Oleh: Chen Simin

“Harian Rakyat” RRT pada 15 November 2016 menerbitkan sebuah artikel atas nama Kepala kantor Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok (PKT) Li Zhanshu. Artikel itu merupakan salah satu mata pelajaran dari “Buku Bimbingan ‘Kaidah’ dan ‘Peraturan’” pada Sidang Paripurna ke-6 PKT, yang diadakan awal bulan November lalu.

Artikel tersebut setelah diterbitkan di berbagai media, telah menjadi fokus perhatian kalangan asing.  Li Zhanshu selain seorang yang paling berkompeten, berpengaruh dan berpengalaman dalam penilaian terhadap ketua PKT XI Jinping yang mendukung “kekuasaan inti Xi Jinping”.

Juga sekali lagi mengkritik dengan pedas segerombolan bekas pejabat tinggi yang telah diadili antara lain Zhou Yongkang, Bo Xilai, Guo Boxiong, almarhum Xu Caihou, Ling Jihua dan lain-lainnya.  Ambisi politik mengakibatkan mereka mengabaikan hukum negara, korup dan bejat, dengan terang-terangan menantang kewibawaan pusat.

Jabatan Li Zhanshu sekarang ini yang disebut sebagai “Pengurus rumah tangga pusat pemerintahan Zhong Nan Hai.” Sedangkan media partai “Harian Rakyat” mewakili kelompok dari partai, pemerintah dan militer. Sementara “5 Harimau (bukan harimao)” yang beranggotakan Zhou Yongkang dan lainnya yang telah dilengserkan, mewakili pejabat teras kelompok mantan ketua PKT Jiang Zemin, maka artikel itu di mata 3 Anggota Tetap Komite Politbiro Pusat PKT yang juga anggota kelompok Jiang yaitu Liu Yunsan, Zhang Dejiang dan Zhang Gaoli, sekaligus merupakan dentang lonceng peringatan.

Sejak Li mengendalikan kantor pusat PKT, berturut-turut telah mengeluarkan ketentuan-ketentuan yang di mata berbagai kalangan mempunyai target yang jelas. Seperti “Pemeriksaan ulang”, “Akuntabilitas (Meminta pertanggung-jawaban)”, sasaran akhirnya adalah Jiang Zemin yang merupakan “gembong terbesar dari Harimau-harimau: partai, pemerintahan dan militer”.

Sedangkan ketentuan “Bisa naik dan bisa turun”, ini terutama ditujukan kepada 3 Anggota Tetap Komite Politbiro Pusat PKT sekarang ini yang sempat dijejalkan oleh Jiang (disaat dia masih memiliki pengaruh), yaitu Liu Yunshan, Zhang Dejiang dan Zhang Gaoli.

Selain itu, 3 anggota tetap dari kelompok Jiang tersebut, berkali-kali disaat krusial Xi “memukul Harimau”, mereka malah melakukan tindakan (1 k) pengacauan di berbagai bidang, antara lain di Hongkong dan di pasar saham, Li juga tampil membantu Xi melakukan serangan balasan.

Contoh terakhir adalah serangan besar-besaran terhadap Zhang Dejiang melalui harian “Sing Pao” Hongkong, menurut laporan Radio Free Asia yang mengutip berita dari sumber internal mengungkapkan, ini adalah serangan dari lingkar luar Xi Jinping untuk membasmi lawannya, sedangkan pengendali serangan tersebut adalah Li Zhanshu.

Li Zhanshu yang digadang-gadang oleh berbagai kalangan merupakan salah satu calon Anggota Tetap Komite Politbiro Pusat PKT, yang bersama Sekretaris Komite Disiplin Pusat Wang Qishan merupakan pembantu yang paling diandalkan oleh Xi Jinping, tentu saja Li Zhanshu juga paling dibenci dan ditakuti oleh kelompok Jiang Zemin seperti halnya Wang. Diantaranya yang paling bereaksi keras adalah Liu Yunshan yang lingkup kekuasaannya (di Departemen Propaganda) berangsur-angsur diambil-alih oleh Li.

Liu Yunshan selain pernah menyensor artikel  Li yang menyatakan dukungannya terhadap Xi Jinping, bahkan menyebarkan berita negatif tentang Li Zhanshu dengan taktik mengirim berita keluar negeri terlebih dahulu, kemudian disebarkan di dalam negeri sebagai isu/gossip.

Pada  2013, menjelang Dwi Sidang Paripurna (Lianghui) PKT, juga adalah kali terakhir Wen Jiabao menyampaikan laporan kerjanya sebagai PM, media kelompok Jiang di luar negeri melaporkan bahwa Wen mabuk parah dikala tahun baru Imlek yang nyaris menimbulkan masalah.

Selain memengaruhi sidang yang akan segera dilaksanakan, juga bakal menimbulkan dugaan negatif media asing bahwa telah terjadi pertarungan kekuasaan di pusat pemerintahan Beijing. Bahkan dilaporkan peristiwa tersebut tidak hanya mengejutkan dinas pemeliharaan kesehatan pusat untuk mengambil tindakan darurat, juga menggemparkan kantor pusat PKT sampai-sampai kepala kantor Li mengkritik sekretaris pribadi PM Wen.

Tapi pada sebuah artikel yang terbit dikemudian hari, peristiwa itu telah terungkap melalui  seorang wartawan yang menanyakan perihal Wen Jiabao langsung kepada Li yang lantas dijawab, ”Apakah beberapa tahun belakangan ini pekikan serangga tonggeret masih terhitung sedikit?”

Kemudian menambahkan sepatah kata yang krusial, ”Seluruh isu dihembuskan untuk didengarkan oleh rakyat jelata, supaya rakyat membenci beliau, ini yang membuat beliau bersedih.”

Mengapa Wen Jiabao begitu dibenci oleh kelompok Jiang, dan dengan segala upaya hendak mempermalukannya, selain karena popularitas Wen di masyarakat Tiongkok cukup baik, yang paling utama adalah Wen pernah beberapa kali mengangkat masalah Falun Gong, diantaranya yang paling keras.

Menurut penuturan  seorang perwira purnawirawan Xin Ziling, waktu itu Wen Jiaobao bertengkar dengan Zhou Yongkang yang masih menjabat sebagai sekjen (pimpinan) Komite Politik dan Hukum PKT, berdebat atas “masalah perampasan organ secara hidup”, Wen mengutuk perbuatan itu sebagai hal yang tidak pantas dilakukan oleh manusia.

Reputasi Jiang Zemin beserta pejabat antek-anteknya penganiaya  terkenal sangat buruk di seluruh dunia, orang-orang dalam sistem pemerintahan PKT yang masih berhati nurani, tidak ada yang sudi memikul tanggung jawab atas hutang darah tersebut.

Dalam pertemuan pejabat elit PKT di Bei Daihe (tempat peristirahatan pejabat atau mantan pejabat elit PKT), tersiar berita kantor pusat PKT telah menyebarkan arsip dokumen rahasia kepada pejabat kota dan lembaga pemerintahan  tingkat daerah, isinya adalah apa yang disebut usulan tentang penanganan terhadap praktisi Falun Gong.

Ini jelas menunjukkan, penindasan yang telah berlangsung bertahun-tahun terhadap Falun Gong ini, bagi pemerintah sekarang telah merupakan sebuah fakta yang tidak dapat dihindari lagi dan merupakan sebuah masalah yang cepat atau lambat harus dihadapi serta diselesaikan dengan baik. (tys/whs/rmat)

Share

Video Popular