Oleh Liang Yan

Ke arah mana hubungan antara AS dengan Tiongkok, Jepang dan negara-negara Asia Pasifik akan berkembang setelah Donald Trump menjabat presiden?

Menjadi isu yang menarik perhatian internasional. Baru-baru ini, beberapa pakar urusan Tiongkok dan Asia Pasifik di Washington DC, membuat analisa mereka.

AS akan mengurangi ketergantungan terhadap pasar Tiongkok.

Pakar urusan Asia dan mantan pejabat pengganti Duta Besar AS untuk Tiongkok, Dennis Halpins dalam wawancara dengan NTDTV pada Kamis (17/11/2016) mengatakan, Trump dalam masa kampanye telah secara khusus menekankan bahwa perekonomian Asia dan hubungan perdagangan dengan AS masih terdapat sejumlah masalah. Ini tidak saja menyangkut hubungan dagang AS – Tiongkok yang sedang terjadi kemacetan, juga meliputi masalah yang berkembang antara AS – Jepang, Korea Selatan dan Taiwan.

Pengacara AS, Penulis dan pakar urusan Tiongkok Gordon G. Chang memberikan analisanya bahwa, di masa mendatang, AS akan mengurangi ketergantungan terhadap pasar Tiongkok.

Karena dalam beberapa tahun terakhir ini Tiongkok menutup sendiri pasar mereka. Saat ini, pandangan perusahaan-perusahaan AS terhadap pasar Tiongkok sudah berbeda dengan 10 atau 20 tahun silam. Tiongkok sedang meninggalkan pasar internasional.

Contohnya pada 2015, volume impor dan ekspor mereka telah berkurang sebanyak 8 %, dan untuk tahun ini jumlah itu diperkirakan masih akan berada di sekitar angka tersebut. Itulah sebabnya, AS akan mengurangi ketergantungan terhadap pasar Tiongkok.

Isu HAM tidak bisa terelakkan

Gordon G. Chang mengatakan, “Trump tidak banyak menyinggung soal HAM Tiongkok sewaktu berpidato, namun karena kita berada dalam masyarakat bebas di era globalisasi, komunikasi antar negara akan sulit dapat terelakkan. Jika Tiongkok dan Rusia tetap mempertahankan sistem diktator, maka masyarakat internasional terpaksa melakukan desakan supaya meningkatkan HAM dan demokrasi di negara mereka. Saya kira dalam waktu tidak lama lagi, barangkali sekitar 1 tahun kemudian, pemerintahan Trump akan menggunakan segala cara yang dimungkinkan untuk menekan rezim Beijing mendialogkan isu HAM di negeri merka. bahkan AS bisa saja mengembangkan beberapa kebijakan demi memperkuat desakan dalam rangka untuk membantu meningkatkan HAM di Tiongkok”.

He Ping berpendapat bahwa karena Partai Republik sekarang sudah mendominasi majelis dan kongres, sehingga mereka bisa melalui undang-undang, seruan pidato dan cara-cara lainnya  untuk mendesak pemerintah Trump memperhatikan isu-isu HAM di Tiongkok. Karena banyak anggota senior Partai Republik, seperti Chris Smith termasuk yang lain juga sangat peduli dan selama ini terus memperhatikan situasi HAM di Tiongkok.

“Saya percaya bahwa mereka akan memberikan banyak informasi dan rekomendasi kepada Trump dan kabinetnya agar isu HAM Tiongkok menjadi perhatian pemerintah AS,” sebut He Ping.

Optimis tentang hubungan bilateral AS – Jepang

Gordon G. Chang berpendapat, pertemuan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dengan Donald Trump di New York pada Kamis (17/11/2016) itu telah menunjukkan bahwa hubungan bilateral AS – Jepang akan berkembang ke arah yang positip.

Gordon juga menjelaskan bahwa ekonomi Jepang dalam beberapa tahun terakhir ini kurang berkembang, karena itu Shinzo Abe harus mencari jalan lain untuk mengatasinya.

“Saya berpikir, mereka harus melakukan reformasi agar bisa akses ke ekonomi yang perkembangannya panjang. jika perjanjian TPP (Trans-Pacific Partnership) tetap diberlakukan, itu akan membantu untuk melaksanakan reformasi di Jepang. tetapi tampaknya TPP tidak akan ada kemajuan yang lebih besar, jadi Jepang akan sulit untuk mengharapkan perkembangan ekonomi melalui jalan tersebut,” katanya.

AS mungkin akan memperkuat kerjasama dengan Taiwan

Gordon percaya bahwa akibat sikap Tiongkok yang keras dalam menangani sejumlah permasalahan di Asia Pasifik, telah membuat beberapa negara di kawasan tersebut bergerak lebih dekat satu sama lain.

Dalam rangka untuk mempertahankan ketertiban internasional, AS terpaksa memperkuat kerjasama dngan beberapa negara di kawasan Asia Pasifik. Taiwan yang  merupakan salah satu anggota penting, pasti tidak akan dilupakan AS. Karena itu, kemitraan yang lebih dalam dengan Taiwan akan dapat kita saksikan dalam waktu dekat. (Sinatra/rmat)

Share

Video Popular