Dampak Terpilihnya Trump Terhadap Tiongkok

Pilpres AS kali ini mengantarkan Partai Republik ke Gedung Putih, ke Dewan Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat AS serta banyak pejabat daerah lainnya, menciptakan pemandangan langka pada pentas politik AS dimana satu partai bersamaan menguasai Gedung Putih sekaligus mayoritas kursi pada Dewan Senat dan DPR.

Dalam proses kampanye selama 18 bulan, Trump tidak hanya harus menghadapi Partai Demokrat, tapi juga harus berurusan dengan kekuatan besar dari internal Partai Republik sendiri yang menentangnya, Trump meyakini intuisinya, bersikukuh mempertahankan cara bermainnya sendiri, dan menggulingkan aturan main di pentas politik Amerika selama ini.

Banyak pejabat pada pemerintahan Obama yang selama bertahun-tahun lamanya telah memiliki keterkaitan dan hubungan dengan kepentingan politik dan ekonomi kelompok Jiang Zemin PKT. Lalu setelah Xi Jinping menjabat, para pejabat AS ini bersama kelompok konsorsium besar di baliknya tetap mendukung kubu Jiang Zemin demi kepentingan mereka, dan menciptakan hambatan bagi berjalannya pemerintahan Xi Jinping serta aksi pemberantasan korupsi, mereka secara objektif terus membantu kubu Jiang Zemin melanjutkan kejahatan yang telah dilakukan.

Sebagai presiden, Trump akan memiliki kuasa mengangkat 4000 orang pejabat pemerintahan, Trump sangat mungkin akan terlebih dahulu melakukan suatu kebijakan reformasi yang khas di kalangan penganut paham konservatif namun penuh kontroversi, yakni mengakhiri masa jabatan seumur hidup bagi para pejabat federal, memberhentikan para pejabat yang tidak jujur, korup, dan tidak kompeten.

Dalam proses memilih para anggota kabinetnya dan para pejabat pemerintahan, Trump pasti akan menyingkirkan dan mengganti banyak pejabat dari pemerintahan Obama terdahulu yang telah disusupi atau disuap oleh kubu Jiang Zemin, dan ini pasti akan menciptakan dampak yang positif terhadap hubungan Tiongkok-Amerika.

Trump akan semakin memperhatikan reformasi negaranya sendiri, mencapai pertumbuhan ekonomi yang sesungguhnya, strategi pemerintahan Obama untuk kembali ke Asia akan diubah, oleh karena itu, bagi seluruh Tiongkok, ini menandakan berkurangnya tekanan dari luar, banyak gangguan terhadap strategi moneter maupun ekonomi dan politik yang akan hilang atau melemah.

Secara objektif hal ini juga akan memberikan ruang bagi pemerintahan Xi Jinping untuk melakukan aksi pemberantasan korupsi dan pemerintahannya untuk mencapai perkembangan Tiongkok secara keseluruhan.

Dunia Sedang Membuka Lembaran Baru Di Tengah Stabilitas

Trump telah berucap ingin membangun kembali Amerika yang besar, kembali ke tradisi Partai Republik dan pemerintahan yang kecil, dan memperhatikan nilai-nilai tradisi. Idealisme negara Amerika adalah menjamin HAM, kebebasan dan kepercayaan.

8 November 2016, NTDTV mewawancarai Shawn Steel selaku ketua umum tim kampanye Trump di California sekaligus seorang anggota Komisi Nasional Partai Republik, ia mengecam PKT yang telah menindas Falun Gong, dan merasa Trump akan mampu memberikan kebebasan beragama yang sesungguhnya kepada masyarakat seluruh dunia.

Bisa diprediksi, setelah diangkat sebagai presiden, Trump akan berinteraksi secara aktif dengan pemerintahan Xi Jinping, dan akan terjadi perubahan yang berbeda dengan masa pemerintahan Obama dulu.

Terpilihnya Trump beserta nilai tradisi Partai Republik yang menyertai, juga akan menimbulkan dampak besar terhadap Eropa, Benua Eropa akan semakin mempercepat langkah berlawanan globalisasi, meneruskan tren kembali ke tradisi yang ditimbulkan Inggris yang keluar dari Uni Eropa.

Bagi tren jangka panjang dan secara keseluruhan hal ini akan memperlambat krisis pengungsi dan ekonomi di Eropa, bersamaan dengan itu juga diperkirakan akan terjadi yakni ideologi paham komunis dan model ekonomi yang telah diterapkan lebih dari seratus tahun lamanya akan berakhir di seluruh dunia. Dan setelah mengalami kesakitan sesaat, Eropa akan melalui transformasi yang stabil.

Dua negara yang paling berpengaruh di dunia,  Tiongkok dan Amerika, juga akan mengalami perubahan besar. Dunia akan membuka lembaran baru di tengah berjalannya stabilitas. Tidak berharap Trump memiliki moral yang sempurna, ia mungkin memiliki banyak kelemahan, tapi roda sejarah akan mendorong tren perkembangan dunia ke depan, tidak akan berubah hanya karena tekad seseorang. (sud/whs/rmat)

TAMAT

Share

Video Popular