Banyak orang terkejut ketika dokter menunjukan diagnosis diabetes atau pradiabetes untuknya. Mereka mengunjungi dokter untuk pemeriksaan rutin atau karena beberapa keluhan tertentu, seperti nyeri punggung atau kelelahan, dan hasil laboratorium menunjukkan kadar gula darahnya terlalu tinggi.

Jika mereka benar-benar memerhatikan tubuhnya, maka mereka tidak akan terkejut. Seiring berkembangnya diabetes, diabetes menunjukkan gejalanya dalam segala macam cara, ada yang samar-samar, ada yang jelas terlihat.

Merasa haus

Mulut terasa kering. Dehidrasi  sebenarnya terjadi pada otak, bukan di mulut, meskipun mulut menjadi kering. Sel otak membutuhkan pasokan glukosa. Ketika otak Anda bermandikan air gula yang terlalu pekat, maka otak akan memanggil cairan dari sumber manapun untuk mengencerkan cairan yang tidak nyaman di sekitar setiap sel. Otak mendapatkan cairan ini dari sel lain, yang menyebabkan dehidrasi. Anda harus minum cairan yang banyak jika tubuh berusaha mengatasi kekurangan air.

Minum soda tidak akan pernah mengatasi dehidrasi. Maka mulai saat ini, minum air yang lebih murni. Anda dapat melakukannya!

Sering buang air kecil

Masuk akal bahwa jika minum lebih banyak air karena terus-menerus kehausan, maka menyebabkan sering buang air kecil. Bila anda sering buang air kecil lebih dari biasanya dikarenakan ada terlalu banyak gula di dalam darah dan ginjal sering bermandikan gula.

Jika kedua ginjal dapat berbicara, mereka akan mengatakan, “Hei, ada masalah apa? Saya kewalahan, jadi saya menarik tambahan air dari darah untuk mengencerkan semua gula ini!” Pada dasarnya, pintu air terbuka seperti ginjal yang terus menimba air tambahan dari darah dalam upaya untuk mengencerkan air gula yang merendamnya. Semua air ini mengisi kandung kemih, dan menyebabkan perasaan ingin buang air kecil. Maka Anda merasa haus lagi, dan harus minum lebih banyak air dalam upaya menormalkan jumlah cairan tubuh.

Ginjal melakukan yang terbaik untuk menghilangkan kelebihan glukosa. Jumlah protein yang tumpah ke dalam urin juga akan meningkat seiringan dengan waktu, yang mengganggu filtrasi ginjal normal. Jika ginjal tidak dapat menyaring limbah dengan baik, maka racun akan beredar di dalam aliran darah. Hal yang berbahaya adalah kerusakan ginjal terjadi ketika kadar gula darah dikendalikan oleh obat.

Lemah dan kelelahan

Banyak orang merasa lelah terus-menerus dan tidak menyadari bahwa kelelahan terus-menerus tersebut terkait dengan masalah gula darah. Gejala kelelahan dapat dengan mudah diredakan dengan minum latte mocha. Bisnis Starbucks sukses besar, karena sebagian banyak penduduk mengalami letih dan lemah akibat resistensi insulin.

Ketika glukosa dari makanan tidak dapat masuk ke dalam sel, maka sel tidak dapat membuat energi, sehingga Anda merasa lelah sepanjang waktu. Apalagi jika Anda didera rasa lapar yang menjengkelkan hanya setelah Anda makan beberapa saat yang lalu. Mengapa hal ini terjadi? Jika glukosa dari makanan tidak dapat masuk ke dalam sel, maka Anda tidak pernah mendapatkan dorongan energi atau kenyang setelah makan.

Mati rasa dan kesemutan di tangan atau kaki

Ini merupakan gejala kerusakan saraf yang dapat memakan waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun untuk muncul, dokter menyebutnya sebagai nyeri neuropati. Neuropati terjadi karena aliran darah kewalahan dengan glukosa, sama  seperti saraf kewalahan dengan asam, sehingga merusak ujung saraf halus yang meluas ke tangan, tungkai bawah, dan kaki. Saat itulah Anda mulai merasa nyeri, mati rasa, kesemutan, gatal, dan sensasi aneh lainnya. Jika Anda memiliki gejala ini, maka Anda harus konsultasi dengan seorang dokter ahli saraf di samping dokter yang Anda kunjungi. Kabar baiknya adalah bahwa bagi banyak orang, gejala ini dapat dikurangi atau dikendalikan  dengan beberapa suplemen murah yang dijual bebas.

Pandangan kabur

Jika kadar glukosa darah tetap tinggi, cairan ditarik dari jaringan untuk tujuan pengenceran, termasuk cairan lensa mata, sehingga memengaruhi kemampuan Anda untuk menajamkan penglihatan. Juga, kapiler mata yang kecil mungil menjadi rusak akibat semua radikal bebas. Pada penderita diabetes, jumlah radikal bebas sangat mengkhawatirkan sehingga merusak molekul. Inilah sebabnya mengapa antioksidan sangat penting untuk penderita diabetes. Antioksidan membantu menetralisir radikal bebas.

Masalah kulit

Beberapa penderita diabetes tipe 2 memiliki bercak kulit gelap di lipatan tubuhnya, biasanya di ketiak, leher, buku-buku jari, dan pangkal paha. Hampir tampak seperti kotoran, namun tidak hilang setelah dicuci. Kadang kulit tampak seperti beludru atau bergelombang. Dapat ada kutil di sekitar daerah hiper-pigmentasi yang gelap ini. Kondisi ini disebut acanthosis nigricans, yang adalah tanda resistensi insulin. Ini berarti bahwa tubuh memproduksi terlalu banyak insulin dalam menanggapi kadar glukosa darah yang berlebihan.

Infeksi

Seringkali infeksi kandung kemih dan vagina menjadi masalah khusus untuk wanita penderita diabetes. Anda akan berpikir bahwa minum antibiotik akan menyembuhkan infeksi seseorang, namun tidak semudah itu. Pada populasi umum, tidak hanya terjadi pada penderita diabetes, resistensi antibiotik melemahkan kemampuan kita untuk mempertahankan diri melawan mikroba. Resistensi antibiotik merupakan konsekuensi mematikan akibat mengonsumsi resep antibiotik secara sembarangan selama bertahun-tahun.

Luka dan infeksi kulit lambat sembuh pada penderita diabetes tipe 2, dan infeksi kulit yang tidak dapat disembuhkan dapat menyebabkan gangren yang akhirnya memerlukan amputasi kaki atau anggota tubuh. Jauh lebih mudah mencegah luka daripada menyembuhkan luka, sama seperti jauh lebih mudah untuk tidak merokok daripada menyembuhkan kanker paru-paru.

Berat badan turun tanpa bersusah payah

Banyak penderita diabetes atau pradiabetes ingin mengunyah sepanjang hari. Karena sel-selnya mengabaikan insulin, yang tidak dapat lagi secara efektif memindahkan gula di dalam darah (energi) ke dalam selnya, sehingga otot dan organnya merasa lapar. Fluktuasi hormon yang tidak tepat seperti ghrelin (hormon lapar) dan leptin (hormon kenyang) menjadi rumit dan memicu rasa lapar terus-menerus. Hal yang menarik adalah bahwa berat badan turun tanpa bersusah payah, meskipun makan sepanjang hari.

Penurunan berat badan semacam ini menyebabkan kehilangan massa otot. Hal ini terjadi karena tubuh sedang mencari beberapa sumber energi atau bahan bakar (glukosa), dan merusak sel-sel otot untuk mendapatkannya. Tanpa sumber glukosa yang selalu tersedia di dalam sel, jaringan otot menyusut. Hal ini terutama terlihat pada penderita diabetes tipe 1. Pada diabetes tipe 2, gejala penurunan berat badan tidak terlihat selama bertahun-tahun karena sebagian besar penderita diabetes tipe 2 berkelebihan berat badan. Penderita diabetes perlu untuk menurunkan berat badan, tetapi yang harus dihilangkan adalah lemak, bukannya otot.(Epochtimes/Suzy Cohen/Vivi)

Share
Tag: Kategori: Headline KESEHATAN

Video Popular