JAKARTA – Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (K16HAKtP) adalah kampanye internasional tahunan yang bertujuan mendorong upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia.  Kampanye tahunan ini akan diadakan selama 16 hari pada 25 November – 10 Desember 2016 mendatang.

Wakil Ketua Komnas Perempuan, Yuniyanti Chuzaifah mengatakan bagi Komnas Perempuan momentum K16HAKtP sangat penting untuk meneguhkan apa yang telah menjadi mandat Komnas Perempuan sebagai salah satu mekanisme HAM nasional yang dibentuk oleh negara untuk penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan mendorong pemenuhan hak perempuan korban.

Menurut Yuniyanti, K16HAKtP juga dimaknai sebagai media memperkuat konsolidasi gerakan perempuan, untuk menegaskan isu kekerasan terhadap perempuan sebagai pelanggaran Hak Asasi Manusia.

Komnas Perempuan telah memfasilitasi dan menggerakkan respon publik atas K16HAKtP sejak tahun 2001, bekerjasama dengan mitra kerjanya yang sebagian besar adalah lembaga pengadalayanan bagi perempuan dan anak korban kekerasan di berbagai daerah di Indonesia.

Saat ini ada kurang lebih 150 organisasi pengada layanan yang tergabung dalam Forum PengadaLayanan (FPL) dan organisasi mitra kerja lainnya yang telah bekerja bersama untuk upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan pemenuhan hak perempuan korban.

“Hasil Pemantauan Komnas Perempuan menunjukkan, kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak merupakan situasi serius yang membutuhkan penanganan yang tepat dan komprehensif, salah satunya dengan memastikan hadirnya payung hukum yang bisa menjamin rasa keadilan dan pemulihan korban serta memastikan kekerasan seksual tidak berulang,” sambungnya dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (24/11/2016).

Komnas Perempuan dalam Peringatan Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (K16HAKtP) tahun ini menegaskan kembali tentang pentingnya kehadiran Negara dalam upaya pemenuhan hak perempuan korban, melalui dukungan pembahasan dan pengesahan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual.

Sepanjang tahun 2016, Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) bersama Forum PengadaLayanan (FPL) telah menyusun dan menyerahkan kepada DPR RI dan Pemerintah Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual, serta mendorong Kaukus Perempuan Parlemen RI untuk memainkan peran strategisnya dalam mengawal pembahasan dan pengesahan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual .

Rangkaian Kampanye 16HAKtP tahun ini kembali dilakukan serentak di seluruh wilayah Indonesia dengan tema utama: “Kekerasan Seksual adalah Kejahatan terhadap Kemanusiaan” dengan pesan: “Dengar dan Dukung Korban”. Bagi kampanye media, Komnas Perempuan memiliki tagar #Gerak Bersama dalam wujudkan pengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual. (asr)

Share

Video Popular