Segala sesuatu yang tidak Anda sukai itulah yang harus Anda pelajari.

Norma pertama : Sosok orang seperti apa Anda itu, maka Anda juga akan memandang orang lain seperti itu. Anda tidak bisa mentolerir bagian dari orang lain, berarti tidak bisa mentolerir bagian dari Anda sendiri.

Seseorang yang berakhlak (moral) buruk akan curiga dengan moral orang lain ; Seseorang yang tidak setia terhadap orang lain, juga akan curiga dengan kesetiaan orang lain terhadapnya ; Seseorang yang tidak jujur, buruk (kalakuan/sikap), akan ‘berpikir negatif” terhadap setiap tindakan orang lain, karena dia adalah sosok orang seperti ini.

Jika Anda suka marah-marah, Anda akan berpikir orang lain kerap menyinggung perasaan Anda dan membuat Anda marah, segala sesuatu itu bisa saja menjadi alasan kemarahan Anda. Bukan maksudnya bahwa segala sesuatu itu memang salah, tetapi Anda akan melontarkannya, melampiaskan uneg-uneg yang terpendam di dalam hati Anda kepada orang lain. Anda akan mengecam setiap orang, setiap hal, karena terlalu amarah dalam diri anda, jadi, apapun itu bahkan hal-hal kecil bisa saja memicu kemarahan anda.

Begitu juga dengan apa yang dikatakan orang lain kepada Anda itu juga mencerminkan siapa diri mereka dan dunia dalam batin mereka. Bisa jadi mereka mengkritik Anda karena mereka cenderung tidak puas dengan diri mereka sendiri, bahkan mereka sendiri itu adalah “sosok orang” yang dikritik mereka sendiri.

Ketika hati Anda mengarah kepada kebaikan, Anda akan berhenti mengkritik orang lain dan kritik balik terhadap orang lain. Jika Anda melempar batu ke pohon apel, maka yang jatuh itu pasti buah apel, tidak peduli siapa yang melemparnya sama saja. Seseorang yang benar-benar baik, tidak peduli bagaimana Anda terhadapnya (sikap/perlakuan), yang ditunjukkan pasti dengan sikap yang damai, baik, karena ia adalah sosok orang seperti itu.

Norma kedua : Melihat di dalam dari luar, melihat/mengenal diri sendiri dari pandangan orang lain. Dengan memahami orang lain, Anda baru bisa mengenal diri Anda dalam arti yang sebenarnya.

Yang Anda lihat dari orang lain itu sebenarnya adalah diri Anda sendiri. Pandangan kita terhadap pendapat orang lain itu terutama tergantung pada mereka sendiri yang membuat kita mengenal dengan jelas sosok seperti apa kita ini, bukan bagaimana cara kita memandang mereka.

Semua hubungan pergaulan Anda itu adalah sesisi cermin, melalui mereka ini Anda baru bisa mengenal diri Anda yang sebenarnya. Dalam proses mengetahui pihak lain, tanpa sadar juga sama dengan menemukan diri Anda sendiri. Memahami perasaannya, pikirannya, dan lebih mengenal diri Anda sendiri, kalian masing-masing menjadi cermin satu sama lain.

Jika Anda merasa pasangan Anda sudah tidak hangat lagi terhadap Anda, mungkin hal ini dikarenakan Anda juga sudah tidak bergairah lagi terhadapnya. Sama seperti yang dikatakan oleh seorang ahli pernikahan : “Jika pernikahan kita menjadi hambar, mungkin karena kita merasa hambar/bosan, atau lebih celakanya lagi, saya sosok orang yang hambar.”

Sebenarnya, orang-orang yang membuat Anda sebal itu sedang membantu Anda, ia membantu Anda memahami diri Anda sendiri dan membiarkan Anda menemukan sisi gelap Anda. Itulah sebabnya mengapa ketika kita semakin mesra/intim dengan seseorang, justru semakin rentan muncul kebosanan, karena ia membuat Anda melihat sosok asli Anda yang sebenarnya.

Tutur kata dan tindak tanduk eksternal setiap orang itu adalah wujud dari pikiran dari dalam batinnya. Jika Anda tidak dapat mempercayai diri sendiri, akan sulit untuk bisa mempercayai orang lain ; Jika Anda tidak bisa menghargai diri sendiri, akan sulit untuk menghormati orang lain ; Jika Anda tidak bisa meyakinkan diri, akan sulit untuk memastikan orang lain, jika Anda tidak dapat menerangi diri, tidak mungkin bisa menerangi orang lain.

Ketika pasangan sudah tidak lagi cinta dan saling menyakiti, saya tidak akan memberitahu mereka bagaimana berusaha keras untuk mencintainya, tetapi meminta mereka lebih dulu belajar mencintai diri sendiri, karena menyakiti pihak lain itu sebenarnya menyakit diri sendiri

Hubungan Anda dengan semua orang, merefleksikan hubungan Anda dengan diri sendiri. Jika Anda selalu bentrok dengan batin Anda, maka Anda juga akan terus bertikai dengan orang lain ; Jika perasaan dalam batin Anda selalu berontak, maka Anda juga akan mengalami rontaan emosional dengan orang lain. Masalah yang kita alami dalam perasaan itulah masalah di dalam batin kita.

Mereka yang bermasalah dalam pergaulan dengan orang lain, tidak hanya harus meninjau kesalahan hubungan Anda dengan orang lain, tetapi juga harus introspeksi hubungan Anda dengan diri sendiri. (Secretchina/Jhn/Yant)

Share

Video Popular