Pada 2012, di internet muncul berita, masyarakat yang menghujat: wakil Kongres Rakyat Nasional dan “Sepuluh tokoh ekonomi wanita tahunan” Qiu Shuhua yang mendirikan usaha di bawah bendera kelompok Qianshan. Berbisnis mengambil/menyadap getah empedu beruang secara hidup-hidup dalam posisi dikurung, berusaha mendaftarkan diri untuk berdagang dengan nama “Fujian Guizhen Tang Pharmaceutical Co, Ltd”.

Menghadapi gelombang kecaman yang bertubi-tubi di internet, pada 22 Februari, Guizhen Tang mengadakan konferensi pers. Dalam konferensi itu Zhang Zhijun sang presiden direktur memperagakan teknik penyadapan getah empedu beruang dalam keadaan hidup sambil berucap, ”Beruang kelihatannya tidak kesakitan?”

Wartawan balas bertanya, ”Anda bukanlah beruang, bagaimana mengetahui beruang tidak kesakitan?”

Suara menyedakkan ini membuat Zhang Zhijun sangat marah dan menimpali, ”Anda juga bukan beruang, bagaimana Anda mengetahui beruang itu kesakitan?”

Di tahun itu juga media “Southern Weekly” edisi ke 7 telah mengungkap dengan sebuah artikel “Realita dan dusta, beruang hidup diambil getah empedunya.”

Pada 1980 RRT menyerap teknik penyadapan getah empedu beruang hidup dari Korea Utara, yaitu dengan memasang sebuah tabung penampung pada tubuh beruang hitam yang masih hidup, secara terus menerus menyadap getah empedu dari kantung empedu beruang.

Hal tersebut untuk menggantikan satu kali pengambilan empedu dengan membunuh beruang, kemudian getah empedu itu diolah menjadi obat-obatan Tiongkok tradisionil, obat suntik, kado bubuk empedu beruang dan lain-lain.

Sejak 2009 Fujian Guizhen Tang terus mengusahakan hak paten pemasaran berskala besar, ”Produksi tahunan 4000 kg bubuk empedu beruang” dan “Pemeliharaan tahunan beruang hitam mencapai 1.200 ekor!”

Perkembangan umat manusia sampai hari ini, sumber daya bumi semakin menipis, hal mana berjalan beriringan dengan tindakan dan cara-cara mencari uang yang menghalalkan segala cara.

Memasuki 50 tahun terakhir abad ke 20, semakin banyak terlihat produksi dan perdagangan narkoba, penyelundupan senjata dan amunisi, penyelundupan manusia dan lain-lain, dalam bisnis dunia kriminal bahkan rantai sumber kekayaan besar dari pungutan tidak sah atas campur tangan pihak pejabat. Standar moral yang semula memang sudah sangat rendah, bahkan telah digantikan dengan pengkultusan uang yang semata-mata hanya mencari keuntungan.

Setelah mencapai akhir abad 20, terutama mengikuti mencuatnya perubahan metamorfosa Partai Komunis Tiongkok/PKT, etika komunisme telah melepas mantel kamuflasenya yang terakhir, oleh Jiang Zemin dan kelompoknya secara terbuka digantikan dengan busana seksi dari para pelacur. Lebih lanjut telah merusak tiga konsepsi (terhadap: dunia, kehidupan dan nilai filosofis) dari masyarakat.

Di RRT hampir-hampir tidak ada bisnis yang dilarang, dengan uang segala relasi dapat ditembus, ke atas sampai tingkat pejabat tinggi negara, ke bawah sampai tingkat sekretaris desa, dan petugas jalanan. Asap polutan berkeliaran di mana-mana, udara dipenuhi dengan bau busuk polusi.

Dengan demikian, moralitas, kepercayaan, penilaian salah-benar, nilai kebajikan anjlok, perilaku kejam malah sangat melimpah. Penyadapan getah empedu beruang hanyalah merupakan pucuk gunung es, tentu merupakan sebuah contoh yang cukup keji, sehingga menyulut banjir hujatan.

Pada awal 2011, seorang anggota CPPCC komunis Tiongkok dan penulis yang bermarga Zhang dalam Dua Sesi Rapat mengajukan rancangan resolusi pemboikotan pengambilan getah empedu beruang secara hidup-hidup. Satu tahun kemudian, 72 tokoh terpandang dalam masyarakat menulis kepada komisi pengawas untuk memblokir pemasaran Guizhen Tang, dalam jajak pendapat di portal utama, diantara jutaan masyarakat, terdapat 90% lebih pengguna internet yang menentang penyadapan getah empedu beruang dalam keadaan hidup.

Namun ini bukanlah praktik yang paling kejam. Pada hakikatnya hewan tetaplah hewan, mengapa Guizhen Tang masih berani menerbitkan serangan balik dalam konferensi pers, lantaran mereka beranggapan bahwa mencari keuntungan dengan produk hewani masih belum melampaui garis terendah moralitas umat manusia. Apalagi mereka telah mengantongi “Sertifikasi Departemen Kehutanan”, jimat pelindung dari pejabat PKT. (Jiu Tian Jian/pur/whs/rmat)

BERSAMBUNG

Share

Video Popular