia akan selalu tergantung pada nasib, tidak ingin melakukan apa lagi, tidak ada semangat lagi.

Dia bertanya: “Tapi mengapa kadang-kadang, Dewa sesekali mengungkapkan sedikit hukum karma kepada manusia supaya mengetahuinya?”

Pejabat mengatakan: “Itu juga sengaja ditargetkan, memberi tahu kepada orang-orang mengenai adanya hukum karma, jika tidak orang akan berpikir tidak ada dewa, mereka dapat melakukan sesuatu di tempat tersembunyi dan ditempat tidak ditemukan orang, dan mereka akan dengan berani melakukan apapun yang mereka inginkan. “

Share
Kategori: Uncategorized

Video Popular