SURABAYA – Balai Besar POM (BBPOM) di Surabaya melakukan pemusnahan terhadap hasil temuan operasi gabungan termasuk operasi pengawasan pada tahun 2015 dan 2016 di halaman kantor BBPOM Surabaya, Rabu (16/11/2016).  Produk yang dimusnahkan didominasi oleh obat, obat tradisional (OT)/jamu, dan kosmetik sebanyak 2.229 jenis (2.414.879 pcs) dengan nilai keekonomian mencapai lebih dari Rp 8,3 miliar.

Pemusnahan dipimpin langsung oleh Kepala Badan POM, Penny K. Lukito dihadiri oleh Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur, Saefullah Yusuf; Ketua Pengadilan Tinggi Provinsi Jawa Timur; Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur; Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur; Kepala SKPD di lingkungan Provinsi Jawa Timur dan Kota Surabaya.

Secara rinci, Obat dan Makanan ilegal tersebut terdiri atas 210 jenis (2.136.295 pcs) obat ilegal senilai lebih dari Rp 4,1 miliar 858 jenis (97.859 pcs) obat tradisional ilegal senilai lebih dari Rp 1,5 miliar, 731 jenis (89.956 pcs) kosmetik ilegal senilai lebih dari Rp 766 jut, dan 360  jenis (14.721 pcs) pangan ilegal senilai lebih dari Rp 388 juta.

Di samping itu, dimusnahkan juga 5 jenis (54 pcs) produk komplemen ilegal dengan nilai keekonomian mencapai lebih dari Rp 4,2 juta, 2 jenis (21 pcs) bahan baku obat ilegal dengan nilai keekonomian mencapai lebih dari Rp 554 juta, 40 jenis (3.076 pcs) label pangan ilegal dengan nilai keekonomian mencapai lebih dari Rp 830 juta serta 23 jenis (72.897 pcs) kemasan sekunder pangan ilegal dengan nilai keekonomian mencapai lebih dari Rp 182 juta. Seluruh barang bukti yang dimusnahkan tersebut telah mendapatkan Ketetapan Pemusnahan dari Pengadilan Negeri Setempat.

Kepala BPOM Penny Lukito menyatakan bahwa kejahatan di bidang Obat dan Makanan merupakan kejahatan kemanusiaan karena menyasar masyarakat yang rentan karena sakit, usia lanjut, bahkan anak-anak. Hal ini berdampak tidak hanya kepada kesehatan masyarakat, tetapi juga ketahanan bangsa.

Menurut dia, komitmen Pemerintah untuk hadir melindungi masyarakat di seluruh wilayah nusantara dari Obat dan Makanan yang berisiko bagi kesehatan semakin tinggi. “Inilah salah bentuk konkrit Negara hadir untuk perlindungan masyarakat,” katanya dalam keterangan pers BPOM.

Dari hasil kegiatan pemeriksaan rutin, Operasi Storm, Operasi Pangea, Operasi Gabungan Daerah, dan Operasi Gabungan Nasional sepanjang tahun 2015, BBPOM di Surabaya telah menangani 20 perkara pelanggaran di bidang Obat dan Makanan. Semua perkara tersebut sudah dilakukan penyerahan tersangka dan barang bukti dari PPNS Badan POM ke Jaksa Penuntut Umum.

Enam perkara diantaranya telah mendapat putusan pengadilan. Putusan tertinggi berupa hukuman pidana penjara selama 1 tahun dan denda sebanyak 5 juta rupiah. Sementara di tahun 2016, jumlah pelanggaran yang berhasil ditangani berjumlah 18 perkara dimana 2 perkara telah disidangkan di pengadilan dan 7 perkara sudah mendapatkan penetapan P-21.

Penegakan hukum yang tegas melalui serangkaian kegiatan pengamanan dan pemusnahan produk ilegal membuktikan Badan POM selalu hadir untuk melindungi masyarakat dari Obat dan Makanan yang membahayakan kesehatan. Tercatat selama tahun 2016, Badan POM telah beberapa kali melakukan pemusnahan Obat dan Makanan ilegal, termasuk palsu dan tidak memenuhi syarat (TMS) antara lain di Jakarta, Denpasar, Serang, Jayapura, dan kota-kota lainnya. (asr)

Share

Video Popular