Pada hari pemilihan presiden 8 November lalu, Donald Trump terpilih sebagai presiden, mayoritas media massa papan atas di Amerika Serikat cenderung berpihak pada Hillary Clinton. Hanya surat kabar Dajiyuan (Epoch Times dalam versi bahasa mandarin) dan NTDTV secara tepat memprediksi tren kemenangan Trump. Hal ini membuat rektor dari University of Democracy Tang Boqiao yang juga seorang aktivis itu merasa salut.

Ketika diwawancara pada kunjungannya ke kantor surat kabar Dajiyuan cabang San Francisco pada 10 November lalu, Tang Boqiao menyatakan, “Hanya Dajiyuan dan NTDTV yang terus mencari kebenaran dan keadilan sejak didirikan, sehingga kedua media pada pilpres AS kali ini dengan “pandangannya yang unik” dapat menjadi “media pioneer seluruh dunia”, serta berpijak pada sisi kebenaran sejarah, pada sisi keadilan.”

Tang mengatakan, di hari pemilihan, dibandingkan dengan penampilan CNN, ABC serta media papan atas lainnya, update berita yang dilakukan oleh Dajiyuan dan NTDTV  dari liputannya di lokasi benar-benar telah “berhasil objektif dan adil”.

Tang mengatakan, media massa papan atas secara berat sebelah terus menentang Trump, ini menunjukkan media massa AS merosot berbarengan. Para elite Amerika ini telah membawa Amerika ke arah yang sama sekali salah, telah menjauh dari asas keadilan dan prinsip tidak berpihak pada siapa pun saat pemilihan berlangsung yang telah dibentuk sejak lebih dari 100 tahun lalu.

“Kali ini, sebagai suatu media, NTDTV dan Dajiyuan telah melakukannya dengan sangat baik!” kata Tang Boqiao.

Pemberitaan selama proses itu tetap bersifat netral, tidak berat sebelah, sejumlah pandangan juga sangat unik, dengan sudut pemberitaan yang lain daripada yang lain, dan bukannya hanya mencontek komentar orang lain. Menurut Tang, pada saat berbagai media besar cenderung memojokkan dan mencemooh Trump, surat kabar Dajiyuan dan NTDTV tidak berbuat demikian, sebaliknya artikel yang memberitakan Trump maupun Hillary secara normal tetap ada.

Tang Boqiao mengatakan, terpilihnya Trump sebagai presiden AS yang ke-45, telah berhasil mengalahkan lima kekuatan besar.

  1. Para pengusaha besar pemilik usaha di dunia, termasuk para pemilik perusahaan besar di Silicon Valley, termasuk Facebook, Microsoft, Apple dan lain-lain, serta hampir seluruh investor di Wall Street, seperti Soros, Buffett dan lain-lain, setiap orang memiliki harta lebih dari USD 10 milyar.
  1. Bintang film Hollywood, sebanyak lebih dari 50 orang artis, ramai-ramai mendukung Hillary, termasuk Lady Gaga dan Beyonce yang memiliki fans di Facebook maupun Twitter mencapai ratusan juta orang, mereka bergabung di sosmed untuk mempublikasikan artikel yang menyindir Trump, dan Trump sebagai seorang tokoh politik hanya memiliki fans sebanyak 13 juta orang.
  1. Semua media massa AS tidak ada satu pun yang mendukung Trump, 3 bulan sebelum pilpres, 50 besar media massa papan atas sama sekali tidak ada yang menyatakan sikap mendukung Trump. Nol dukungan. Dalam sejarah Amerika hal seperti ini belum pernah terjadi, termasuk media massa pendukung Partai Republik seperti “Washington Post” dan Fox News pun ikut menentang Trump.
  1. Masyarakat internasional, selain Rusia, tidak ada satu pun negara yang menyatakan sepakat dengan Trump.
  1. Partai Komunis Tiongkok/PKT ikut melakukan trik kotor di belakang, dengan licik dan busuk mencemari nama Trump, jelas bisa terlihat bayangan PKT: masalah kumpul kebo, masalah ekonomi, mengerahkan banyak artikel menyerang Trump, sampai menempatkannya pada posisi search teratas di Google.

Ia berkata, dalam pemilihan terdahulu sepanjang sejarah, dari tiga kekuatan pertama jika salah satunya condong berpihak pada satu sisi, maka sisi lain pasti akan kalah, tapi sebaliknya Trump justru menang, ini berarti menciptakan keajaiban.

Tang Boqiao merekomendasikan surat kabar Dajiyuan dan NTDTV yang pada saat-saat menjelang pemilihan, melakukan serangkaian wawancara tiga edisi terhadap Hillary maupun Trump, dan menurutnya wawancara itu benar-benar memaparkan sikap kedua calon presiden dalam hal melindungi HAM.

“Karena kubu Trump berpijak pada kebenaran, ia berani mengungkap bahwa PKT adalah rezim premanisme, ia berani mengungkap masalah perampasan organ hidup-hidup, ia berani menentang PKT. Sedangkan kubu Hillary menunjukkan pernyataan yang berbelit-belit, tidak layak disanggahi,” kata Tang Boqiao.

Tang Boqiao mengatakan, mantan dubes AS untuk RRT Luo Jiahui (Gary Locke) yang diwawancarai ketika ditanya soal larinya Wang Lijun ke Konjend AS untuk meminta suaka, “Jelas tidak berbicara jujur”.

Pertama, pernyataannya terdapat kontradiksi, dengan mengatakan Wang Lijun tidak diberi suaka karena berada di wilayah Tiongkok, sedangkan pada saat yang sama kepada Chen Guangcheng mereka memutuskan memberikan suaka di Kedubes AS.

Kedua, ketika tiga kali ditanya oleh pembawa acara, mengapa Hillary tidak menyebutkan “Falun Gong” pada masalah HAM, Gary sama sekali tidak memberikan penjelasan.

“Ketiga wawancara itu sangat bagus, semua orang yang menyaksikan dan membandingkannya pasti akan menjadi membenci Hillary, walaupun toleransi yang diberikan pada Hillary lebih besar,” lanjut Tang Boqiao.

Menurut Tang, surat kabar Dajiyuan dan NTDTV memilik dua keunggulan besar yang tidak dimiliki oleh media massa besar lainnya. Keunggulan pertama adalah, baik Dajiyuan maupun NTDTV memiliki batasan moralitas dan hati nurani, mampu mempertahankan moralitas profesi sebagai pelaku media, sehingga mampu untuk tetap objektif. Keunggulan kedua adalah, sejak hari pertama didirikan, keduanya telah mewakili keadilan, senantiasa berpijak pada sisi kebenaran sejarah.

“Inilah sebabnya surat kabar Dajiyuan dan NTDTV pada saat yang krusial mampu mengabaikan komentar masyarakat luas, dan secara tepat memperkirakan Trump akan menang,” kata Tang. (Zhou Fenglin/sud/whs/rmat)

Share

Video Popular