Puncak kesuburan seorang ibu berada di usia 20 an, tapi jalan kehidupan tidak selalu sejalan dengan rencana manusia. Di masa kini, banyak pasangan yang tidak siap untuk mengasuh anak dalam kehidupan mereka, sampai akhirnya sang ibu memasuki usia 35 tahun, masa dimana kesempatan untuk dapat hamil mulai berkurang dan berisiko mengalami keguguran.

Hanya beberapa dekade yang lalu, calon ibu yang tidak berhasil hamil dapat memiliki beberapa pilihan di luar adopsi.

Dengan munculnya fertilisasi in vitro (IVF), sekarang dokter dapat langsung menghasilkan pembuahan di laboratorium.

Hingga saat ini, lebih dari 5 juta bayi telah lahir melalui IVF, akan tetapi prosedur kehamilan ini memiliki harga yang tinggi. Untuk sebuah siklus tunggal saja, dapat berkisar dari 12.000 – 15.000 dollar AS, dan biasanya tidak ditanggung oleh asuransi. Selain itu, prosedur yang dijalani juga dapat memberatkan bagi tubuh calon ibu, dan juga bukan hal yang pasti berhasil.

Namun kini, para peneliti telah menemukan bahwa IVF bisa mendapatkan bantuan dari pengobatan tradisional Tiongkok (PTT). Pada awal tahun 2000-an, beberapa penelitian menunjukkan bahwa penambahan akupuntur secara substansial dapat meningkatkan tingkat keberhasilan pasien IVF. Sejak itu, semakin banyak calon ibu yang mencantumkan akupunktur dan aspek lain dari pengobatan Tiongkok ke dalam prosedur IVF mereka.

Seorang ahli akupunktur, Jeanie Lee Bussell, Ph.D., yang telah merawat banyak pasien melalui IVF, mengatakan bahwa akupunktur dan pengobatan Tiongkok harus dianggap sebagai pilihan pertama.

“Saya ingin agar para pasangan memanfaatkan pengobatan Tiongkok untuk meningkatkan potensi kesuburan mereka sebelum memulai dengan IVF,” tuturnya. Jeanie Lee berfokus pada kesehatan dan kesuburan kaum ibu, dan menjadi rekanpenulis dari Fully Fertile: A 12-Week Holistic Plan for Optimal Fertility (Sepenuhnya Subur: Rencana Holistik 12-Minggu untuk Kesuburan Optimal).

Jalur pembuahan

Bahkan disaat paling subur sekalipun, kaum perempuan biasanya berovulasi hanya satu telur per bulan, dan itu hanya tetap aktif untuk 12 sampai 24 jam.

Melalui prosedur IVF, tubuh calon ibu dibuat berovulasi beberapa telur dalam satu siklus. Hal ini dapat meningkatkan kemungkinan pembuahan, akan tetapi membutuhkan dorongan obat yang kuat untuk menariknya keluar, seperti antibiotik, pil KB, suntikan harian gonadotropin dan suntikan hormon lainnya untuk mendapatkan waktu yang tepat, dan jika diperlukan, juga mengobati stres.

“Ini sangat tidak wajar,” kata Jeanie Lee. “Perempuan tidak menjalani IVF karena mereka menginginkannya. Ini disebabkan mereka merasakan hal ini adalah satu-satunya pilihan yang tersedia bagi mereka.”

Salah satu aspek menarik dari IVF adalah, hasilnya bisa cepat, yang dapat membantu banyak bagi seorang ibu yang telah melewati masa kesuburan utamanya. Tapi Jeanie Lee mengatakan apabila pasangan itu bersedia untuk mengambil jalan yang sedikit lebih lambat, mereka mungkin mendapatkan hasil yang lebih baik.

“Dalam pengobatan Tiongkok, cara yang kita suka gunakan sebagai pendekatan adalah pasangan ada dalam kesehatan yang optimal bahkan sebelum mereka mencoba (IVF),” jelas Jeanie Lee. “Karena itu bukan pertanyaan untuk bisa hamil, tapi adalah cara untuk memiliki anak yang sehat.”

Dalam banyak kasus, dokter tidak dapat mengidentifikasi mengapa seorang calon ibu tidak bisa hamil, dalam hal ini, jalan terbaik adalah mencoba PTT. Namun, beberapa pasien membutuhkan perhatian segera dari ahli spesialis kesuburan. Untuk melihat Anda termasuk kategori mana, Jeanie Lee merekomendasikan melakukan check up kesuburan. Hal ini akan dapat mengidentifikasi hambatan anatomis bagi kehamilan yang teknik akupunktur tidak akan mampu memperbaikinya.

Kuantitas versus kualitas

Kisah sukses anekdot akupunktur ini telah mendorong peneliti untuk mengamati lebih dekat bagaimana perawatan tersebut bekerja. Pada tahun 2003, dokter di pusat medis Weill Cornell menerbitkan sebuah artikel dalam jurnal Fertility and Sterility yang mengevaluasi temuan penelitian ini. Penelitian menunjukkan bahwa akupunktur dapat meningkatkan aliran darah ke rahim, dan oleh karena itu dapat meningkatkan ketebalan dinding rahim, sebuah penanda penting bagi kesuburan.

Penelitian lain menemukan bahwa akupunktur mengurangi tingkat hormon stres yang bertanggung jawab bagi infertilitas, memengaruhi tingkat kesuburan hormon dalam plasma, normalisasi fungsi aksis hipotalamus-hipofisis-ovarium, dan meningkatkan produksi endorfin, yakni semua kondisi yang diinginkan untuk kehamilan yang sehat .

Anda bisa membayangkan perbedaan antara IVF dan pengobatan Tiongkok seperti kuantitas yang dibandingkan kualitas. IVF pada dasarnya merupakan suatu permainan angka, lebih banyak telur yang tersedia maka kemungkinan hamil semakin besar, sedangkan pengobatan Tiongkok berusaha melihat sesuatu yang lebih holistik. IVF berfokus terutama pada uterus dan ovarium, sedangkan pengobatan Tiongkok berfokus pada seluruh tubuh, serta pikiran dan jiwa. Dalam pandangan pengobatan Tiongkok jika seorang calon ibu berada dalam keseimbangan, maka lebih mungkin untuk memperoleh kehamilan yang sehat..

“Dalam pengobatan Tiongkok, tidak ada perbedaan antara tubuh emosional atau spiritual dan tubuh fisik,” jelas Jeanie Lee. “Jika pasien memiliki banyak masalah emosional, ini akan menyebabkan manifestasi fisik, serta ketidaknyamanan fisik yang akan berdampak pada aspek psikologis.”

Keseimbangan Yin dan Yang

Akupunktur dan herbal adalah alat yang digunakan untuk membuat keseimbangan tubuh yang lebih baik, namun Jeanie Lee menekankan bahwa dasar-dasar kesehatan, seperti asupan makanan yang sehat, mengatasi stres, dan cukup tidur, merupakan dasar yang mendukung potensi kesuburan pasangan.

“Malam adalah waktu Yin. Dan dalam rangka memiliki keseimbangan yang baik, maka Anda memerlukan Yin baik untuk menciptakan Yang baik dan begitu sebaliknya. Kita banyak menghabiskan aktivitas tidur dalam kehidupan, karena kita membutuhkan waktu istirahat,” paparnya.

Pria juga memainkan peran kunci, namun sering kali diabaikan perannya dalam kehamilan. Sekitar sepertiga dari waktu, kegagalan pasangan untuk hamil terletak pada masalah kesuburan suami (sepertiga lainnya terkait dengan masalah dengan kesuburan wanita, dan yang terakhir merupakan masalah bersama dengan pasangan). PTT juga dapat membantu kaum pria.

“Kecuali orang-orang tidak memiliki sperma, pengobatan Tiongkok dapat melakukan perbaikan,” jelas Jeanie Lee. “Dia mungkin memerlukan akupunktur dan obat herbal, bersama dengan modifikasi diet dan gaya hidup, untuk membantu penyembuhan tersebut. Ini semua akan tergantung pada konstitusi individualnya. “

Akupunktur bahkan mungkin kurang diminati pihak asuransi dibandingkan IVF. Tetapi bagi mereka yang membayar sendiri, biaya pengobatan Tiongkok jauh lebih rendah dari pada IVF. Jumlah perawatan tergantung pada jenis masalah yang dihadapi oleh pasangan dan kesuburan mereka.

Jeanie Lee mengatakan media di internet dan jejaring sosial telah membantu penyebaran kesadaran tentang pengobatan Tiongkok sebagai pilihan untuk membantu kesuburan. Tetapi harapan sebenarnya adalah, para dokter dapat merekomendasikan lebih sering kepada pasien yang mungkin lebih memilih sesuatu yang lebih holistik. (Epochtimes/ Conan Milner/Ajg)

Share

Video Popular