JAKARTA – Sebagai tindak lanjut hasil temuan Obat Tradisional (OT) ditambahkan dengan Bahan Kimia Obat (BKO) telah dilakukan penarikan dari peredaran terhadap OT mengandung BKO tersebut dan dilanjutkan dengan pemusnahan pada sepanjang 2016.

“Pada tahun 2016 ini, pemusnahan telah dilakukan terhadap produk jadi OT senilai 36,5 miliar rupiah dan bahan baku senilai 3 miliar rupiah,” kata Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Kosmetik dan Produk Komplemen Badan POM, Ondri Dwi Sampurno, dalam keterangannya di Kantor BPOM, Jakarta, Selasa (22/11/2016).

Pembatalan nomor izin edar juga dilakukan terhadap OT yang sebelumnya telah memiliki izin edar Badan POM, namun teridentifikasi mengandung BKO setelah beredar. Sejumlah 7 perkara OT mengandung BKO berhasil diungkap Badan POM dan telah diproses secara pro-justitia. Sementara, perkara OT ilegal lainnya yang juga telah diproses melalui jalur hukum berjumlah 33 perkara.

BPOM mengingatkan, kejahatan pelanggaran Obat dan Makanan adalah kejahatan kemanusiaan sehingga Badan POM tidak bekerja sendiri dalam penanganan kasus ini. Koordinasi selalu dilakukan dengan berbagai instansi terkait, antara lain Kepolisian dan Kejaksaan untuk penanganan dari segi hukum.

Koordinasi lainnya adalah pemerintah Daerah Kab/Kota (Dinas Kesehatan/Dinas Perindustrian/Dinas Perdagangan), Asosiasi di bidang OT & SK  melalui Kelompok Kerja Nasional Penanggulangan Obat Tradisional mengandung Bahan Kimia Obat (Pokjanas Penanggulangan OT-BKO), dan penguatan kerja sama ASEAN melalui PMAS. Badan POM juga terus melakukan penggalangan kerja sama dengan berbagai negara seperti Australia.

Badan POM mengingatkan para pelaku usaha untuk tidak memproduksi dan/atau mengedarkan OT dan SK yang tidak sesuai ketentuan karena kegiatan tersebut merupakan tindak pidana dan dapat dikenai sanksi hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku

BPOM juga mengingatkan kepada masyarakat agar lebih waspada serta tidak mengonsumsi produk-produk sebagaimana tercantum dalam lampiran peringatan/public warning ini ataupun yang sudah diumumkan dalam peringatan/public warning sebelumnya.

Masyarakat juga diminta untuk berperan secara aktif, jika menemukan hal-hal mencurigakan terkait produksi dan peredaran OT dan SK secara ilegal atau mengandung BKO, dapat menghubungi Badan POM melalui jalur kontak yang tercantum di bawah ini. Ingat selalu Cek KIK, pastikan kemasan dalam kondisi baik, memiliki Izin edar Badan POM, dan tidak melebihi masa Kedaluwarsa. (asr)

Share

Video Popular