Alkisah di kios pasar tradisional, ada seorang penjaja keliling menaruh dua buah keranjang besar. Di dalam salah satu keranjang itu berisi kepiting tapi tidak ditutupi, tampak jelas setiap kepiting itu berebut ingin keluar dari dalam keranjang. Namun, hingga akhirnya tak seekor pun yang berhasil merayap keluar dari dalam keranjang, karena selalu ditarik oleh kepiting lainnya. Sementara keranjang yang satunya tertutup, sang pedagang membuka tutup keranjang dan diperlihatkan pada pelanggan yang penasaran, apa gerangan isi dalam keranjang itu ? Ternyata sekerumunan kura kura dari berbagai ukuran besar kecil.

Sang pedagang menjelaskan pada pelanggannya mengapa menutupi keranjang itu : “Karena kura kura yang paling besar akan bertindak sebagai pengganjal di bagian paling bawah, kemudian  besar kedua akan merangkak di atasnya, lalu diikuti dengan yang kecil lainnya. Mereka saling bekerja sama secara berantai dan saling bertumpuk hingga kura kura paling kecil dan teratas bisa merangkak keluar dari keranjang, kemudian diikuti  yang sedikit lebih besar darinya merangkak keluar, sementara kura-kura yang besar akan semaksimal mungkin merangkak keluar.”

Setelah menutup kembali keranjangnya, sang pedagang mengatakan : “Karena itu, saya harus menutup rapat keranjangnya, kalau tidak, kura kura itu akan merangkak keluar yang tentu saja akan merepotkan saya untuk menangkapnya kembali .  Sementara itu, kura kura paling besar yang bertindak sebagai pengganjal itu akhirnya tidak bisa keluar, tapi ia tidak mengeluh atau menyesal.”

Di dalam keranjang yang terbatas itu, masing-masing kepiting tidak ada yang mau mengalah, mereka saling sikut dan berebut merayap naik keluar dari keranjang. Tidak ada bedanya dengan sosok manusia yang saling sikut menyikut demi memperebutkan kekuasan dan kepentingan.  Hingga akhirnya, semua upaya yang dilakukan menjadi sia-sia, berakhir dengan tragis sama-sama hancur.

Berbeda sekali dengan populasi kura kura, besar yang arif  bersedia menjadi pengganjal di bagian paling bawah, sehingga kura kura lainnya bisa merangkak keluar dari keranjang. Sang kura kura besar yang bijak itu tetap menghadapinya dengan tenang sekalipun harus mengorbankan dirinya sendiri, betapa luhur dan bijaknya jiwa sang kura kura besar ini.

Kisah fabel yang sangat kontras antara “positif dan negatif” ini memberi insiprasi kepada kita sebagai insan yang cerdas dari selaksa makhluk hidup di jagad raya ini, seyogyanya kita memberikan apresiasi kepada semua pahlawan, menguatkan keyakinan kita akan upaya dan pengorbanan mereka.  Dan harus lebih mendorong semua orang untuk saling peduli tanpa membeda-bedakan. Dari kisah ringkas di atas, masa sih kita tidak lebih arif dan bijak dari kura-kura itu ?( Epochtimes/Lin Huang Hui/Jhn)

Share
Tag: Kategori: Uncategorized

Video Popular