Musik Cello Mr. O

548

Sekilas melihat judul buku “The Cello of Mr. O”, benar-benar tidak bisa membayangkan bahwa ini adalah sebuah cerita tentang perang dan musik.

Cerita dimulai dalam suasana konflik, karena perang, semua laki-laki muda dan dewasa di daerah ini pergi berperang, di dalam kota tersebut yang tersisa adalah para orang tua ,wanita lemah dan anak-anak kecil; kekurangan makanan, tidak ada pasokan air dan listrik, dapat membayangkan hidup dalam kemiskinan. Setiap Rabu truk penjatahan makanan dan kebutuhan akan muncul, semua orang akan mengantri untuk mengambil persediaan. Karena semuanya telah berbeda, toko-toko, mobil dan apartemen hancur, sekolah ditutup, tidak ada listrik, tidak ada gas, tidak ada telepon, jauh berbeda dibandingkan dahulu.

Namun, meskipun hidup dalam kesulitan, gadis kecil dan teman-teman masih dapat menikmati kesenangan diri mereka sendiri, menemukan beberapa hal menarik untuk menghabiskan waktu, salah satunya adalah: sengaja membuat suara menggoda “Mr. Ou ” ── karena ia selalu mengeluh kelompok anak-anak terlalu bising, biasanya Mr. Ou juga jarang berbicara dan bergaul dengan tetangganya.

Gadis kecil sebenarnya juga tahu bahwa Mr. Ou dahulu adalah orang terkenal. Ibu bahwa ia adalah seorang terpelajar, dan ayahnya juga mengatakan bahwa ia adalah seorang musisi. Ketika dia masih muda sering melakukan konser keliling, di auditorium besar yang disaksikan oleh ratusan atau ribuan orang bermain cello, setelah selesai akan mendapatkan gemuruh tepuk tangan, dan juga banyak memberikan kepadanya bunga. “

Dulu ayah juga berkata Mr. Ou memiliki sebuah cello yang “Body-nya terbuat dari kayu pohon maple dari Jerman, leher cello terbuat dari kayu mahoni Honduras, dan fretboard-nya terbuat dari ebony yang berasal dari Ceylon, bertatahkan gading dari Afrika.” demikianlah deskripsi dari ayah, intinya Mr. Ou pernah menjadi karakter yang sangat terkenal, benar-benar memiliki prestasi luar biasa.

Rabu sore, gadis kecil di dalam rumah mendengar truk ransum datang, juga mendengar semua orang menuju ke lapangan, dia mendengar suara pembagian jatah, tetapi tidak lama kemudian tiba-tiba terdengar suara bom mortir yang menghancurkan truk ransum, 22 orang yang mengantri tewas seketika, sisanya luka parah. Tanpa truk penjatahan, penduduk desa harus berjalan lebih jauh ke kota lain untuk menerima makanan, kehidupan jelas menjadi lebih buruk.

Ketika rabu sore tiba kembali, tiba-tiba Mr. Ou dengan rapi menggunakan jas, membawa kursi dan cello-nya, muncul di alun-alun. Dia duduk dengan anggun duduk di kursi, mengambil cello, kemudian dia mengambil napas dalam-dalam dan mulai memainkan cellonya. Bagaikan memulai sebuah konser, penduduk segera datang dan duduk mengelilinginya, dan larut dalam bahagia mendengarkan musik yang indah. Ibu berkata kepada gadis kecil: “Itu adalah music Bach.” Gadis kecil berpikir Mr. Ou memainkan cello dengan sangat baik tampak seolah-olah dia berada di aula musik dengan khusyuk bermain untuk para pengunjungnya.

Sejak saat itu, Mr. Ou setiap hari pada pukul empat tepat di alun-alun akan memainkan cellonya untuk semua orang, suara musik yang indah, gadis kecil merasa seperti dia tidak begitu sedih lagi, juga tidak merasa takut lagi. Tapi suatu sore, Mr. Ou baru bermain sebentar, kemudian meletakkan cellonya dinding untuk beristirahat sebentar, tidak disangka terbang sebuah artileri menembak cello-nya, cello yang sangat berharga segera hancur berantakan. Gadis kecil merasa sangat tertekan: ” Siapa yang akan datang memberi kami makanan rohani lagi” Setelah gadis kecil pulang kerumahnya, dengan sangat hati-hati melukis sebuah kartu, lukisan Mr. Ou sedang bermain cello dan di sekeliling lantai penuh dengan taburan bunga, dia diam-diam menaruh kartu lukisannya ke pintu Mr. Ou , dan kemudian berlari pulang.

Semua orang terkejut keesokan harinya pada pukul empat, Mr. Ou masih membawa kursi muncul di alun-alun, menggangguk dan tersenyum kepada gadis kecil yang duduk di tepi jendela rumahnya, dan kemudian, dari sakunya mengeluarkan sebuah benda yang bersinar dan kecil: sebuah harmonika. Konser Mr. Ou terus berlanjut di alun-alun ……

Kita semua tahu bahwa musik memiliki efek menenangkan, meskipun Mr. Ou sedikit dingin, dan sangat sedikit berinteraksi dengan para tetangga, tapi selama dalam hari-hari masa perang yang kelabu dan membosankan, yang telah memporak-porandakan seluruh kota, dia telah mengungkapkan keberanian yang luar biasa , setiap hari pergi ke alun-alun untuk memainkan konsernya untuk semua orang, untuk menginspirasi kehidupan kepada setiap orang. Tidak heran gadis kecil mengatakan: “Musik ini membawa kepada kita hal-hal yang tidak kalah penting seperti jatah makanan.”

Di sampul belakang buku cerita tersebut tertulis : Karya ini diambil dari kisah nyata tahun 1992, perang di Bosnia. Pada saat itu sekelompok warga sipil terkena peluru artileri dan tewas, Mr. Ou penuh keberanian dan kebanggaan memainkan cellonya selama 22 hari berturut-turut untuk mengenangnya dan menghibur mereka yang masih hidup.

Cello yang sangat berharga ini hancur tidak hanya membuat kita merasa menyesal, tetapi juga menggambarkan betapa kejam dan brutalnya peperangan. Perang, untuk semua makhluk, sejarah dan budaya, adalah sebuah bencana yang besar.