Oleh Wen Pu

Penjahat ekonomi Tiongkok yang sudah 13 tahun bersembunyi di luar negeri telah diekstradisi dan tiba kembali di Tiongkok pada Rabu (16/11/2016) sore. Media Hongkong sebelumnya pernah mengungkapkan bahwa kepulangan Yang Xiuzhu besar kemungkinannya terkait dengan rencana untuk membongkar kejahatan yang dilakukan oleh anggota Komite Tetap Partai Komunis Tiongkok/ PKT Zhang Dejiang.

Pesawat penumpang American Airlines dengan nomor penerbangan AA263 yang membawa Yang Xiuzhu telah tinggal landas dari Bandara di kota Dallas, Texas menuju Beijing pada Selasa  (15/11/2016) sekitar pukul 10:30 siang waktu setempat.

5 Rincian tentang kepulangan Yang Xiuzhu

Microblog ‘Zheng Zhi Quan’ melaporkan 5 rincian tentang penyerahan diri Yang Xiuzhu sebagai berikut.

Pertama. Di bawah pemantauan lembaga penegak hukum AS, Yang Xiuzhu diturunkan dari pesawat sebagai penumpang terakhir.

Yang Xiuzhu diekstradisi dan dipulangkan ke Tiongkok dengan menumpang pesawat Amerika yang sesuai dengan ketentuan maka negara di mana perusahaan penerbangan itu terdaftar memiliki hak untuk mengatur hal-hal yang relevan dengan penerbangan, termasuk pengaturan ruang atau penempatan penumpang di dalam pesawat.

Yang Xiuzhu dalam perjalanan ini sepenuhnya berada di bawah pengawasan lembaga penegak hukum AS.  Setelah pesawat diparkir dan seluruh penumpang lainnya sudah turun, maka Yang baru diperbolehkan untuk turun dari pesawat dengan dikawal oleh petugas.

Kedua. Ditempatkan di bangku kelas ekonomi yang dikawal juga ketika pergi ke toilet.

Yang Xiuzhu dikawal sejak penerbangan dari AS oleh seorang polisi pria dan seorang polisi wanita AS dengan pakaian kasual yang sama-sama ditempatkan di bangku kelas ekonomi.

Selama penerbangan, selain  harus ‘ditemani’ oleh polisi wanita ketika hendak pergi ke toilet, Yang Xiuzhu dijamin menikmati makanan dan minuman yang tidak beracun.

Ketiga.  2 orang polisi wanita Tiongkok mengapit Yang turun dari pesawat. Ekstradisi pejabat korup umumnya dilakukan dengan berita acara yang serah terimanya dilakukan dengan batasan pintu pesawat terbang.

Setelah pesawat diparkir dan penumpang lainnya sudah turun dari pesawat, 2 orang petugas dari Kedutaan AS untuk Tiongkok naik ke dalam pesawat untuk ikut menyaksikan acara serah terima Yang Xiuzhu kepada pemerintah Tiongkok.

2 orang petugas imigrasi dan 2 orang petugas dari Biro Kerjasama Internasional Komisi Pengawas Kedisiplinan PKT juga menyusul naik ke dalam pesawat untuk melakukan pembenaran identitas penjahat dan serah terima resmi.

Selanjutnya, keempat orang petugas dari pihak pemerintah Tiongkok bersama-sama berjalan menuju pintu pesawat untuk menyerahkan penjahat kepada Kepala Kantor Dinas Perburuan Tersangka Propinsi Zhejiang beserta tiga orang polisi yang sudah menunggunya.

2 di antara polisi wanita itu lalu mengapit Yang turun dari pesawat dan yang lainnya membawa dokumen pribadi Yang termasuk bukti telah kembali ke negara asal.

Yang Xiuzhu tidak diborgol karena ia menyerahkan diri dan bersedia untuk dipulangkan ke Tiongkok. Tetapi tidak demikian dengan adik lelakinya Yang Jinjun, yang terpaksa diborgol sewaktu dilakukan ekstradisi paksa pada bulan September tahun lalu.

Keempat, kedutaan Tiongkok untuk AS menyertakan surat bukti khusus untuk Yang gunakan pada saat kedatangannya

Setelah tiba di terminal bandara, Yang Xiuzhu digiring ke ruang imigrasi untuk pemeriksaan  bukti sah masuk wilayah Tiongkok.

Yang Xiuzhu selama 13 tahun dalam pelariannya, selalu menggunakan paspor palsu. Oleh karena itu Kedutaan Tiongkok di AS membuatkan surat bukti khusus untuk dirinya masuk ke Tiongkok.

Kelima,  membubuhkan tanda tangan di atas surat perintah penangkapan yang dibuat 13 tahun lalu.

Setelah selesai pemeriksaan keimigrasian, seorang petugas pria yang ditunjuk oleh Kejaksaan Negeri Zhejiang membacakan isi surat perintah penangkapan.

Surat tersebut sudah dibuat pada Juni 2003. Setelah membubuhkan tanda tangan dan sidik jari, Yang Xiuzhu resmi menjadi tahanan Dinas Keamanan dan Ketertiban Umum Tiongkok Provinsi Zhejiang. (Sinatra/rmat)

BERSAMBUNG

Share

Video Popular