JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) mengklarifikasi terkait pesan berantai yang menyebutkan bahwa adanya sabu pada tiang pancang reklamasi Jakarta. BNN membantah kebenaran pesan berantai tersebut. BNN pada konfrensi pers sebelumnya hanya menyita 9 buah pipa besi yang didalamnya terdapat ± 40 kg sabu kristal.

Kabag Humas BNN Kombes Slamet Pribadi mengatakan belakangan marak beredar berita tentang adanya keterkaitan proyek reklamasi Jakarta. Pesan berantai tersebut dengan pengungkapan kasus penyelundupan sabu asal Tiongkok dalam tiang pancang.

Menyikapi hal tersebut, Kombes Slamet menuturkan merasa perlu bagi BNN untuk melakukan klarifikasi pemberitaan yang beredar.  Menurut Slamet, memang benar bahwa pada 14 Juni 2016 BNN telah melakukan penangkapan terhadap 5 orang tersangka atas keterlibatan mereka dalam penyelundupan 9 buah pipa besi berisi sabu di kawasan Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara.

Menurut Slamet, total barang bukti yang diselundupkan adalah ±40 kg sabu dan diduga berasal dari negara Tiongkok. Kasus tersebut, kata Slamet, telah dirilis secara resmi oleh BNN pada tanggal 15 Juni 2016.

“Terkait hal tersebut, BNN menyatakan bahwa kasus ini tidak ada kaitannya dengan proyek reklamasi Jakarta dan total barang bukti seberat 6 ton yang beredar pada pesan berantai adalah salah,” kata Slamet dalam pesan tertulisnya yang juga diunggah dalam akun twitter @INFOBNN, Kamis (17/11/2016).

BNN berharap masyarakat tidak mudah terpedaya dengan pemberitaan hoax. BNN juga mengajak kepada masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan negara demokrasi yang sehat dan bersama menyelamatkan generasi muda dari penyalahgunaan Narkoba.

Sebelumnya, bekerjasama dengan Ditjen Bea dan Cukai, Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek sebuah rumah di kawasan Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (14/6/2016). Dalam penggerebekan BNN berhasil menyita 9 buah pipa besi yang didalamnya terdapat ± 40 kg sabu kristal.

Dari hasil penyelidikan, kasus ini melibatkan Napi Lapas Cipinang berinisial AK yang diduga tergabung dalam jaringan Narkotika Freddy Budiman. HE mengenal AK semasa berada di dalam Lapas yang sama dan AK memiliki kendali penuh terhadap penyelundupan sabu tersebut. ( Berita sebelumnya : BNN Bongkar Sabu 40 Kg Disembunyikan di Pipa Besi )

Penggerebekan dipimpin langsung Kepala BNN, Budi Waseso (Buwas) dan Dirjen Bea dan Cukai, Heru Prambudi. Buwas mengatakan, timnya bersama tim DJBC sudah lama melakukan penyidikan kasus ini dan melakukan penangkapan setelah cukup bukti. Sementara Heru Pambudi mengatakan, pihaknya senantiasa melakukan analisa impor untuk mencegah masuknya barang haram itu ke Indonesia. (asr)

Share

Video Popular