SAMARINDA – Gereja di Samarinda, Kalimatan Timur menjadi sasaran lemparan bom molotov pada Minggu (13/11/2016) pukul 10.00 Wita. Tepatnya lemparan bom molotov terjadi di Gereja Oikumene AKBP RT 03 No 32 Jalan Cipto Mangun Kusumo, Sengkotek, Samarinda, Kalimantan Timur.

Kronologi Kejadian Versi Divisi Humas Polri :

1 – Sekitar pukul 10.00 Wit jemaah Gereja Oikumane yang selesai melaksanakan kegiatan ibadah keluar melalui pintu depan menuju ke parkiran. Secara tiba-tiba datang orang yang tidak dikenal melemparkan sesuatu yang diduga mengunakan jenis bom molotov.

2- Sekitar pukul 10.15 wita pelaku yang melempar bom jenis molotov melarikan diri ke arah depan dan melompat ke sungai Mahakam. Warga melihat kejadian tersebut berusaha mengejar pelaku dan akhirnya pelaku diringkus oleh warga dan diserahkan ke pihak kepolisian polsek Samarinda seberang.

3- Adapun korban akibat ledakan Tersebut berjumlah 4 orang dan sudah dilarikan ke rumah sakit Muis Samarinda.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Pol Agus Rianto dalam  keterangannya mengatakan, pelempar bom molotov ke Gereja Oikumene, kini masih diperiksa oleh petugas kepolisian.

Menurut Agus, pelempar bom Molotov bernama Joh alias Jo bin Muhammad Aceng Kurnia (32). Joh yang sebelumnya pernah terlibat pidana terorisme. Pelempar bom sebelumnya dihukum dengan pidana sejak 2012 selama 3,5 tahun. Selanjutnya, Jo bebas bersyarat setelah mendapatkan remisi Idul Fitri pada 28 juli 2014.

Pidana terorisme yang menjerat Jo sebelumnya adalah kasus peledakan bom buku di Jakarta pada 2011 lalu. Kejadian kali ini mengakibatkan empat orang terdiri anak-anak dan balita, terluka akibat lemparan  bom molotov. (asr)

 

Share

Video Popular