Mobil sedan Subaru milik seorang wanita warga Portland, AS yang diparkir di depan tempat tinggalnya telah lenyap dicuri orang beberapa hari lalu. Dari pemantauan lewat rekaman kamera sirkuit diketahui bahwa mobil itu memang telah dilarikan oleh seseorang yang tidak dikenal.

Tetapi pada hari berikutnya, wanita warga Portland itu menemukan mobilnya telah diparkir kembali di tempat yang sama dengan sepucuk surat permintaan maaf dan uang tunai USD 30 berada dalam mobilnya itu. Isi surat menguraikan tentang kesalahan yang telah terjadi.

Central News Agency memberitakan, wanita warga Portland yang bernama Erin Hatzi berbagi cerita tentang peristiwa kecurian mobilnya dalam media sosial, termasuk juga surat permohonan maaf dari ‘pencuri’ yang kemudian menarik perhatian dan diskusi sejumlah pengguna internet.

Mobil buatan pabrik Subaru milik Erin Hatzi yang diparkir di depan tempat tinggalnya hilang dicuri orang pada 25 Oktober malam hari. Rekaman kamera sirkuit menunjukkan, seorang wanita tak dikenal telah membuka pintu mobil lalu duduk di bangku pengemudi. Setelah beberapa lama, mesin mobil baru dinyalakan kemudian dijalankan.

Saat diwawancarai media Erin Hatzi mengatakan, ‘pencuri’ mobil itu tampaknya sedikit tidak biasa, karena umumnya pencuri akan segera melarikan mobil begitu ia masuk ke dalam mobil, tetapi yang ini malahan bergerak amat santai, mobil baru dijalankan setelah 2 – 3 menit berselang. Apalagi mobil diparkir di depan rumah.

Mengetahui mobilnya dicuri orang, Erin segera melaporkan kejadian kepada pihak polisi. Namun di luar dugaan, mobil itu dibawa kembali dan diparkir di tempat yang sama oleh seorang wanita pada hari berikutnya. Dengan menyertakan sepucuk surat permintaan maaf dan uang tunai USD 30 yang diletakkan dalam mobil.

Surat itu berbunyi, “Hi, aku mohon maaf karena mobil Anda saya curi. Begini, saya memberikan kunci mobil Subaru berwarna merah milik saya kepada seorang teman dengan tujuan agar ia  membantu saya memindahkan mobil yang saya parkirkan di 7802 Woodstock St. ke rumah. Tetapi hasilnya adalah ia membuka dan membawa mobil milik Anda ke rumah. Sampai siang ini saya baru sadar bahwa mobil tersebut bukan yang milik saya. Di sini, saya sertakan juga sedikit uang bahan bakar sebagai pengganti. Tentunya masalah ini akan membuat Anda terkejut dan marah. Dari hati yang dalam saya mohonkan maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan tersebut. “

Di bagian pojok dicantumkan nama dan nomor telepon penulis surat itu, menunjukkan ia bersedia menerima pemeriksaan lebih jauh, “Atas kesalahan tersebut kami mohon maaf yang sebesar-besarnya”.

Setelah Erin Hatzi menanyakan tentang pencurian mobil kepada polisi ia baru sadar bahwa beberapa mobil Subaru yang bertipe lama memang kuncinya ada yang sama.

Menurut penyelidikan polisi, mobil Subaru berwarna merah yang seharusnya dipindahkan oleh wanita suruhan ‘pencuri’, sepanjang hari itu masih berada di tepi jalan yang tak jauh dari tempat tinggal Erin Hatzi.

Dalam wawancara Erin mengatakan bahwa peristiwa ini memang terjadi di luar nalar.

“Seperti dalam cerita komedi saja, tidak akan ada orang yang percaya. Itu konyol, tidak logis tetapi benar-benar terjadi”, katanya.

Menurut Erin, meskipun peristiwa membuat kedua belah pihak berada dalam situasi canggung, namun, masih beruntung karena bisa diselesaikan dengan damai dan memuaskan. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular