Para ilmuwan menemukan sebuah super-cluster baru di belakang galaksi bima sakti, dan diperkirakan mengandung setidaknya 1.000 triliun bintang.

“Saya tidak percaya struktur besar seperti ini akan muncul begitu mencolok di depan mata,” ujar Renée Kraan-Korteweg, seorang astrofisikawan di Univeristy of Cape Town di Afrika Selatan, seperti dilansir laman Astronomi Kontemporer.

Superkluster adalah struktur terbesar di alam semesta, mengandung beberapa gugus galaksi, diantaranya ada yang berisi ratusan atau ribuan galaksi.

Superkluster yang baru ditemukan itu bernama superkluster Vela. Para ilmuwan mengamati superkluster Vela dengan penggabungan beberapa teleskop di antaranya South African Large Telescope (SALT) di dekat Cape Town, Anglo-Australian Telescope (AAT) di dekat Sydney, and Survei X-ray dari bidang galaksi.

Suasana penyebaran superkluster yang telah ditemukan, rentang setiap superkluster adalah 100 juta – 200 juta tahun cahaya dan ruang di sekitarnya (warna merah). (Wikipedia)
Suasana penyebaran superkluster yang telah ditemukan, rentang setiap superkluster adalah 100 juta – 200 juta tahun cahaya dan ruang di sekitarnya (warna merah). (Wikipedia)

Para peneliti memperkirakan bahwa superkluster Vela memiliki massa tak jauh berbeda dengan superkluster Shapley yang terdiri dari sekitar 8.600 galaksi dan terletak sekitar 650 juta tahun cahaya dari Bumi.

Saat ini para ilmuwan tidak dapat menentukan secara pasti jumlah konkret galaksi dari gugus galaksi tersebut, diperkirakan mengandung antara 1.000 hingga 10.000 triliun bintang.

“Namun, kepadatan materi superkluster Vela jauh lebih tinggi di atas rata-rata,” kata ilmuwan.

Di alam semesta, penyebaran galaksi bagaikan sebuah jaringan, sehingga dijuluki jaringan kosmos. Itu adalah bagian terbesar dalam jaringan superkluster, sementara galaksi lainnya membentuk serat yang relatif halus, ruang berongga antar serat hampir tidak mengandung galaksi.(Volker Springel/Max Planck Institute For Astrophysics/SPL)
Di alam semesta, penyebaran galaksi bagaikan sebuah jaringan, sehingga dijuluki jaringan kosmos. Itu adalah bagian terbesar dalam jaringan superkluster, sementara galaksi lainnya membentuk serat yang relatif halus, ruang berongga antar serat hampir tidak mengandung galaksi.(Volker Springel/Max Planck Institute For Astrophysics/SPL)

Para ilmuwan mendeteksi bahwa galaksi kita sedang menjauh menuju ke superkluser dengan kecepatan 50 km per detik. Namun, membutuhkan 5 triliun tahun baru bisa sampai ke sana, karena jarak superkluster Vela mencapai 800 juta tahun cahaya jauhnya dari bumi kita, demikian kata ilmuwan seperti dilansir dari laman science. (Epochtimes/xia lǜ-di/joni/rmat)

 

Share

Video Popular