Ilmuwan temukan ngarai besar sepanjang 1.000 km di Merkurius. Menurut ilmuwan, planet terdekat dari matahari ini sedang mengalami aktivitas geologi yang sengit.

Ilmuwan mengatakan, ngarai di Merkurius ini panjangnya sekitar 1.000 km, lebar 400 km dan kedalaman 3 kilometer, menjulur hingga ke sebuah wilayah terbesar dan waktu pembentukan tersingkat di Merkurius-Rembrandt basin. Rembrandt basin adalah kawah terbesar kedua di Merkurius dengan diameter 715 km.

Menurut teori planet saat ini, para ilmuwan memperkirakan, kerak di Merkurius hanya ada selapisan batuan. Sementara bumi lebih dari itu. Miliaran tahun yang lalu, pernah terjadi aktivitas geologi di Merkurius, batu mencuat  ke atas, dan membentuk ngarai besar seperti yang terlihat sekarang.

Satu hal yang mengejutkan ilmuwan adalah aktivitas geologi ini juga membentuk lereng yang terjal, dan Rembrandt basin.

Peta elektronik Merkurius. (NASA Video screenshot)
Peta elektronik Merkurius. (NASA Video screenshot)

Selain menjadi planet terkecil dan terletak paling dekat dengan Matahari di Tata Surya, Merkurius merupakan sebuah dunia yang misterius sampai wahana antariksa MESSENGER menjadi benda buatan manusia pertama yang berhasil mengorbit Merkurius pada tahun 2011-2015.

Thomas R. Watters, peneliti senior dari Earth and Planetary Research Center-National Air and Space Museum Amerika mengatakan, bahwa untuk pertama kalinya mendapatkan gambar kawah Rembrandt saat wahana MESSENGER mendekati Merkurius untuk kedua kalinya pada tahun 2008 lalu, demikian dilansir dari laman “Earth Sky”, Kamis, 17 November 2016.

Wattrers menjelaskan bahwa di tepi kawah Rembrandt terdapat retakan geologi terbesar di Merkurius—“Enterprise Rupes”, yang penyebarannya terus memanjang hingga ke dasar kawah, sampai wahana MESSENGER mendapatkan lebih banyak data beresolusi tinggi, dan memastikan stuktur-struktur ini kemudian membentuk sebuah jurang yang besar.

September 2016 lalu, dari data pengamatan wahana MESSENGER, para ilmuwan menemukan stratum atau lapisan Merkurius saat ini tidak hanya memiliki aktivitas pembentukan kerak yang aktif, tapi juga aktivitas penyusutan.

Drai foto wahana MESSENGER, mereka menemukan lereng curam yang baru, tapi skala dari struktur-struktur geologi ini secara relatif sangat kecil, sehingga para ilmuwan menyimpulkan usia pembentukannya sangat pendek, menunjukkan bahwa aktivitas geologi yang aktif sedang berlangsung di Mars.

“Selama ini, para ilmuwan selalu berpikir bahwa Merkurius hanya pernah mengalami aktivitas geologi yang sengit pada zaman dulu, tapi sekarang telah melihat planet kecil ini tetap aktif di permukaan Merkurius,” kata Jim Green, ilmuwan NASA. (Epochtimes/ Ye Ziwei/joni/rmat)

 

Share

Video Popular