JAKARTA –  Kementerian Sosial mendeklarsikan Menuju Indonesia Bebas Anak Jalanan (MIBJ) 2017 di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Minggu (27/11/2016). Kerjasama antar lembaga pemerintah dan dunia usaha diharapkan mampu mewujudkan rencana tersebut.

Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa mengatakan anak jalanan masih merupakan masalah kesejahteraan sosial yang serius di Indonesia. Bahkan, jumlah anak jalanan pada 2015 lalu sebanyak 33.400 anak tersebar di 16 Provinsi seluruh Indonesia.

Menurut Khofifah, dibandingkan anak jalanan yang mendapatkan layanan Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA) baru mencapai 6.000 anak pada 2016. Atas data-data tersebut, Khofifah mengakui belum semua anak jalanan ini tetangani oleh pemerintah, untuk itu Kemensos mengajak berbagai pihak bersama-sama mendukung Indonesia Bebas Anak Jalanan pada 2017.

“Saya mengajak berbagai pihak bersama-sama mendukung Indonesia Bebas Anak Jalanan 2017,” kata Khofifah.

Menteri Khofifah menuturkan kondisi anak-anak jalanan tak terawat dengan baik dan justru membahayakan kondisi anak. Tindakan eksploitasi, perdagangan anak, pelecehan seksual dan kekerasa menjadi ancaman bagi anak-anak jalanan.

Saat Deklarasi MIBAJ 2017 dilakukan pendatanganan deklarasi oleh Mensos Khofifah Indar Parawansa, Komisi VIII DPR Ali Taher, Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar, elemen berbagai lintas kementerian dan lembaga, perwakilan NGO lokal, dan Internasional.

Kadiv Humas Polri, Irjen Boy Rafli mengatakan anak jalanan harus disentuh secara bersama-sama oleh semua pihak dalam wujud kepedulian terhadap mereka. Sehingga tak lagi terjadi ada anak yang terlantar yang berpotensi menjadi korban atau menjadi pelaku kejahatan.

Menurut Boy, pihak kepolisian khawatir atas perkembangan anak-anak yang tak melalui pendidikan secara formal maupun informal. Hal ini dikarenakan berpotensi menjadi korban atau pelaku kejahatan. Oleh karena itu,  kepolisian meningkatkan kerjasama secara bersama-sama berdasarkan peranan masing-masing untuk pembinaan terhadap anak.

“Kerjasama bersama-sama terkait diharapkan menyentuh untuk anak jalanan pada satu sisi untuk upaya perlindungan dalam konteks penegakan hukum  preventif, polri akan berupaya bagaimana ini bisa dilaksanakan secara simultan,” katanya.

Kemensos mengumumkan kepada masyarakat dapat melaporkan jika melihat aktivitas anak jalanan ke Telepon Pelayanan Sosial Anak (TEPSA) 1500-771. Laporan disertai foto dan lokasi dapat mengirimkannya melalui pesan Whatsapp ke nomor 081238888002. (asr)

Share

Video Popular