Donald Trump telah memenangkan kursi presiden AS dalam pemilu yang dilakukan pada Selasa (8/11/2016). Bagaimana kelak ia menangani isu nuklir Korea Utara telah menjadi salah satu topik yang menarik perhatian banyak pihak.

Pada saat kampanye ia pernah menyebutkan bahwa Tiongkok paling berpengaruh sehingga intervensi ke Korut perlu lebih diaktifkan demi memecahkan masalah. Namun, apakah ini dapat diartikan bahwa Trump akan mencampakkan isu nuklir Korut dan membiarkan masalah sulit itu diatasi oleh Xi Jinping ?

Media Korea Selatan ‘Yonhap’ melaporkan, Trump menganggap Ketua Partai Buruh Korut Kim Jong-un sebagai ‘orang tidak waras’ dan tidak akan mentolerir negara itu memiliki senjata nuklir.

Tetapi saat diwawancarai oleh Reuters pada Mei tahun ini ia mengatakan bahwa ia bersedia untuk berdialog dengan Kim Jong-un. Selain itu, Trump juga pernah menyebutkan bahwa pihak berwenang Beijing memiliki pengaruh mutlak di Korea Utara, sehingga Tiongkok harus tampil ke depan untuk menyelesaikan masalah nuklir tersebut.

Penasihat urusan luar negeri Trump Walid Phares dalam wawancaranya dengan Yonhap pada Mei lalu menjelaskan bahwa Trump memiliki 4 tahapan strategi untuk menyelesaikan isu nuklir Korut .

Pertama adalah merasionalisasi hubungan dengan Korea Selatan. Memperkuat landasan persekutuan. Tahap kedua adalah memperkuat mekanisme kerjasama dengan Jepang dan sekutu lainnya di kawasan. Tahap ketiga adalah memromosikan Tiongkok dan Rusia untuk menekan Korut. Tahap keempat adalah jika Korut terus melakukan ancaman terhadap AS, maka AS akan bekerja dengan sekutunya untuk bertindak lebih represif.

Laporan itu mengatakan bahwa ucapan Trump mengenai isu Korea Utara 16 tahun silam itu kembali menarik perhatian masyarakat. Dalam buku yang diterbitkan Donald Trump pada tahun 2000 itu, ia pernah mengatakan bahwa ia sudah menyiapkan cara untuk mengatasi masalah nuklir dan menghancurkan reaktor nuklir Korea Utara.

Namun para ahli percaya bahwa baik itu akan disebut kebijakan nuklir Trump atau ide Trump untuk mengatasi isu nuklir Korut, kontur awalnya baru akan muncul setelah tim kerja presiden baru dan tim staf keamanan diplomatik sudah dibentuk. diteliti dalam waktu yang relatif panjang. (Sinatra/rmat)

Share

Video Popular