Selama 30 tahun terakhir Partai Republik AS telah melahirkan 3 orang presiden, dan setiap presiden memiliki tindakan yang menggemparkan. Seperti: “Perang Bintang” ala Reagan yang telah meruntuhkan Uni Soviet; “Perang Teluk” oleh Bush senior telah membebaskan Kuwait; dan “Perang Irak” oleh Bush junior telah memusnahkan Saddam Hussein.

Kini, secara tak terduga Trump terpilih menjadi presiden AS yang ke-45, jika pengaturan sejarah ini mengikuti jejak perjalanan sebelumnya, maka ini mungkin kelanjutan dari runtuhnya Uni Soviet dan Eropa Timur di tangan Reagan, meruntuhkan negara komunis terakhir di dunia ini yakni PKT, oleh seorang presiden AS dari Partai Republik. Mari kita lihat kemiripan antara Trump dengan Reagan.

Pertama, Trump dan Reagan sama-sama adalah anggota Partai Republik yang meraih kemenangan, yang konsep pemerintahannya tidak sepenuhnya sama dengan Partai Demokrat.

Pada pilpres 1980 Reagan mengalahkan Presiden Carter dari Partai Demokrat, pada tahun yang sama Partai Republik juga memenangkan lebih dari setengah kursi pada Dewan Senat AS untuk pertama kalinya setelah 26 tahun.

Dalam pilpres kai ini Trump mengalahkan capres dari Partai Demokrat yakni Hillary Clinton yang memiliki pengalaman politik jauh lebih mapan serta dana kampanye sangat besar, dan kali ini Partai Republik juga memenangkan mayoritas kursi pada Dewan Kongres AS.

Dua partai politik yang saling bergantian berkuasa di Amerika itu, Partai Demokrat yang berhaluan sayap kiri menginginkan intervensi pemerintah di bidang ekonomi, menerapkan pungutan pajak tinggi untuk membagi ulang kekayaan, memperbesar kesejahteraan sosial untuk memelihara para pengangguran, di saat yang sama memangkas anggaran belanja pertahanan negara.

Dalam hal paham komunis, kaum sayap kiri cenderung untuk berkompromi, bekerjasama, meredakan konflik, karena fundamental ideologi mereka sepaham dengan partai komunis, yang selalu ingin mengintervensi ekonomi dengan kekuatan pemerintah, merampas kebebasan dengan dalih kesetaraan, dan pada dasarnya menentang paham kapitalisme.

Presiden Roosevelt dari Partai Demokrat menjadi “besar” karena memenangkan PD-II, tapi sejak “pemerintahan barunya”, dimulai serangkaian kebijakan paham sosisalis dengan pemerintahan yang bongsor, yang kian parah merusak nilai-nilai prinsip yang fundamental pendirian negara Amerika Serikat.

Kaum konservatif di Partai Republik menekankan pemerintahan kecil, ekonomi bebas, memperkuat pertahanan negara, dan dengan tegas menentang paham komunis. Reagan adalah presiden AS di abad ke-20 yang secara tegas memberikan kontribusi terbesar dengan mempertahankan prinsip tersebut. Terutama di era tahun 80-an, bersama dengan PM Inggris Margaret Thatcher keduanya melakukan reformasi ekonomi pasar secara penuh.

Reformasi ini tidak hanya menjadi landasan bagi pertumbuhan ekonomi AS sekarang ini, juga mengarahkan seluruh dataran Eropa belok “kanan”, mengarah pada ekonomi pasar, dan meninggalkan sosialisme kesejahteraan.

Kedua, baik dari usia, latar belakang profesi, dan proses pemilihannya, keduanya sangat mirip.

Dari faktor usia, tahun ini Trump telah berusia 70 tahun, dan Reagan berusia 69 tahun ketika terpilih sebagai presiden pada tahun 1980, keduanya merupakan presiden yang berusia paling tua sepanjang sejarah AS.

Dilihat dari latar belakang profesi mereka, Trump adalah seorang taipan properti di luar ranah politik, yang tidak cocok dengan kaum elite di sektor keuangan Wall Street, seorang asing di bidang politik, pengalaman politiknya juga nol besar. Reagan adalah aktor kelas dua juga dari luar ranah politik, bukan dari keluarga yang terpandang, juga tidak memiliki pendidikan yang cemerlang, lahir dari kemiskinan, dan pengalaman politik sangat minim.

Dilihat dari perjalanannya meraih kemenangan dalam pilpres, dalam proses kampanye keduanya mengalami berbagai rintangan dan liku-liku, ketika Trump mencalonkan diri sebagai presiden, para elite politik Washington termasuk sebagian anggota Partai Republik malu untuk mendukungnya.

Sementara kaum elite Wall Street dan media massa papan atas hampir seluruhnya mendukung Hillary, dan Reagan sendiri juga pernah dua kali meminta Partai Republik agar dicalonkan namun gagal, dan ketiga kailnya setelah dipilih sebagai calon presiden dari Partai Republik, media massa waktu itu menyebutnya “mantan aktor yang bodoh dan berbahaya”, dan pasti tak berdaya melawan Presiden Carter dari Partai Demokrat.

Ketiga, Trump sama seperti Reagan, mungkin akan menjadi presiden dari Partai Republik yang akan mengubah AS dan dunia. (jin yan/sud/whs/rmat)

BERSAMBUNG

Share

Video Popular