Ketika buah hati Anda melakukan  kesalahan, apakah Anda seorang ibu yang seketika meledak-ledak amarahnya atau ibu yang bisa dengan tenang menganalisa masalah itu ? Dan ketika buah hati Anda tumbuh dewasa, apakah Anda masih dianggap sebagai ibu yang disukainya sejak kecil ?

Saat tiba-tiba anak Anda bersikap dingin terhadap Anda, apakah Anda akan menganalisa sebabnya dari diri Anda dulu ? Dan ketika tiba-tiba ia sangat bergantung pada Anda, apa Anda bisa merasakan/mengetahui apa saja yang berubah dari diri Anda ?

Hasil penelitian pakar terkait menyebutkan, bahwa sosok seperti apa seorang ibu itu, sebesar 70% gen-nya anak akan persis seperti ibunya. Berikut mari simak bersama apakah Anda seorang ibu yang di sukai anak ?

1. Menyenangkan

Sebenarnya meskipun sudah berkeluarga juga ibu bisa hidup seperti “kekanak-kanakan”,  tidak perlu selalu terlalu keras dan serius (disiplin) dalam kehidupan sehari-hari. Anda bisa berbaur dan bermain dengan anak-anak, Anda bisa menyanyi, menari, melukis atau semacamnya. Anda bisa menggali ide-ide baru dari hal-hal kecil untuk anak-anak, menemukan hal-hal yang menarik dan menyenangkan.

2. Jarang berkata “Tidak”

Anda tidak ingin menempatkan anak Anda sebagai seorang bocah ajaib yang serba bisa, Anda tahu setiap anak itu memiliki kelebihan dan kekurangan, Anda tahu bagaimana memperbesar kelebihannya, membuatnya senang karena kelebihannya, dan tahu untuk tidak selalu berkata “tidak”, Anda mendorongnya (memberi semangat) untuk berani terus maju. Anda tidak menuntut buah hati anda dengan standar yang tinggi, Anda tahu, setiap orang pasti akan melakukan kesalahan dalam sepanjang hidupnya, tapi apabila bisa memetik pelajaran dan mendapatkan pengalaman berharga ini juga merupakan harta yang besar dalam roda kehidupan.

3. Tidak membanding-bandingkan

Anda tidak suka membanding-bandingkan buah hati Anda dengan anak orang lain. Anda tahu dengan jelas, tidak boleh menuntut anak dengan sebuah standar.  Anda selalu berkata kepada anak-anak, bahwa menjadi diri sendiri itulah yang paling penting,  Anda bersedia membantu bersama-sama mengembangkan potensi, memberinya perhatian, dan tumbuh bersama dengannya.

4. Menepati janjinya

Anda adalah seorang ibu yang berbuat sesuai perkataan/menepati janji, ketika Anda berjanji untuk menemani buah hati Anda, pasti akan lebih dulu mengatur hal-hal lainnya. Anda tidak asal janji apa pun pada anak-anak dan mencari berbagai alasan ketika tidak bisa merealisasikannya, Anda tahu, di masa anak Anda baru mengerti akan hal ihwal, “pendidikan ketulusan” itu sangat penting.

5. Selalu tersenyum

Banyak hal-hal yang tidak sesuai dengan harapan kita dalam kehidupan sehari-hari. Anda adalah seorang ibu yang optimis dan selalu tersenyum, Anda tahu bagaimana agar tidak terbelenggu (tekanan emosi), tidak asal marah, saat suasana hati lagi buruk, Anda tidak menyembunyikannya, Anda dengan terbuka berbagi uneg-uneg anda dengan anak anda, menjadi “teman dewasanya”.

6. Lapang dada

Ketika terjadi perselisihan antara buah hati Anda dengan anak-anak lainnya, Anda selaku ibu yang “berjiwa besar”, Anda akan mengatasinya dengan prinsip mengecilkan masalah yang besar dan mencairkannya. Anda tahu bagaimana mengajarkan anak-anak belajar toleran dan belajar menyelesaikan konflik dengan senyuman.

7. Menghormati privasi anak

Dalam kehidupan Anda sehari-hari tidak semuanya hanya untuk anak-anak, Anda memiliki ruang sendiri, tentu saja, Anda lebih menghargai ruang anak Anda, tidak akan sembarangan menyinggung privasi anak di depan umum.

8. Pendengar yang baik dan pandai dalam berkomunikasi

Ketika ada masalah dan terjadi perselisihan, Anda pandai berkomunikasi. Ketika anak Anda bermuram durja karena merasa disalahkan dan melampiaskan uneg-unegnya, Anda bisa menempatkan diri sebagai pendengar yang baik.

9. Memiliki kasih sayang

Anda sosok ibu yang baik hati, Anda perhatian dan peduli terhadap sesama, bisa membedakan baik dan buruk, tidak akan menyakiti hati orang dengan nada-nada kasar, tahu bagaimana berkompromi dan mengalah.

Setiap wanita suka dengan kecantikan sebelum berpredikat sebagi ibu, dan setelah menjadi seorang ibu, dimana mungkin karena tekanan pekerjaan, stres sehingga lambat laun menjadi tidak begitu perhatian lagi dengan kecantikan fisik. Tapi jika ibu menjadi sosok orang dengan energi positif yang disukai, maka tidak diragukan lagi akan membimbing anak menjadi sosok orang dengan energi positif yang disukai. Kepada para ibu, temukan kembali kembali kepercayaan diri Anda, berusaha menjadi sesosok ibu yang “sempurna” seperti ini dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya berinvestasi unuk diri Anda sendiri, tapi juga memberikan sebuah hadiah istimewa dalam pertumbuhan anak-anak Anda. (Secretchina/Jhn/Yant)

Share
Tag: Kategori: KELUARGA

Video Popular