Data yang dkirim dari wahana antariksa Voyager 2 menunjukkan, bahwa ada beberapa orbit satelit yang belum ditemukan di Uranus.

Teleskop Luar Angkasa James Webb membuat kita bisa memahami dengan jelas alam semesta di sekitar kita, dan besar kemungkinan ada beberapa temuan yang mengejutkan.

“Permata” yang terpendam di tata surya.

Lebih dari tiga dekade sudah wahana antariksa Voyager 1 dan Voyager 2 diluncurkan ke angkasa, mereka banyak membawa wawasan baru tentang perjalanan mereka di angkasa, sehingga kita dapat mengamati planet lainnya di tata surya, termasuk temuan satelit baru yang mengelilingi planet-planet ini.

Meskipun sekarang, dimana saat di masa lalu belum ditemukannya satelit tersebut oleh dua wahana antariska ini, kita tetap bisa menemukan satelit baru melalui teknologi yang baru.

Baru-baru ini, ada dua satelit baru yang diperkirakan mengitari Uranus. Peneliti dari University of Idaho, Rob Chancia dan Matthew Hedman menjelaskan tentang bagaimana mereka menemukan “satelit-atelit” ini.

Dalam penelitian terkait, mereka menemukan gangguan dari dalam sebuah sistem cincin planet, mengintegrasikan data Uranus dari wahana Voyager 2. Ini menunjukkan bahwa satelit-satelit ini mungkin beredar mengitari Uranus.

Kemungkinan “Fenomena membangunkan satelit” memiliki penjelasan lain. (internet)
Kemungkinan “Fenomena membangunkan satelit” memiliki penjelasan lain. (internet)

Sekarang, Hedman dan timnya akan terus menyelidiki dan membandingkan sistem cincin planet lainnya di dalam tata surya, dan kemungkinan “fenomena membangunkan satelit” itu memiliki penjelasan lain.

Sementara itu, institute dari SETI, Mark Showalter juga akan meneruskan pekerjaan Chancia dan Hedman. Ia akan menggunakan arsip gambar dari wahana Voyager dan beberapa studi sebelumnya, untuk menemukan satelit di sekitar Uranus.

Banyak area yang belum terdeteksi oleh umat manusia di dalam sistem matahari atau tata surya. (Internet)
Banyak area yang belum terdeteksi oleh umat manusia di dalam sistem matahari atau tata surya. (Internet)

Selain Uranus

Semasa wahana Voyager melintasi Neptunus pada 1986 lalu, dimana saat itu tidak menemukan adanya satelit yang ditemukan oleh teleskop Hubble pada 2013.

Hal ini menunjukkan bahwa seiring dengan semakin banyaknya penempatan teknologi baru, para ilmuwan akan menemukan lebih banyak misteri di tata surya.

Mungkin kita akan melihat lebih banyak satelit yang ditemukan seperti temuan satelit baru Styx dan Kerberos-nya Pluto oleh wahana New Horizon masing-masing pada 2011 dan 2012 lalu.

Teleskop Luar Angkasa James Webb akan dioperasikan sekitar 2018 mendatang, dan pasa saat itu, akan membawa kita menemukan lebih banyak hal-hal yang belum kita ketahui.

Performa dari setiap kecanggihannya (Teleskop Luar Angkasa James Webb-red) melebihi kecanggihan teleskop antariksa Hubble. Teleskop James Webb akan membidik area yang belum terdeteksi dan memungkinkan kita mendapatkan lebih banyak pengetahuan tentang alam semesta kita. (Secretchina/joni/rmat)

Share

Video Popular