Terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS tidak hanya akan menciptakan keajaiban politik dalam sejarah Amerika Serikat, juga akan menciptakan keajaiban dunia. Fenomena Trump sejak awal sampai gerakan Trump, hingga keajaiban Trump pada akhirnya, Donald Trump telah mengubah AS serta mengubah dunia.

Karena merupakan orang awam di bidang politik, ditambah lagi pemberitaan oleh media massa papan atas di AS maupun Barat yang hampir seluruhnya bersifat negatif terhadap dirinya, membuat seluruh dunia khawatir dan takut jika Trump terpilih menjadi presiden.

Suasana ini telah menyebar dari Amerika sampai ke seluruh penjuru dunia, banyak orang khawatir terpilihnya Trump akan menyebabkan bencana bagi bursa moneter dunia.

Namun, pada perdagangan hari pertama setelah Trump memenangkan pilpres, saham Amerika tidak mengalami anjlok seperti yang diperkirakan oleh para pakar, sebaliknya justru terjadi perayaan kondisi pasar, indeks Dow Jones kembali menembus titik tertinggi sejak tiga bulan lalu, lagi-lagi menggulingkan ramalan akan terjadinya bencana bursa efek jika Trump terpilih.

Sistem Politik AS Akan Tetap Terselenggara Dengan Stabil

Setelah terpilih Trump terlihat lebih matang dan stabil, perubahan ini sebenarnya merupakan perwujudan dari mekanisme politik AS yang telah mapan. Sistem politik trias politika dan budaya politik Amerika, memiliki stabilitas dan kesinambungan yang baik. AS harus berubah, warga AS mendambakan perubahan, juga tidak takut akan perubahan. Terpilihnya Trump mendatangkan harapan bagi rakyat AS yang mendambakan perubahan itu. Kemenangan Trump sebenarnya merupakan manifestasi dari kendali aspirasi rakyat atas politik dan kekuasaan di AS.

Setelah menjabat sebagai presiden, Trump pasti akan mewujudkan janjinya di saat kampanye, membuat perubahan. Tetapi sistem pemerintahan AS pada dasarnya adalah mekanisme yang saling mengawasi dan menyeimbangkan serta menjamin stabilitas, yang akan memastikan sejumlah elemen yang tidak akan berubah, yakni kekuasaan Trump akan berjalan di bawah pengawasan dan penyeimbangan Kongres dan warga, tidak akan bisa semena-mena.

Sejumlah janji Trump baru bisa diterapkan setelah melalui persetujuan Kongres atau pengadilan, seperti menghapus program kesehatan Obama Care dan pengurangan pajak dan lain-lain. Oleh karenanya, dalam memerintah kelak Trump juga akan menjadi semakin dewasa dan bijaksana. Kebijakan dan sistem AS juga akan tetap berjalan dalam kondisi stabil dan berkesinambungan. Perubahan baru akan terjadi, tapi Amerika tidak akan kacau.

Merosotnya Kekuatan Lama

Pilpres Amerika 2016 ini, tidak hanya menjadi kemenangan Partai Republik dan Trump, atau kekalahan bagi Partai Demokrat dan Hillary, tapi juga memperlihatkan perpecahan masyarakat AS secara mendalam. Juga tak hanya menjadi kegagalan bagi kaum elite yang diwakili oleh Hillary ataupun kemenangan bagi kaum rakyat jelata yang diwakili oleh Trump. Pada dasarnya adalah: termasuk AS sendiri, di dunia ini tatanan yang lama sedang runtuh, tatanan baru sedang dibentuk; kekuatan lama sedang mundur, dan kekuatan baru sedang melangkah maju ke pentas sejarah.

Presiden pertama AS Washington mengatakan, “Kebijakan AS akan berlandaskan pada prinsip moralitas pribadi yang lurus tak tergoyahkan dan pemerintah yang bebas akan memenangkan hati rakyat serta hormat dari seluruh dunia atas keunggulannya tersebut. Pertumbuhan ekonomi dan teori Barat selama ini selalu dibangun berlandaskan moral.”

Dengan RRT sebagai contoh, krisis ekonomi yang terjadi di Barat saat ini sesungguhnya adalah krisis moral yang diekspor oleh Partai Komunis Tiongkok/PKT. Dengan pasar Tiongkok yang begitu besar dan menggiurkan, PKT memaksa sejumlah investor asing untuk mendanai kepentingan politik PKT, bahkan menjadikan mereka sebagai antek PKT dalam menindas HAM di dalam negeri.

Februari 2009, Menlu AS Hillary Clinton saat berkunjung ke Asia berkata, “Tekanan dari AS dalam hal HAM tidak dapat mengintervensi pembahasan krusial lainnya.”

Sejumlah politikus AS sampai saat ini masih tidak berani menghadapi masalah penindasan HAM oleh PKT, terutama kejahatan PKT dalam kejahatan penindasan Falun Gong dan merampas organ tubuh praktisi Falun Gong. Kelompok kekuatan politik dan ekonomi yang lama ini tunduk pada PKT, melupakan moralitas, HAM dan norma universal, serta mengabaikan penindasan HAM dan agama. Mereka akan tersingkir dari pusat pentas sejarah.

Ada satu lagi kekuatan lama yang akan mengalami kemunduran, yakni sejumlah media massa papan atas Amerika. Mereka dulunya pernah memiliki reputasi dan kredibilitas yang cemerlang melindungi kekuasaan keempat, seperti pernah memberitakan gerakan HAM, kasus Watergate, perang Afganistan dan Irak, krisis moneter serta berbagai peristiwa besar bersejarah lainnya.

Tapi dalam proses memberitakan pilpres AS kali ini, sebagian besar dari media tersebut telah kehilangan prinsipnya dan memilih untuk berpihak, membawa aib bagi industri pers. Ini sama saja dengan belasan tahun membisunya media papan atas tersebut akan penindasan terhadap Falun Gong dan perampasan organ tubuh praktisi Falun Gong.

“Siapakah kelompok kejahatan nurani terbesar di dunia? Dan kelompok masyarakat terbesar manakah yang dipenjara hanya karena kepercayaan dan pandangannya?”

Mungkin tidak banyak wartawan media massa Barat yang bisa menjawab dengan tepat.

Perubahan Besar Tiongkok Terjadi Bersamaan

Pada saat mata seluruh dunia tertuju pada pemilihan presiden AS, sebenarnya di sisi lain dunia yakni di Tiongkok, juga sedang mengalami perubahan besar, dan perubahan ini, telah dimulai sejak berkuasanya Xi Jinping akhir tahun 2012 lalu. Hampir berbarengan dengan terpilihnya Trump sebagai presiden AS, Xi Jinping juga berhasil menjadi “pusat kekuatan kepemimpinan” PKT pada Sidang Pleno VI PKT lalu.

Berhasilnya Xi Jinping menjadi “inti kepemimpinan” PKT dalam Sidang Pleno VI PKT, adalah kemenangan bertahap yang diraihnya setelah perang memberantas korupsi terhadap kelompok Jiang Zemin.

Setelah mulai berkuasa, Xi jinping menerapkan serangkaian kebijakan, seperti menghapus sistem kerja paksa, menerapkan “pemerintahan dengan hukum sebagai panglima”, memberantas para “macan (gembong)” korupsi, mengubah kebijakan keluarga satu anak, menerapkan reformasi sistem pendaftaran warga, melakukan reformasi militer, memberhentikan 300.000 orang prajurit, mendukung kebudayaan tradisional, mendorong hubungan diplomatik yang terpuruk, menggelar rapar kerja bidang agama seluruh negeri dan mengubah kebijakan Jiang Zemin yang menindas agama kepercayaan, semua menunjukkan Xi Jinping sedang berupaya menerobos kerangka lama PKT dan menempuh jalan sendiri.

Di saat yang sama kejahatan kelompok Jiang Zemin yang menindas praktisi Falun Gong dan merampas organ tubuh terus menerus terungkap di tengah masyarakat internasional, Dewan Kongres AS dan Parlemen Eropa telah menelurkan resolusi yang menyerukan pada PKT agar kejahatan tersebut dihentikan.

Media papan atas dunia juga telah memberitakan kejahatan perampasan organ tubuh oleh kelompok Jiang Zemin. Pemerntah Xi Jinping semakin memperkuat pemberantasan terhadap kubu Jiang Zemin di bawah tekanan seperti ini, semakin banyak pejabat kubu Jiang yang selama ini terlibat aktif menindas Falun Gong telah ditangkap dengan tuduhan korupsi. Semua ini menciptakan ketakutan di kelompok Jiang, mereka pun terus menindas Falun Gong untuk dikambing-hitamkan pada pemerintahan Xi saat ini.

Pemerintahan Xi saat ini sedang menghadapi sistem pemerintahan PKT sendiri serta hambatan besar yang dilakukan oleh sisa kekuatan kubu Jiang Zemin. Memasuki 2017, pemerintahan Xi akan secara terbuka menangkap Jiang Zemin dan Zeng Qinghong (tangan kanan Jiang), dan ini kemungkinan besar akan terjadi. Seiring dengan peristiwa besar ini, masyarakat Tiongkok akan mengalami perubahan luar biasa.(sud/whs/rmat)

BERSAMBUNG

Share

Video Popular