Hasil penelitian ilmuwan menyebutkan, bahwa bumi sedang bergerak ke “pinggir atau keluar dari zona layak huni” di tata surya, dan laju gerakannya bahkan jauh lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

Sementara itu, jika bumi terus bergerak keluar dari zona layak huni tersebut, akan menyebabkan iklim “moistgreenhouse”, dan mengakibatkan perubahan atmosfer secara drastis.

Adapun yang dimaksud dengan zona layak huni bintang, adalah batas jarak tertentu di sekitar bintang, permukaan planet di dalam wilayah terkait mengandung cairan-air. Wilayah ini dianggap sebagai prasyarat penting bagi perkembangan kehidupan.

Saat ini, zona layak huni yang diakui di tata surya dimulai sekitar 0,95 satuan astronomi (sekitar 93 juta mil), jarak ini relatif lebih nyaman dari Bumi. Namun, hasil penelitian terbaru dari peneliti James Kasting di Pennsylvania State University, peneliti dari NASA dan University of Bordeaux, mengatakan, bahwa di tepi bagian dalam dari zona layak huni tersebut telah melampaui cakupannya yakni 0,99 satuan astronomi.

Simulasi iklim baru kami memprediksi, bahwa bumi lebih lanjut mendekati moistgreenhouse atau efek rumah kaca, dan jauh lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya. Di bawah lingkungan seperti ini, bumi dan stratosfer akan menjadi sangat lembab, dan mencapai titik jenuhnya seiring dengan pemanasan permukaan bumi.

“Akibatnya, molekul air mengalami disosiasi (penguraian), melepaskan hidrogen ke ruang angkasa secara terus menerus. Mengingat derajat kejenuhan dari atmosfer, lautan akan kehilangan skala waktu miliaran tahun. Ini menunjukkan, bahwa perubahan iklim bumi akan sama seperti Venus, menghasilkan efek rumah kaca yang tak terkendali. Apabila terus seperti ini, besar kemungkinan planet bumi ini tidak lagi cocok dan layak untuk hidup,”  kata James Kasting, peneliti dari Pennsylvania State University, AS. (Secretchina/Ye Yu Huan/joni/rmat)

Share

Video Popular