Oleh: Gao Shan

Menurut penuturan seorang sumber bahwa Tiongkok sedang memperluas kehadiran militer di sepanjang perbatasan dengan Korea Utara. Tampaknya hal tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan untuk menghadapi keruntuhan rezim Korea Utara.

Menurut United Press International bahwa laporan tersebut diungkapkan oleh sumber dari Korea Utara kepada Radio Free Asia.

Sumber yang berasal dari Hamgyongbuk-do, Korut itu mengungkapkan bahwa pemerintah Tiongkok sudah mulai membangun sebuah fasilitas militer besar di kota Longjing, Jilin posisinya tepat diseberang pemukiman para buruh Korut di Onsong dan Sambong.

RFA dalam pemberitaannya menyebutkan bahwa pangkalan militer yang terletak di Kaishantunzhen (termasuk bagian dari wilayah kota kota Longjing, Daerah Otonom Etnis Korea Yanbian, Jilin) sudah mulai dibangun sejak Agustus lalu, dan para penduduk yang menghuni di sekitar lokasi sedang dipindahkan dari daerah itu.

“Sejumlah alat berat, perlengkapan untuk pembangunan terus didatangkan ke lokasi proyek,” kata sumber.

Pihak Korut juga telah mengambil langkah antisipasi dengan mengerahkan sekitar 20 orang tentara perbatasan tambahan untuk memantau perkembangan situasi para buruh yang tinggal di Sambong.

Seorang sumber yang merupakan warga sekitar kota Longjing menggunakan “belum pernah terjadi sebelumnya” untuk melukiskan kebijakan baru yang diambil pemerintah Tiongkok untuk daerah perbatasan di wilayah mereka.

Salah satu tujuan dibangunnya pangkalan militer di sana selain untuk mencegah warga Korea Utara memasuki Tiongkok, tampaknya juga dilakukan sebagai bagian dari persiapan untuk menghadapi keruntuhan rezim Korea Utara, demikian kata sumber.

Sumber lain dari wilayah tersebut kepada Radio Free Asia mengatakan, pagar kawat berduri di sepanjang perbatasan dengan Yanbian juga telah diperbaiki, diperkokoh.

“Tembok penghalang dan pagar berduri yang diterjang banjir Sungai Tumen beberapa waktu lalu dan yang sudah terlihat tua berkarat sudah diganti dengan yang baru,” katanya.

Tembok penghalang perbatasan dibangun untuk menghambat warga Korut memasuki wilayah Tiongkok secara ilegal, tetapi juga berdampak pada menurunnya jumlah transaksi perdagangan warga sekitar perbatasan. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular