Pejabat Bulgaria mengatakan bahwa sekitar 1.500 orang yang menjadi penghuni di kamp pengungsi terbesar Bulgaria telah melakukan unjuk rasa dan memicu kerusuhan. Akibat kejadian tersebut, 14 orang polisi Bulgaria terluka. Dan sedikitnya 200 orang pengungsi ditangkap.

Insiden itu terjadi di pusat pelayanan pengungsi Harmanli yang terletak di dekat perbatasan dengan Turki. Para pengungsi yang marah berunjuk rasa dengan membakar ban mobil, dan melakukan pelemparan batu ke arah sekitar 250 orang orang polisi dan para petugas pemadam kebakaran yang berjaga-jaga.

Mereka memprotes pihak berwenang Bulgaria yang melarang para pengungsi yang sedang menunggu pemeriksaan meninggalkan lokasi pusat penampungan. Para pengungsi tersebut kebanyakan adalah yang berasal dari Afghanistan.

Kepolisian pagi ini memberitakan kepada Agense France-Presse, situasi sudah mulai kondusif, para pengungsi tersebut telah diberikan kesempatan untuk menemui dan berdialog dengan pejabat berwenang dari Dinas Pengungsi Bulgaria.

Namun, sore harinya suasana kembali memanas, sehingga petugas keamanan terpaksa menggunakan meriam air untuk membubarkan pengunjuk rasa, menggiring para pengungsi untuk kembali ke dalam lokasi penampungan dan mencegah mereka keluar lagi dari sana.

Dalam pusat penampungan itu terdapat lebih dari 3.000 orang pengungsi yang juga berunjuk rasa pada Oktober lalu. Saat itu, ratusan pengungsi asal Afghanistan menuntut pihak berwenang Bulgaria untuk membiarkan mereka tetap melanjutkan perjalanan menuju Eropa Barat.  (sinatra/rmat)

Share

Video Popular