Zheng Xuan, seorang cendikiawan yang berpengaruh selama Dinasti Han Timur. Ia mendapat penghargaan yang tinggi dalam sejarah Tiongkok.

Zheng mempelajari dan menulis banyak sekali catatan Klasik Konfusianisme, sehingga ia diang¬gap sebagai salah satu penulis paling otoritatif tentang periode Konfusianisme.

Zheng dalam proses menulis catatan pada buku Zuo Zhuan, sebuah komentar pada babad Tiongkok kuno Sejarah Musim Semi dan Musim Gugur (Chun Qiu), tapi dia tidak menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Suatu hari saat menginap di sebuah penginapan, ia bertemu seseorang bernama Fu Zishen, yang tinggal di penginapan yang sama. Keduanya saling tidak mengenal satu sama lain pada awalnya. Fu di luar penginapan, berbicara dengan orang lain tentang rencananya untuk membuat catatan tentang Zuo Zhuan. Zheng mendengarkan untuk waktu yang lama, dan ia menyadari bahwa sebagian besar pandangan Fu mirip dengannya.

Zheng mendekati Fu dan berkata, “Saya selalu ingin membuat catatan tentang Zuo Zhuan, namun mereka belum selesai. Setelah mendengarkan Anda berbicara, saya menyadari bahwa sebagian besar ide-ide Anda sama dengan saya. Sekarang saya harus memberikan semua catatan saya kepada Anda.”

Alhasil, Zheng telah membantu Fu berhasil membuat catatan pada buku tersebut.

Dari perspektif kaum terpelajar saat ini, perbuatan memberikan karyanya kepada orang lain merupakan hal yang konyol, pada umumnya orang akan setidaknya meminta untuk disebutkan sebagai rekan penulis. Orang Tiongkok kuno menekankan perbuatan mengumpulkan kebajikan. Mereka percaya bahwa ketika Tuhan memberkati seseorang, itu dikarenakan dia telah memenuhi standar moral tertentu, bukan karena dia pandai. (Epochtimes/Ajg/Yant)

Share
Tag: Kategori: Uncategorized

Video Popular