Para ilmuwan menemukan tempat hunian manusia purba 9,000 tahun di perairan Swedia. Dari alat-alat penangkap ikan dan kampak berhuruf  ‘T’ yang terbuat dari tanduk rusa yang disertai tulisan, dan dipastikan kondisi hidup manusia zaman dahulu ketika itu cukup baik.

Berita yang dirilis Lund University pada 14 November lalu mengatakan bahwa tujuh tahun yang lalu, penyelam menemukan platform alat-alat penangkap ikan tertua di pantai selatan Swedia. Sejak itu, peneliti dari Lund University menemukan situs hunian manusia purba zaman batu yang terawat sempurna. Menurut para peneliti, itu adalah sebuah tempat kehidupan di lingkungan Laguna Zaman Mesolithic/Zaman Batu Tengah.

Para peneliti menemukan kapak ‘T’ yang terbuat dari tanduk rusa yang digunakan manusia purba, sehingga mereka memastikan manusia kuno kala itu menangkap ikan dalam skala besar, dan lama menetap di tempat ini.

Kapak berukiran huruf  ‘T’ diperkirakan telah berusia 9.000 tahun lamanya, dan terdapat “ukiran huruf yang sangat menarik” di atas kapak tersebut.

 Para ilmuwan menemukan kapak dari tanduk rusa dalam situs tersebut. Kapak yang terbuat dari tanduk rusa yang digunakan manusia purba 9.000 tahun silam. (Lund University video screenshots)

Para ilmuwan menemukan kapak dari tanduk rusa dalam situs tersebut. Kapak yang terbuat dari tanduk rusa yang digunakan manusia purba 9.000 tahun silam. (Lund University video screenshots)

Sumber mengatakan, peneliti telah membuat video fotografi bawah air, menunjukkan beberapa kondisi konkret dari situs ini.

“Kami ingin membangun kembali daerah ini, untuk mempelajari wujudnya secara keseluruhan. Bagaimana dengan iklim ketika itu, dingin atau panas? Dan perubahan lingkungan seperti apa yang terjadi seiring dengan berjalannya waktu?” kata Anton Hansson, peneliti dari Lund University, Swedia.

Situs tersebut berjarak sekitar tiga kilometer dari perairan having, Selatan Swedia, terletak 20 meter di bawah air, dan dapat ditelusuri kembali sekitar 9.000 tahun yang lalu, demikian dilansir dari laman “Daily Mail”, Senin, (14/11/2016).

Menurut para peneliti, kondisi hidup manusia purba kala itu “Sangat baik”.

“Banyak tersedia makanan ketika itu, dan cuacanya setidaknya hangat di musim panas,” kata Hansson.

Menurut penuturan Hansson,  manusia purba kala itu lebih suka tinggal daerah pesisir, tapi beberapa ratus tahun kemudian, tempat tinggal itu ditenggelamkan oleh air.

Selain itu, para peneliti juga menemukan dunia bawah air di beberapa tempat yang pernah menjadi tempat tinggal manusia purba. (Epochtimes/lin yan/joni/rmat)

Share

Video Popular