Banyak yang tahu astrolog terkenal Yuan Tiangang (583-689-semasa dinasti Tang), dan banyak yang membicarakan tentang buku ramalannya bersama dengan Li Chunfeng (602-670-astrolog, politikus, matematikawan dinasti Tang).

Di sini tidak dibahas mengenai perihal utama ramalannya, tapi yang kita bicarakan adalah terutama tentang astrologi. Menurut catatan, Tui Bei Tu (kitab ramalan Tiongkok kuno) menggambarkan tentang suasana “tujuh matahari” di langit kala itu.

Menurut pengetahuan astronomi, matahari kedua itu dipastikan tidak akan muncul, lantas mengapa?

Astronom secara umum menempatkannya sebagai multi asteroid yang kembali masuk ke atmosfer, memancarkan cahaya dan panas yang kuat, kini pihak NASA telah mengkonfirmasi akan potensi ancaman ini.

Baru-baru ini, teleskop antariksa Hubble-NASA merilis data pengamatan terbarunya, sebuah umpalan awan raksasa yang mengandung gas hidrogen dalam volume sangat besar bernama Awan Smith tengah melesat mendekati piringan Galaksi Bima sakti, dan sejak tahun 1963 lalu, pihak NASA mulai menelusuri lintasannya.

Sejauh ini, kita tidak sepenuhnya paham mengenai sumber gas awan Smith ini, sekarang ada dua teori yang dominan. Pertama, gas awan Smith itu terlempar keluar dari galaksi, dan besar kemungkinan akibat serangkaian ledakan supernova. Sementara menurut teori lainnya, gas awan smith berasal dari luar galaksi yang masuk tertarik gravitasi Bima Sakti

Tim peneliti NASA telah mengamati secara cermat gas awan ini menggunakan Teleskop luar angkasa Hubble, dan mereka menemukan unsur belerang, karena belerang ini dapat menyerap sinar ultraviolet yang dipancarkan dari inti tiga galaksi di balik awan ini. Tim menemukan kandungan sulfur dari gas awan Smith ini sama dengan kandungan di piringan extragalactic, menunjukkan kedua unsur kemungkinan sama.

Sejauh ini, para peneliti hanya mendeteksi gas dan tidak ada satupun bintang di dalamnya. Satu-satunya cara melihatnya adalah dengan teleskop radio karena gas dingin tidak memancarkan cahaya, tetapi memantulkan gelombang radio.

Jika dilihat dari Bumi, lebar gumpalan awan tersebut sebanding dengan 30 kali lebar Bulan Purnama. Dari kepala ke ujung ekornya cukup untuk menyelimuti rasi bintang Orion.

Hasil pengamatan baru menggunakan teleskop radio terkendali paling besar di dunia, Teleskop Green Bank (GBT) di Virginia Barat, AS, menunjukkan bahwa objek tersebut bergerak ke arah galaksi Bima Sakti.

Hal ini akan mengacaukan sabuk Kuiper di tepi tata surya, menyebabkan lebih banyak asteroid keluar dari orbitnya, melesat ke orbit di sisi dalam tata surya yang berada di bumi. Jika ini terjadi, maka tak terhindarkan bumi kembali akan menghadapi tabrakan beruntun dari asteroid.  (Secretchina/Chen Gang/joni/rmat)

Share

Video Popular