Selama ini komunitas ilmiah selalu mencoba mempelajari tindakan atau suara orang utan, untuk menemukan petunjuk asal muasal bahasa manusia. Faktanya evolusionis tidak pernah berhasil menerrjemahkan bahasa orang utan, apalagi asal muasal bahasa manusia.

Fenomena bahasa manusia sangat kompleks. Ahli bahasa biasanya membagi ribuan bahasa di dunia menjadi keluarga bahasa Indo-Eropa, Mandarin dan puluhan keluarga bahasa lainnya. Bahkan antar bahasa yang tidak sama dengan keluarga bahasa yang sama terkadang sangat besar perbedaannya: sistem tata bahasa yang berbeda, sistem kosakata dan karakteristik suara bahasa yang berbeda

Profesor psikologi kognitif di Cornell University, Amerika Serikat, Morten Christiansen dan profesor fisiologi bahasa di University of  Edinburgh Simon Kirby sepakat menyatakan, “Asal muasal bahasa merupakan masalah ilmiah yang paling sulit dipecahkan.”

Menurut keterangan kedua profesor ini, bahasa manusia yang sangat kompleks merupakan fenomena unik dalam dunia biologi. Hal yang menjadi reungan adalah, bahwa meskipun kita menggunakan bahasa untuk menggambarkan pemahaman tentang alam semesta, namun tidak dapat menjelaskan asal muasal bahasa, sehingga semakin tidak mengerti bagaimana terjadinya manusia itu sebenarnya.

Kirsty Graham, seorang pakar bahasa orangutan dari The University of St Andrews mengatakan, bahwa bahasa gerakan Bonobos dan simpanse ada sekitar 70 jenis, tapi bahasa tubuh mereka tidak dapat dibandingkan dengan bahasa tubuh manusia, demikian dilansir dari laman “Scientific American” baru-baru ini.

Dalam pemaparannya di Conversation pada Agustus 2015 lalu, fisiolog Marcus Perlman dari University of Wisconsin-Madison mengatakan, berdasarkan catatan arkeologi, bahasa manusia telah hilang ribuan jenis, sementara yang diturunkan dan sedang digunakan hingga sekarang ada 7000 jenis bahasa.

Dari mana bahasa-bahasa ini asalnya? Apakah semua jenis bahasa itu berkembang dari bahasa yang sama? Dan bahasa yang paling awal adalah bahasa tubuh atau bahasa vocal?

Sayangnya, meskipun para ilmuwan tertarik dengan hal ini, namun, karena bahasa tidak meninggalkan fosil, sehingga psikolog terpaksa menelitinya dari berbagai percobaan untuk mempelajari fenomena berkomunikasi manusia sekarang menggunakan bahasa, agar dapat memperkirakan evolusi bahasa.

Pada Mei 2014 lalu, Harvard University, Massachusetts Institute of Technology dan beberapa institusi akademik lainnya memaparkan hal terkait di “Frontiers in Physiology” : “The mystery of language evolution / asal muasal bahasa adalah sebuah misteri yang belum terpecahkan.”

Para peneliti mengatakan, meskipun pandangan terkait asal muasal bahasa itu sangat beragam, tapi kekurangan bukti yang memadai, karena bahasa hewan, fosil, pengamatan arkeologi, pengujian genetik, dan hipotesa semuanya itu tidak dapat menjelaskan asal muasal bahasa. (Epochtimes/Lin Yan/joni/rmat)

Share

Video Popular