Kita semua tahu bahwa air dalam kemasan plastik adalah masalah besar sekarang ini. Dan inilah alasan mengapa begitu banyak orang beralih ke botol air plastik bebas-BPA (BisFenol A), botol air yang terbuat dari stainless steel atau kaca yang dapat diisi berulang kali. Botol air dirancang untuk memudahkan penggunanya minum, dengan berbagai variasi tutup anti bocor.

Namun seberapa sering Anda membersihkan botol air yang dapat diisi ulang? Membersihkan botol air bukan berarti hanya membilas secara cepat sebelum membawanya ke pusat kebugaran — tetapi benar-benar menyikat semua dinding dalam dan luar, sudut dan celah botol air dengan sabun, lalu membilasnya dengan air. Sebagian orang tidak setiap hari membersihkan botol airnya, hanya sekali-sekali, atau bahkan setelah berminggu-minggu baru dibersihkan.

Ternyata jumlah bibit penyakit yang bersembunyi di banyak botol  yang dapat diisi ulang benar-benar tepat setara dengan jumlah bibit penyakit kloset duduk.

Untuk mendapatkan ide dari berapa banyak sel bakteri hidup dapat masuk ke dalam botol air seseorang, ahli kebugaran di Treadmill Reviews melakukan penelitian dengan mengambil apusan 12 tutup botol  yang berbeda milik atlet. Setelah atlet menggunakan botol  selama seminggu tanpa mencucinya, apa yang ditemukan oleh peneliti cukup mengkhawatirkan: Rata-rata jumlah unit pembentuk koloni (CFU) per sentimeter persegi pada botol mencapai 313.499.

Sebagai gambaran, mainan favorit yang dikunyah anjing memiliki sekitar 2.937 CFU per sentimeter persegi. Dengan demikian berarti lebih aman menjilati mainan favorit anjing daripada minum dari botol air yang dapat diisi ulang yang belum dibersihkan baru-baru ini.

Dari 12 botol yang dilakukan uji apusan, semua botol air memiliki tutup yang berbeda, yang membuat perbedaan jumlah bakteri yang cukup besar di dalam botol . Botol jenis slide-top ternyata menjadi pemenang botol terjijik, yaitu sekitar 933.340 CFU per sentimeter persegi. Botol jenis straw-top memiliki paling sedikit jumlah bakteri, yaitu hanya 25,4 CFU per sentimeter persegi.

Masalahnya adalah bakteri suka sekali dengan permukaan yang lembab, sehingga semakin banyak sudut dan celah pada botol yang menjadi tempat yang lembab, maka semakin besar kemungkinan kawanan bakteri berkembangbiak di sana. Peneliti berpikir bahwa botol jenis straw-top memiliki paling sedikit jumlah bakteri karena secara alami air menetes ke bagian bawah sedotan sehingga kurang lembab jika dibandingkan dengan air yang tetap menempel di sekitar atas tutup botol.

Walaupun demikian, Anda jangan terlalu cepat beranggapan bahwa aman minum dengan botol jenis straw-top. Walaupun botol jenis straw-top hanya memiliki 25,4 CFU per sentimeter persegi, itu masih 2 CFU lebih banyak daripada kloset duduk rata-rata yang dijumpai.

botol-air-isi-ulang-lebih-banyak-mengandung-bibit-penyakit-daripada-kloset-duduk2
Bibit penyakit yang terdapat pada setiap jenis botol air dari yang berbahaya sampai yang tak berbahaya

Batang gram-negatif = Berbahaya dan sering menyebabkan kebal terhadap antibiotik

Cocci gram-positif = Dapat menyebabkan infeksi Streptokokos dan Stafilokokus

Bacillus = Ditemukan di alam; biasanya kurang berbahaya

Batang gram-positif = Biasanya kurang berbahaya

bobool-air-isi-ulangTentu saja, tidak semua jenis bakteri adalah sama. Ada bakteri yang tidak berbahaya, ada bakteri lain yang benar-benar baik untuk Anda dan kemudian ada jenis bakteri yang benar-benar dapat membuat Anda sakit. Botol air jenis squeeze-top adalah botol terburuk kedua karena memiliki 99 persen batang gram-negatif yang berbahaya. Botol terburuk kedua berdasarkan bakteri yang paling berbahaya adalah botol air jenis screw-top yang memiliki 98 persen batang gram-negatif.

Botol air jenis slide-top, yang paling sarat akan bibit penyakit, namun mengandung bakteri yang kurang berbahaya daripada botol air jenis squeeze-top dan screw-top — namun setengah dari bakteri yang terkandung di dalam botol  jenis slide-top merupakan bakteri yang berbahaya. Botol air jenis straw-top, adalah yang paling jarang mengandung bibit penyakit dari semua jenis botol, ditemukan memiliki sebagian besar bibit penyakit yang kurang berbahaya.

Jadi, menurut peneliti, botol air jenis straw-top adalah yang paling  dianjurkan karena memiliki jumlah kuman yang paling sedikit, dan bibit penyakit yang dikandungnya hampir tidak ada yang berbahaya. Selain itu, peneliti juga menganjurkan Anda mencuci botol  dengan tangan atau mesin pencuci piring setiap kali setelah digunakan.

Terus minum air sebanyak yang Anda inginkan. Diperlukan tambahan waktu untuk menyikat setiap sudut dan celah dengan sabun dan air setiap kali selesai dipakai, tetapi jika aktivitas mencuci botol menyelamatkan Anda dari sakit, maka benar-benar layak Anda lakukan.(Epochtimes/Elise Moreau/Vivi/)

Share

Video Popular