Bagaimana jika tes darah bisa mengungkapkan lebih awal bahwa anak Anda berisiko tinggi untuk penyakit jantung di masa depan, memberikan Anda kesempatan untuk mencegah sekarang? Penelitian besar di Inggris telah melakukan hal ini— skrining ribuan bayi dengan risiko bawaan penyakit jantung—ditemukan dua kali lebih sering terjadi daripada yang diperkirakan.

Penelitian ini juga mengungkapkan orangtua yang memiliki bawaan penyakit jantung tetapi tidak mengetahuinya, dan telah mewariskannya pada anak-anaknya. Sembilan puluh persen dari orang tua tersebut mulai mengonsumsi obat sebagai langkah pencegahan setelah mengetahuinya.

Peneliti mengatakan manfaat terhadap dua generasi dapat meyakinkan banyak orang tua untuk menyetujui pengujian kolesterol terhadap anak-anaknya. Sebuah panel ahli di Amerika Serikat menganjurkan uji kolesterol ini untuk anak yang berusia antara 9 tahun sampai 11 tahun, tetapi banyak anak yang tidak diuji kolesterol sekarang ini kecuali mereka menderita obesitas atau memiliki faktor risiko jantung lainnya seperti diabetes atau tekanan darah tinggi.

Untuk setiap 1.000 orang yang diskrining di dalam penelitian ini, empat anak dan empat orang tua diidentifikasi berisiko menderita penyakit jantung dini, di mana  hampir dua kali lebih banyak karena sebagian besar penelitian di masa lalu telah menyarankannya.

“Kami benar-benar harus memerhatikan hal ini. Adalah wajar melakukan skrining untuk sesuatu yang umum, berbahaya dan dapat diobati secara efektif dan aman,” kata Dr. Elaine Urbina, direktur kardiologi preventif di Rumah Sakit Anak Cincinnati Medical Center dan anggota panel pakar Amerika Serikat.

Dr. William Cooper, seorang dokter spesialis ilmu penyakit anak dan profesor kedokteran pencegahan di Universitas Vanderbilt, menyebutnya sebagai “pendekatan inovatif” yang tidak hanya menemukan anak-anak yang berisiko tetapi juga orang tua di saat mereka masih cukup muda untuk mendapatkan keuntungan dari pengobatan pencegahan, seperti obat statin yang menurunkan kadar kolesterol.

Obat statin tidak dianjurkan untuk anak yang berusia di bawah 10 tahun, tetapi suplemen makanan tertentu seperti sterol dan stanol dapat membantu anak-anak yang berusia lebih muda, kata Urbina.

“Kami tidak bermaksud supaya semua anak-anak ini mengonsumsi obat statin,” kata Urbina.

Penelitian ini dipimpin oleh Dr. David Wald di Queen Mary University of London, Inggris.  Beliau dan penulis lain mendirikan sebuah perusahaan yang membuat pil kombinasi untuk mencegah penyakit jantung. Pekerjaan ini didanai oleh Medical Research Council, suatu lembaga penelitian kesehatan Pemerintah Inggris. Hasilnya diterbitkan oleh New England Journal of Medicine.

Peneliti sedang menguji hiperkolesterolemia familial, suatu kelainan genetik yang jika tidak diobati, akan meningkatkan risiko serangan jantung pada usia 40 tahun hingga sepuluh kali lipat.

Peneliti melakukan uji darah pada tumit terhadap 10.059 anak yang berusia 1 tahun sampai 2 tahun selama kunjungan imunisasi rutin untuk memeriksa apakah kadar kolesterolnya tinggi dan apakah ada 48 mutasi gen yang dapat menyebabkan gangguan hiperkolesterolemia familial. Jika seorang anak ditemukan menderita gangguan hiperkolesterolemia familial, maka orangtuanya diuji.

Satu dari 270 anak mengalami mutasi gen; anak-anak yang lain diidentifikasi melalui kadar kolesterolnya saja.

“Hiperkolesterolemia familial adalah cacat genetik yang cukup sering terjadi,” kata Dr. Stephen Daniels, ketua dokter ilmu penyakit anak di University of Colorado School of Medicine dan anggota panel pakar Amerika Serikat.

Tetapi banyak orang tua menolak gagasan pengujian terhadap gangguan hiperkolesterolemia familial yang berhubungan dengan usia menengah pada anaknya, demikian para ahli mengatakan.

Karen Teber, ahli hubungan media di Madison, Wisconsin, terkejut ketika dokter ingin melakukan uji darah terhadap anak laki-laki tirinya yang berusia 12 tahun. “Keengganan saya akibat kurangnya informasi karena saya belum pernah mendengar hal tersebut sebelumnya,” kata Karen Teber.(AP/Vivi)

Share

Video Popular