Persahabatan Akrab di Kehidupan Wanita

586

Penulis Amerika Rebecca Traister adalah penulis buku (untuk semua wanita single). Di dalam bukunya terdapat pengalaman pribadi dia meneliti wanita selain menjadi pasangan hidup pernikahaan, dengan sahabat sesama jenis juga bisa sangat berharga.

Traister dalam buku berbicara tentang pengaruh sahabatnya, Sarah terhadap hidupnya. Dia dan Sarah bertemu di New York pada tahun 1999. Mereka mulai akrab, di tengah perkerjaan yang berat perlahan – lahan mereka menjadi sahabat. Mereka menemukan ruang bernafas ditubuh masing – masing, berbagi tentang perasaan, bersantai, bersama – sama membahas tentang cara mengelola keuangan, mengasuh keluarga, dan seluruh kehidupan.

Traister percaya bahwa kebanyakan wanita sama seperti mereka, sekali muncul sahabat baik, persahabatan bagi wanita bisa menjadi pusat kehidupan mereka. Pada zaman dahulu, ketika wanita memasuki pernikahan, karena alasan ekonomi, akan terus mengorbankan antara kehidupan nyata dan perasaan diri sendiri. Tetapi ketika memasuki zaman modern, pernikahan bukan lagi tujuan akhir wanita, sehingga peran wanita terhadap persahabatan makin akrab, menjalin hubungan seperti kakak adik yang kokoh seperti batu. Wanita juga memiliki waktu dan sumber daya untuk pencapaian pribadi, tidak perlu hanya memusatkan perhatian pada laki-laki.

Selain itu, Traister juga menyebutkan, dia tidak hanya bersahabat dengan Sarah, juga dekat dengan 4 orang teman lainnya, tetapi masing – masing mempertahankan ruang kemandirian masing – masing.

Traister mengira persahabat ini memberikan dia varian inti yang dia inginkan sejak dia menjadi orang dewasa, bisa bersama – sama menceritakan perasaan, menikmati hidup. Dia mengira persahabatan seperti ini dibanding ketika masa muda yang lebih menguras tenaga untuk berpacaran, sehingga dia bisa menikmati kepuasan ini, manfaat persahabatan terhadap dia meluas ke aspek-aspek lain dari kehidupan. Ini seperti sebuah pekerjaan yang lebih baik, ada penghargaan yang lebih adil, menambah keyakinan.

Persahabatan wanita bukan merupakan sebuah hadiah hiburan atau beberapa faktor romantis, hubungan pertemanan meskipun tidak sepenuhnya dapat selalu bersekutu, bahkan mungkin sebenarnya bertentangan, tetapi bisa saling menemukan kekuatan, ini adalah perbedaan perasaan antara wanita yang terjebak dalam belitan cinta, bahkan ini dapat membuat wanita memiliki kualitas yang baik terhadap pertumbuhan mental dan fisik.

Ketika Sarah Menemukan Cintanya

4 tahun kemudian, Sarah berpacaran dengan seorang pria secara jarak jauh, dan pacarnya mencarikan dia pekerjaan di Boston agar mereka bisa tinggal satu kota, akhirnya mereka tidak mempunyai pilihan harus membuat keputusan, Sarah setuju pindah ke Boston, walaupun kota ini tidak memberikan dia kesempatan untuk berkembang.

Traister melihat Sarah terjebak dalam melawan keadaan yang sulit, dapat memahami bahwa pilihannya menyakitkan. Didalam buku dia menyebutkan, ketika kita masih muda, bagaimanapun, kehidupan kita lebih mulus, tidak terlalu banyak gelombang. Ketika kita dewasa, hubungan masyarakat menjadi lebih rumit, dan banyak orang menjadi terikat erat.

Traister berharap Sarah bahagia, bersamaan dia juga mengerti mereka akan saling mengharapkan mempertahankan persahabatan yang tak tergantikan dan layak mendapatkan pekerjaan yang baik, tetapi juga memiliki hubungan yang dekat dengan pasangannya, kelak dapat menikah dan membangun keluarga bahagia.

Setelah Sarah pindah ke Boston selama 6 bulan akhirnya dia pulang kembali. Dia pulang karena kehidupannya di Boston tidak substansial. Yang terpenting adalah, dia ingin hidup di New York, disini ada pekerjaan yang disukainya, kotanya, keluarga dan teman – temannya, dia pulang demi dirinya sendiri. Dia berkata: ”Ada orang memberitahu saya, kembali ke rumah yang membesarkan saya, disana ada teman – teman saya, saya ingin kembali menjadi diri saya sendiri.”

Ketika Saya Bertemu Pasangan Hidup Saya

Meskipun Traister merasa sedikit sedih terhadap Sarah, namun dia tahu Sarah dan pasangannya mempunyai hubungan yang belum stabil.

Setahun kemudian, Traister mulai pacaran! Dia mulai tidak bisa menghadiri pertemuan setiap minggu dan banyak pertemuan dengan sahabat, karena telah bertemu dengan orang yang tepat, dia tidak ingin kehilangan waktu untuk bersama dengannya.

Traister mengakui, ketika dia bersama dengan pacarnya, dibutuhkan menghabiskan banyak waktu untuk berinterasi dengan pacar, sehingga dia mengalami kesulitan dengan kehidupan sosial tidak sama dengan dulu lagi. Dia beranggapan dia adalah orang yang sangat membutuhkan pekerjaan dan teman, yang lain tidak begitu penting, tetapi ketika dia mulai ingin memiliki anak, dia juga bisa mengubah sudut pandangnya melalui tradisi lama yaitu menikah. Teman-teman wanitanya sangat mendukungnya, bersedia menjadi para pagar ayu saat menikah.

Bagi banyak wanita, teman wanita adalah pendamping yang sangat penting dalam kehidupan ini, teman yang baik dapat membuat kita menjauh dari lingkungan yang tidak baik, mendukung kita di saat susah dan senang.