Para peneliti telah menemukan bahwa perawatan akupunktur dapat meningkatkan rasio kelahiran hidup dan kehamilan bagi para ibu yang menjalani prosedur fertilisasi in vitro (IVF), suatu perawatan untuk infertilitas.

Banyak studi terbaru yang menyimpulkan bahwa akupunktur dapat meningkatkan kesuburan, tapi ada satu studi yang baru-baru ini menyelidiki tingkat keberhasilan Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT) dari sudut diagnosis yang berbeda. Mereka menemukan bahwa dua jenis diagnosis lebih mungkin untuk merespon tingkat keberhasilan yang lebih tinggi. Kaum ibu yang didiagnosis dengan defisiensi ginjal atau stagnasi Qi hati, memiliki tingkat keberhasilan yang lebih tinggi daripada mereka yang didiagnosis dengan sindrom dahak lembab.

Peneliti mengamati tiga kelompok utama para ibu yang menjalani prosedur IVF dengan transplantasi embrio. Kelompok A terdiri dari 82 ibu dengan kasus sindrom defisiensi ginjal. Kelompok B terdiri dari 74 ibu dengan stagnasi Qi hati, dan kelompok C terdiri dari 54 ibu dengan sindrom dahak lembab. Elektro-akupunktur diterapkan kepada ketiga kelompok ini. Semua kelompok diuntungkan dari elektro-akupunktur, seperti yang diukur secara statistik memiliki tingkat keberhasilan, dan diukur secara laboratorium dengan peningkatan rasio HLA-G dalam darah dan embrio, sebuah prediksi protein kehamilan yang lebih tinggi dan tingkat kelahiran hidup.

Pada tahun lalu, banyak sekali penelitian telah mencapai kesimpulan yang sama. Para peneliti dari University of Maryland School of Medicine menyimpulkan bahwa akupunktur meningkatkan angka kehamilan untuk ibu yang menjalani IVF di klinik medis yang dinyatakan memiliki tingkat keberhasilan yang rendah.

Sebuah meta analisis dari 16 pengujian klinis yang terdiri dari 4.021 subyek mengungkapkan, akupunktur berhasil meningkatkan angka kehamilan di klinik yang memiliki tingkat keberhasilan IVF lebih rendah dari 32%. Studi ini menyimpulkan bahwa dalam skenario klinis di mana rasio kehamilan yang rendah, akupunktur dapat efektif meningkatkan rasio kehamilan.

Dalam studi lain pada kaum ibu yang pernah menjalani setidaknya 2 kali perawatan kesuburan IVF yang tidak berhasil, menyimpulkan bahwa akupunktur dapat meningkatkan rasio keberhasilan prosedur IVF, baik pada kelompok yang mendapat perawatan pura-pura maupun yang terkontrol. Kelompok akupunktur memiliki tingkat keberhasilan 35,7% sedangkan kelompok yang berpura-pura memiliki tingkat keberhasilan 10,7%. Kelompok kontrol memiliki tingkat keberhasilan 7,1%. Titik akupunktur yang digunakan dalam penelitian ini adalah: UB18, UB22, UB23, UB52, REN3, REN4, REN5, REN7 dan DU4.

Salah satu studi yang lebih mengejutkan, yang baru-baru ini dipublikasikan, menunjukkan bahwa akupunktur lebih efektif daripada klomifen (Clomid, Omifin) untuk pengobatan infertilitas. Memiliki tingkat keberhasilan 76,8% untuk induksi ovulasi dan klomifen menunjukkan tingkat keberhasilan 48,1%. Bahkan yang lebih menarik daripada temuan ini adalah, tingkat kelahiran hidup. Akupunktur menunjukkan tingkat kelahiran hidup yang jauh lebih tinggi bagi kaum ibu dibandingkan dengan pasien klomifen. Sangat penting, hasil terbaik dicapai bagi ibu yang menerima akupunktur pada hari yang sama dengan transfer embrio. (Epochtimes/Ajg/Yant)

Share
Kategori: Headline KESEHATAN

Video Popular